Skip to content
Advertisements

Seorang gadis kecil pun bisa membantu menurunkan angka kematian di Afrika. Bagaimana dengan kita?


Ternyata tidak perlu menjadi dewasa untuk bisa merasa cukup. Seorang anak kecil pun bisa merasa cukup untuk bisa membantu menurunkan angka kematian di Afrika.

Namanya Katherine Commale. Tahun 2006 lalu, Katherine menonton sebuah film dokumenter tentang negara Afrika di televisi. 

Disana dikatakan, setiap 30 detik ada seorang anak Afrika yang meninggal karena malaria.

Katherine duduk di atas sofanya dan mulai menghitung, “satu, dua, tiga, empat… dua puluh sembilan, tiga puluh!” setelah menghitung sampai 30, ia kemudian berteriak pada mamanya, “Mama, ada seorang anak Afrika lagi yang meninggal, kita harus melakukan sesuatu!!”

Ibunda Katherine juga tidak menolak ide dari anaknya, mereka mencari berbagai data di internet kemudian ibunya berkata pada Katherine, “Malaria sangatlah menakutkan, anak-anak di Afrika yang terkena penyakit ini sangat mudah untuk meninggal dunia.”

Katherine langsung bertanya, “Kenapa mereka bisa terkena penyakit itu?”

“Malaria ditularkan lewat nyamuk, sedangkan nyamuk di Afrika sangat banyak,” jawab sang ibu.

“Jadi bagaimana?”

“Sekarang ada sebuah kelambu yang telah direndam insektisida untuk melindungi orang-orang dari gigitan nyamuk.”

“Kalau begitu kenapa mereka tidak pakai kelambunya?”

Mamanya menarik nafas dan menjawab, “Karena kelambu seperti itu terlalu mahal untuk mereka, mereka tidak sanggup membelinya.”

Katherine dengan serius menjawab, “Tidak bisa, kita harus melakukan sesuatu!”

Suatu hari mamanya mendapatkan telepon dari guru sekolah Katherine yang mengatakan kalau Katherine tidak menyerahkan uang untuk makanan kecil hari itu. 

Mamanya kebingungan kemana uang itu akan disembunyikan anaknya, namun Katherine kecil menjawab, “Mama, kalau aku tidak makan snack setiap hari dan tidak lagi beli boneka barbie, apa itu cukup buat beli sebuah kelambu?”

Akhirnya mamanya mengerti niat hati anaknya, ia pun pergi ke supermarket bersama Katherine dan membeli sebuah kelambu yang cukup untuk 4 orang anak, kemudian mereka mencari sebuah organisasi amal di Afrika dan berusaha mengirimkan kelambu itu ke sana.

Mereka pun menemukan sebuah organisasi amal “Nothing But Nets” yang hanya menerima kelambu. 

Setelah Katherine mengirimkan kelambunya, ia mendapat sebuah surat tanda terima kasih yang di dalamnya dituliskan bahwa ia adalah pendonor termuda. 

Ia juga akan menerima sebuah penghargaan jika mengirimkan 10 buah kelambu.

Sejak saat itu, setiap akhir minggu dihabiskannya untuk menjual buku bekas dan baju bekas serta mainan miliknya untuk membeli kelambu. 

Ia pun menuliskan tanda terima kasih kepada setiap orang yang membeli barang bekas miliknya dan setiap lembarnya tertulis, “Atas namamulah, kami membeli sebuah kelambu bagi anak-anak Afrika.”

Hal ini membuat kagum para tetangganya, setelah berhasil menyumbang beberapa kelambu, organisasi amal pun menyebutnya “Duta Kelambu”.

Perlahan-lahan, Katherine mulai dikenal oleh lingkungan sekitarnya, bahkan diundang untuk menjadi pembicara bagi kegiatan amalnya ini.

Hanya dalam 3 menit, ia berhasil mengumpulkan 800 USD. 

Ia pun mulai pergi ke banyak tempat untuk bercerita tentang kegiatan amalnya ini. 

Di usianya yang ke-6, Katherine telah berhasil mengumpulkan 6.316 USD (sekitar 83 juta rupiah). 

Namun hal yang membuat namanya melejit adalah ketika ia melihat David Beckham mengiklankan sebuah organisasi amal yang menyumbang kelambu, Katherine menuliskan ucapan terima kasih untuk Beckham. 

Beckham kemudian memosting ucapan terima kasihnya di internet dan membuat anak kecil ini dikenal di seluruh dunia.

Tahun 2007 lalu, Katherine menerima sebuah ucapan terima kasih dari anak-anak desa Domestica yang berisi, “Terima kasih atas kelambumu, kami melihat fotomu, semua orang mengatakan kamu sangat cantik!” 

Surat ini semakin mendorong Katherine untuk melakukan lebih banyak lagi hal untuk Afrika.

Berikutnya, ia dan anggota tim lainnya menuliskan 100 surat pada orang-orang kaya yang tertulis di Forbes. 

Bill Gates menerima surat yang menuliskan, “Kepada Pak Bill Gates, kalau tidak ada kelambu, maka anak-anak di Afrika akan meninggal karena terserang malaria. 

Mereka tidak punya uang, aku mendengar bahwa banyak uang ada di Anda…”

Setelah membaca surat itu, Bill Gates langsung menyumbangkan 3 juta USD (setara 39 miliar rupiah) kepada organisasi amal kelambu tersebut. 

Bill Gates sendiri mengatakan, tidak mungkin untuk tidak mendonor bagi hal ini.

Katherine membuat sebuah film dokumenter untuk amal di tahun berikutnya. 

Katherine dan ibunya pergi ke Afrika dan melihat sendiri anak-anak di desa Domestica.

Anak-anak disana menuliskan nama Katherine di atas kelambu mereka. 

💐❤️💐❤️

Sahabat-sahabatku,

Kalau seorang anak enam tahun bisa membantu menyelamatkan banyak nyawa, bagaimana dengan kita?

Mengapa itu penting?

Cukup kayakah kita untuk selalu bersyukur?
Cukup kayakah kita untuk selalu memberi tanpa kondisi?
Cukup kayakah kita untuk menjadi pembawa rahmatNya bagi semesta?

Selamat bekerja.
Semoga kita semua sadar betapa kayanya kita untuk bisa menjadi tanganNya menyebar kebaikan di muka bumi.

Aamiin.

Sumber gambar: http://popculturelive.net/im-not-small/

💐❤️💐❤️

Untuk bisa ikut berkontribusi dalam Nothing But Nets silakan kunjungi http://nothingbutnets.net/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: