Skip to content
Advertisements

Belajar dari bunda suci, Maryam: menjaga kesucian sebagai hamba setiaNya

Bunda suci Maryam, adalah perempuan unggulan sepanjang sejarah dunia. Kita pun tahu bahwa Malaikat Jibril mengabarkan kemuliaan Maryam, dan terbukti sampai sekarang.

Maryam pun disebut oleh Rasulullah saw sebagai pemuka semua perempuan di surga, selain Asiyah (istri Firaun), Khadijah ra (istri Rasulullah saw) dan Fatimah (putri Rasulullah saw).

Pada saat Maryam ada dalam kandungan, Hanna, istri Imran, ibunda Maryam, menazarkan Maryam untuk menjadi pelayan Allah seperti yang Allah kisahkan:

Istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dengan demikian Allah memberikan kita semua contoh, seorang role model perempuan, yang hidupnya hanya untuk Allah.

Salah satu hal yang bisa kita pelajari dari Maryam adalah bahwa Maryam sangat menjaga kesucian.

Maryam tak pernah berdekatan dengan laki-laki yang bukan muhrim. Saat Jibril menjelma menjadi pria tampan, Maryam langsung mohon perlindungan dari Allah. Jibril pun berkata bahwa ia adalah utusan Allah yang ingin mengabarkan bahwa Maryam akan segera punya anak.

Kaget, tapi ia berserah. Ia ikhlas hidupnya dijadikan jalan bagi sebuah rencana besar Allah bagi umat manusia, melahirkan Nabi Isa as tanpa melalui proses pernikahan. Ujian ini sangat berat baginya karena Maryam sangat takut dengan omongan orang mengenai kesuciannya.

Tapi dijalankannya saja ujian berat tersebut tanpa mengeluh, “Kenapa harus aku?” Apalagi marah padaNya seperti yang banyak kita dengar, “Aku kan sudah mengabdi, kenapa aku harus dikasih ujian seperti ini? Kenapa?” Tidak. Maryam taat, tunduk dan ikhlas dalam taqwa.

Maryam menyepi untuk menghindar dari aib bagi keluarganya. Allah pun melindunginya dan membantu proses persalinannya. Kurma berjatuhan di bawah kakinya untuk dimakannya setelah ia bersalin. Semua untuk Maryam yang selalu menjaga kesucian dan akhlak mulianya, yang menyediakan dirinya hanya untuk menjalankan rencana Allah.

Benar saja, saat membawa Nabi Isa as kembali ke Baitul Maqdis Maryam mendapat hinaan luar biasa sebagai pezinah. Allah pun menyelamatkannya dengan mengizinkan bayi mungil Nabi Isa as menjelaskan keberadaannya dan proses penciptaannya dengan ruh kudus.

Dan semua yang hadir pun bersimpuh mengakui keagungan bayi dalam pelukannya dan Maryam sendiri, sebagai pelaku keajaiban Allah swt.

Perjalanan hidup Maryam adalah kisah mengenai kekuasaanNya. Apapun bisa terjadi bagi mereka yang selalu dekat padaNya, selalu membersihkan diri, menjaga kesucian hanya bagiNya. 

Perjalanan Maryam adalah kisah mengenai ketaatan dan penyerahan diri. Apapun yang Allah inginkan terjadi atas dirinya, Maryam ikhlas. Ia tak pernah menolak ketentuanNya baginya karena ia tahu bahwa itulah yang terbaik bagi dirinya dan hidupnya. Maryam sangat sadar bahwa sebagai manusia ia adalah hambaNya, pelayanNya, yang diciptakan hanya dan hanya untuk beribadah dalam jalanNya.

Belajar dari Maryam, dalam menghadapi kondisi apapun, bertanyalah:

“Apa yang akan dikatakan Bunda Maryam, yang selalu menjaga kesucian dan taat padaNya, apabila beliau ada di sini melihat kondisiku?”

“Apa yang akan dilakukan Bunda Maryam buang suci dan penuh taqwa apabila beliau ada di posisiku?”

“Mengapa itu penting?”

Advertisements

1 Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: