Skip to content
Advertisements

Allah Maha Mencukupi dan memberikan rizki tanpa hisab, belajar dari Maryam

Belajar mengenai “merasa cukup” adalah belajar dari Maryam, ibunda Nabi Isa as. Maryam adalah teladan yang Allah ciptakan bagi semua umat manusia dalam hal penyerahan diri, ketakwaan dan kesederhanaan.

Ketakwaan, keyakinan terhadap Allah, kesederhanaannya ini membawa berkah luar biasa baginya.

Maryam selalu kehabisan makanan karena apapun yang ia punya dibaginya lagi dengan masyarakat. Ia pun sering merasa lemas dan sakit. Allah iba dan mengirim buah-buahan yang begitu istimewa bagi hambaNya yang baik dan lembut hati ini. Zakaria as pun bingung melihatnya, dan Maryam berkata bahwa Allah memberikan karunia kepada hambaNya yang bersih tanpa perhitungan.

Inilah Maryam yang selalu merasa cukup. Selalu merasa yakin bahwa ia tak akan pernah dibiarkan kelaparan. Rizki akan datang dariNya. Percaya dan yakin.

Suatu hari Jibril datang dan mengatakan bahwa ia akan punya anak. Betapa kagetnya Maryam. Tapi semua mungkin bagi Allah. Maka Maryam berserah diri. Ia tahu dirinya cukup, mampu menjalankan tugas untuk melahirkan Al Masih.

Maka Allah pun benar-benar mencukupinya. Bayangkan seorang perempuan suci melahirkan seorang diri di tengah padang pasir. Dan ia merasa cukup.

Di tengah hinaan para pendeta yang menyangsikan kesuciannya Maryam teguh memperkenalkan bayi Isa as. Ia tahu ia cukup, ia dilengkapi dengan kemampuan menghadapi para pendeta bengis tersebut. Dan Allah benar-benar mencukupinya dengan berbagai kejadian ajaib sehingga semua tunduk pada Maryam dan bayinya.

Berat sekali tugas Maryam. Dan ia merasa dirinya cukup melayani tugas besarnya tersebut. Tugas yang mungkin dilihat orang lain sebagai “ujian hidup.”

Bagaimanakah kita menghadapi ujian hidup kita? Bayangkan kalau kita menjadi Maryam, dengan segala keyakinannya bahwa Allah telah mencukupinya dengan segala yang dibutuhkannya untuk bisa menjalani semua ujian hidupnya, apa yang akan dilakukan?

Kalau Maryam ada di sini menyaksikan kita menghadapi berbagai ujian ini, apa yang akan dikatakan beliau?

Mengapa hal itu penting?

Belajar merasa cukup dari Maryam. Mengapa hal itu penting?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: