Skip to content
Advertisements

Kesehatan tidak mahal, asal kita jaga secara reguler setiap hari. Berhentilah mendzalimi tubuh pikiran dan jiwa.

wpid-mtf_icfpg_2193.jpg

Teman-teman blog,

Pernah dengar tidak mengenai sebuah kebun binatang yang awalnya sangat mahal harga tiket masuknya tapi kemudian diturunkan karena kurang peminat?

Jadi ada sebuah kebun binatang yang dibuka di sebuah kota. Saat mereka memasang harga sangat tinggi, sedikit sekali orang yang datang. Lalu harga pun diturunkan. Mulai banyaklah tamu yang datang. Tapi pemasukan dari tamu yang datang belum cukup untuk menutup biaya pemeliharaan. Akhirnya harga benar-benar diturunkan. Dan banyak sekali yang datang dengan harga yang sangat rendah itu.

Karena orang banyak sekali yang datang, kerusakan lebih cepat terjadi dari perkiraan. Dan suatu hari kandang binatang-binatang buas terbuka. Kontan binatang-binatang itu berhamburan ke luar. Para tamu panik, tapi tak bisa semua keluar bersamaan karena pintu hanya satu.  Kemudian mereka pun membayar para penjaga untuk mau memprioritaskan mereka agar mereka bisa keluar duluan. Mereka pun kini rela membayar berapapun biaya yang diminta agar bisa keluar duluan.

Di awal tak ada tamu mau membayar mahal, tapi di akhir, saat muncul ketakutan, mereka mau membayar berapapun untuk bisa keluar dari ketakutan itu. Demikianlah juga kisah manusia dengan kesehatannya.

Di saat muda dan sehat, tak ada yang mau mengeluarkan uang dan waktu untuk menjaga kesehatan tubuh, pikiran dan jiwa. Kedzaliman demi kedzaliman terus dilakukan membuat tubuh, pikiran dan jiwa menderita tanpa disadari.

Olah raga? Tak ada waktu, sibuk.
Ikut treatment kesehatan? Aih, kantor tidak bisa kasih libur.
Jaga makanan? Wah, tidak sedang sakit kan? Untuk apa jaga makanan?
Tidur tepat waktu? Wah, boss minta cepat. Kapan-kapan saja deh tidur tepat waktu.
Ikut jadi volunteer kerja sosial? Mana sempat.
Shalat subuh berjamaah di masjid? Boro-boro. Di rumah saja telat terus.
Memaafkan orang lain? Aduh, saya benci, tak mungkin saya maafkan. Huuh…gengsi.
Tenang? Gimana bisa tenang kalau orang-orang nyebelin kayak begini?

Itulah manusia. Tanpa sakit, tanpa bencana, tanpa ujian, seakan dunia miliknya. Tak mau memelihara tubuh, pikiran dan jiwa (body mind soul), terutama pikiran dan jiwa. Padahal kata Rasulullah kalau daging yang satu itu baik, seluruh tubuh akan baik. Itulah dia jantung hati kita. Emosi dan perasaan kita yang saling mempengaruhi pikiran. Saat pikiran happy, ibadah baik, menyatu dengan alam, bahagia, tenang, bebas galau, selalu memaafkan, dan tidak selalu dikejar deadline dan stress, maka seluruh tubuh akan bahagia. Ditambah dengan kesehatan fisik berupa gerak badan rutin, istirahat cukup, makan dijaga, gaya hidup dijaga dalam rel yang diridloiNya, maka insya Allah kesehatan akan selalu baik.

Banyak orang bilang sehat itu mahal. Padahal tak perlu mahal kalau semua dijaga secara harmonis. Menjaga kesehatan fisik mental lahir batin secara reguler setiap hari dengan memberikan tubuh, pikiran dan jiwa hak mereka, tidak banyak membutuhkan uang.

Tidur cukup, rajin ibadah, memaafkan, selalu bertobat, olah raga regular, makan yang baik dan halal adalah hal-hal yang murah meriah.  Saat yang murah meriah ini tidak dilakukan dan tubuh pikiran dan jiwa menjadi sakit, biayanya bisa sangat besar. Apalagi kalau sampai harus opname di rumah sakit dan harus dirawat dengan biaya luar biasa.

Lucu kan. Saat diajak menjaga kesehatan manusia tak punya uang. Di saat kesehatan hilang dan manusia dirundung ketakutan semua uang langsung dikeluarkan, hutang kalau perlu.

Saat manusia sehat uang dicari sebanyak-banyaknya. Saat sakit datang, uang yang susah payah diccari tadi semua dikorbankan demi sehat.

Marilah kita tidak menjadi manusia yang lucu seperti tadi. Marilah kita terus jaga kesehatan tubuh, pikiran dan jiwa. Sadari kalau sampai ada perasaan tidak enak, kalau stress mulai melanda, kalau galau tak kunjung pergi, langsung ikhlaskan semua, syukuri semua, berbagi kasih dan bahagia atas kebahagiaan orang lain. Merapat kembali kepadaNya. Inilah obat mujarab luar biasa. Inilah hak jiwa dan pikiran. Jiwa yang tenang dan pikiran yang bahagia adalah kunci tubuh yang bahagia dan sehat.

Makan yang baik, menjauh dari polusi dan 4P (Perasa, Pemanis, Pewarna, Pengawet), tidur cukup, istirahat dan olah raga ringan secara reguler adalah hak tubuh. Tubuh kuat membangun pikiran yang sehat dan jiwa yang tenang.

Berhentilah mendzalimi diri, mulailah membangun diri yang selalu bahagia, dari setiap sel sampai setiap pikiran dan perasaan. Yuk…

Selengkapnya : Kesehatan dan Kebahagiaan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: