Skip to content
Advertisements

Apa yang ada pada kita saat ini sudah cukup untuk mulai meraih impian. Mulailah sekarang 


Ada seorang raja yang sangat kaya. Ia merasa akan dapat menjadi manusia yang sangat bermanfaat kalau bisa memperluas wilayah kerajaannya.
Sungguh mulia tujuannya, pikirnya. Maka ia pun mulai mencoba meraih impiannya dengan mencaplok dan menguasai kerajaan sebelahnya. Kini ia merasa lebih kuat. Tapi ia belum puas juga.

Didengarnya ada seorang pengemis di pasar yang punya lampu ajaib. Lampu ajaibnya ini bisa memberikan apapun yang ia inginkan. Maka ia pun memanggil pengemis itu dan meminta lampu tersebut. Pengemis itu tak mau memberikannya.

“Percayalah, lampu itu berbahaya bagi paduka tuanku,” katanya.
“Kamu hanya pengemis, kamu tak butuh lampu ajaib. Aku lebih butuh, karena aku akan mensejahterakan rakyatku. Rakyatku sudah makin banyak, sudah ada di dia kerajaan, jadi aku butuh lampu ini.”
Maka si pengemis pun dipenjara dan lampunya diambil.

Raja pun masuk ke dalam kamarnya, dan ia minta pada lampunya,

“Lampu, berikan aku emas satu gunung, agar aku bisa mensejahterakan rakyatku.”
Lampu menjawab, “Cuma segunung? Kenapa tidak dua?”
“Wah dia lebih baik lagi.”

“Kenapa tidak empat, Paduka?”

“Empat mau. Pasti rakyatku lebih sejahtera dengan empat gunung emas.”

“Cuma empat? Aku bisa kasih 5.”

“Wah boleh 5.”

“Hanya gunung emas? Kenapa tidak istana juga?”

“Ok. Tambah istana.”

Dan selanjutnya, dan selanjutnya. Ternyata ini yang dikatakan oleh si pengemis berbahaya, karena ia tahu rajanya tak pernah merasa cukup.

Raja dan lampu ada di dalam kamar sampai raja meninggal karena permintaannya terus bertambah dan tak pernah berhenti. Ia terus meminta dan tak pernah mau merasa cukup. Akhirnya ia tak pernah mulai mensejahterakan rakyatnya seperti ya ia inginkan.

Itulah manusia. Allah sudah bilang, manusia itu kalau diberi satu lembah penuh emas akan minta lebih lagi. Tak ada yang bisa membuatnya merasa cukup. Itu sudah sifat manusia sesuai penciptaanNya. Jadi memang kita ditantang untuk berlomba-lomba merasa cukup. Inilah tugas manusia.

Seperti si raja, saat kita merasa kurang terus kita tak akan pernah mulai mensyukuri dan berkontribusi dalam kebaikan. Hanya kalau kita sadar bahwa Allah sudah berikan kita semua yang kita butuhkanlah baru kita bisa menikmati semua karuniaNya, mensyukurinya dan akhirnya mulai berbuat sesuatu sebagai wujud syukur kita pada semua kecukupan yang diberikanNya secara berlimpah di mana-mana.

Berhentilah menjadi seperti si raja yang tak pernah mulai membuka mata bahwa apa yang dibutuhkannya sudah ada, dan sudah cukup untuk mulai berkontribusi.

Berhentilah terus berharap dan bukalah mata bahwa apa adanya saat ini sudah berlimpah ruah untuk memulai sesuatu.
Berhentilah menuntut semua orang untuk bersikap seperti yang kita inginkan, dan bukalah mata bahwa cinta kita pada merekalah yang bisa membuat mereka tumbuh lebih baik sesuai dengan perjalanan mereka masing-masing.

Berhentilah meratap dan mulailah bersyukur, sadari keberlimpahan dariNya.

Bersyukur dengan berbagai tingkah polah yang memperkaya dan membuat kita menjadi lebih baik.

Bersyukur dengan melihat berbagai ujian yang menjadikan sekolah hidup begitu bermakna.

Bersyukur bahwa Allah mencintai kita lebih dari apapun dan bahwa cinta ini saja sudah cukup bagi kita untuk mulai berbagi cinta di mana pun kita berada, kepada siapapun yang ada di dunia.

Dan apapun hasilnya, itu pun cukup, karena itulah yang terbaik bagi semua. Yang awalnya kita inginkan belum tentu yang terbaik. Semua hasil adalah pengaturanNya, dan karenanya semua juga “cukup.”

Mulailah sekarang
Mulai dari yang kecil
Mulai dari diri sendiri

Bismillah..

Dengan menyebut namaNya Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: