Skip to content
Advertisements

Syukuri Saja. Semua adalah proses.


Ada seorang petani yang sangat bersahaja. Harta yang paling dibanggakannya adalah seekor kuda putih yang sangat gagah perkasa. Kuda ini dirasakannya sebagai karunia Allah yang luar biasa dan tak mau ia jual.

Suatu hari seorang pangeran melihat kuda tersebut dan sangat tertarik. Ditawarnya kuda tersebut, dan sang petani pun dijanjikan posisi baik di istana. Sang petani tak mau. 

“Untung aku punya kuda dan punya keluarga serta rumah di sana, Alhamdulillah,” ujarnya dengan senyumnya.

Tetangga-tetangganya mencelanya dan menertawakan kebodohannya. “Kamu bisa kaya kalau mau menjual kuda tersebut dan tinggal di istana,” seru tetangga-tetangganya. Sang petani pun hanya tersenyum.

“Untung aku punya kuda dan punya keluarga serta rumah di sini. Ini sudah cukup, Alhamdulillah,” ujarnya dengan senyumnya.

Suatu hari si kuda menghilang. Tetangga-tetangganya makin keras menertawainya. “Coba kamu jual dulu. Kamu tenti sudah kaya. Sekarang kuda pun tak ada lagi.” Sang petani hanya tersenyum.

“Untung bukan anakku yang hilang. Aku merasa sangat beruntung, Alhamdulillah,” ujarnya dengan senyumnya.

Tak lama si kuda kembali dan membawa 5 kuda lain. Anaknya senang sekali dan langsung diajaknya kuda-kuda itu main. Betapa naasnya, anaknya terjatuh dari kuda tersebut.

Tetangga-tetangganya berkata, “Kudamu bawa sial rupanya.” Si petani hanya tersenyum.

“Untung cuma jatuh. Untung aku bisa mengobatinya. Aku merasa sangat beruntung, Alhamdulillah,” ujarnya dengan senyumnya.

Ternyata tak berapa lama kemudian negeri mereka diserang, istana diserbu dan pangeran serta penghuni-penghuninya harus keluar istana. Semua anak negeri itu pun diwajibkan berperang melawan musuh. Anaknya tak ikut disuruh berperang karena kakinya masih sakit akibat jatuh.

“Untung aku masih bisa bersama anakku. Aku merasa sangat beruntung, Alhamdulillah,” ujarnya dengan senyumnya.

Senyum dan sikap “untung” membawa kebahagiaan yang tak pernah putus baginya. Semua menjadi berkah.
Untung ia tak menjual kudanya meskipun jabatan istana menantinya.
Untung kudanya sempat hilang sehingga setelahnya ia membawa kuda-kuda baru.
Untung anaknya jatuh dan terluka, sehingga anaknya tak wajib berperang.

Dan semua tetangganya menangis terus karena anak-anak yang tak diketahui kabarnya. 

Jadi, syukuri saja semuanya. Hidup adalah sebuah proses panjang dari tatanan besar yang Allah susunkan bagi kita.
Apa yang nampak tak baik sekarang, apabila diizinkanNya terjadi pada kita, pasti mengandung kebaikan di baliknya.
Yang Allah berikan belum tentu yang termudah atau ternyaman, tapi pasti yang terbaik.
Apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik bagi kita dan apa yang kita tak inginkan bisa jadi adalah yang terbaik.
Apa yang baik hari ini belum tentu baik besok.
Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk besok.
Yang paling penting adalah yang terakhir.
Syukuri saja semua.
Tersenyum saja terus.
Syukur dan senyum inilah yang insya Allah akan membantu menenun kain indah yang membuat kita sangat cantik di akhirat kelak.
Aamiin.

Terinspirasi tulisan MH. As Sibuliry

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: