Setiap kejadian adalah soal ujian, kata-kata dan perilaku kita adalah jawabannya

img_2505

Hidup adalah sebuah sekolah dengan berbagai ruang ujian. Setiap kejadian adalah soal ujian, kata-kata dan perilaku kita adalah jawabannya.

Ada macam-macam soal. Kerjakan satu-satu jangan campur aduk. Misalnya ada soal pakai jilbab, ada soal menjaga amarah, ada soal mengikuti peraturan. Pelajaran pakai jilbab sebenarnya diadakan antara lain agar soal-soal lain bisa dijawab benar. Seharusnya kalau benar di soal pakai jilbab, soal menjaga marah dan soal ikut aturan harusnya benar juga. Tapi tidak ada yang sempurna. Bisa saja sudah benar di soal jilbab tapi salah di soal ikut aturan dan jaga marah. Nilainya 33% dalam kejadian orang pakai jilbab melanggar aturan dan marah-marah. Jangan bilang, “Ih, malu sama jilbab, lebih baik copot jilbab kalau masih marah-marah seperti itu.” Itu sama saja mengajak orang mendapat nilai 0%. Sudah salah di 2 nomor, salah pula di nomor 1 karena tidak pakai jilbab.

Menonton kejadian adalah soal ujian sendiri. Menonton sambil memaki, “Ih, malu sama jilbab, mending copot jilbab,” dapat ponten negatif. Dan kalau ada yang benar-benar menjadi malas pakai jilbab karena kata-kata itu, takut dimaki pula, dapat dobel ponten negatif. Hati-hati dengan kata-kata.

Jangan khawatir kalau masih ada jawaban negatif, karena tidak ada yang sempurna. Dan sat kita salah kita ingin dibantu untuk benar, bukan dimaki bukan? Nah, jangan memaki kesalahan orang lain juga dan jangan mengajak orang lain memaki orang yang salah. Menyebar aib orang dengan kata-kata penuh makian adalah ponten negatif. Dan kalau orang menyebar lagi berantai ke makin banyak orang dengan makian pula, kita pun diberi ponten negatif yang sama, sampai akhir zaman selama rantainya belum putus. Hati-hati dengan menyebarkan sesuatu yang belum tentu baik dan benar.

Mendoakan dan menjadikan kejadian ini pembelajaran bagi diri sendiri dan orang lain adalah dua ponten positif. Semua orang yang juga melakukannya karena kita ajak, atau karena ajakan kebaikan yang kita sebar saat menyaksikan hal itu, bisa membuat kita mendapat nilai positif berlipat ganda sampai akhir zaman.

Islam atau non Islam adalah dua ruangan kelas berbeda, dengan aturan berbeda pula. Jangan dibandingkan karena pelajarannya juga berbeda. Jangan pernah menghina aturan kelas lain. Agree to disagree, hormati perbedaan. Sesama almamater – manusia yang sama-sama belajar satu atap – saling menghormati saja. Pilih ruangan, yakini itu kelas yang paling baik bagi kita, dan hormati yang ada di luar ruangan. Korupsi sudah jelas jawaban salah. Jadi jangan pertanyakan “Muslim tapi korupsi atau non Muslim tapi tidak korupsi” karena ini seperti membandingkan kelas A dan kelas B, atau apel dengan jeruk. Beda aturan, beda soal, beda pelajaran. Kalau sudah di kelas Muslim ya ikuti semua aturannya. Sudah baca belum aturannya? Tidak perlu berdebat, saling hargai pendapat orang lain, tapi jangan membandingkan dengan kelas sebelah.

Kaya dan kebahagiaan adalah dua kertas soal berbeda. Cara baik dan halal yang berujung pada kekayaan adalah ponten-ponten positif. Sedekah dan berbuat kebaikan dengan kekayaannya bisa membuat kita mendapat kertas soal kebahagiaan (“unlock” kalau di game). Tapi korupsi untuk bisa mendapat kerta soal “kaya” dan kalau kikir dan maksiat saat dapat kertas soal “kaya” itu jelas ponten negatif dan kita tidak akan bisa mendapatkan kertas soal kebahagiaan. Jadi jangan tanya, “Mau kaya atau mau bahagia?” itu jeruk dan apel, bukan untuk dipilih. Kaya bisa bahagia, kaya bisa tidak bahagia. Terserah kita mau menjawab apa di kertas jawaban kita. Tidak kaya juga bisa bahagia kalau penuh syukur, dan tidak kaya bisa tidak bahagia kalau jadi pencuri atau korupsi. Jadi jangan dicampur-campur pelajarannya.

Banyak soal-soal yang kalau dijawab benar, akan bisa menghapus ponten-ponten negatif sebelumnya. Sakit dan bencana yang disyukuri, tobat, ibadah-ibadah, adalah jawaban-jawaban benar yang bisa menghapus ponten negatif. Wah, asik kan. Buat jawaban-jawaban ini sebanyak-banyaknya.

Yuk kita belajar menjawab soal dan menghitungnya sebelum dihitung oleh Sang Maha Penghitung di Hari Penghitungan. Pastikan jawaban positif kita lebih banyak daripada yang negatif. Insya Allah, dengan ridloNya, kita bisa lulus dan mendapat hadiah surga.

Jangan sampai jawaban negatif kita membuat kita menghapus jawaban positif dan menggantinya supaya negatif juga (mencopot jilbab karena merasa belum bisa jaga emosi, dan mendegar komentar orang yang tidak enak, takut kena hina juga). Hati-hati karena Allah mengirim setan untuk membuat soal ujian jadi lebih susah dan mengajak kita memberi jawaban salah dan memperbanyak ponten negatif.

Berbuat cerdaslah dengan mengajak orang menjawab positif juga, karena kita pun akan dapat lagi angka positif sampai akhir zaman. Dan hati-hati kalau orang menjawab salah karena kita, sengaja atau tidak sengaja, langsung atau tidak langsung melalui media sosial. Semua sama negatifnya dan positifnya. Hati-hati dengan lidahmu dan jarimu. Karena kita bisa masuk surga dan neraka karenanya.

Selamat ujian, semoga kita semua lulus sampai di surga ya. Silakan di share kalau bermanfaat. Semoga yang satu ini bisa menjadi ponten positif berantai sampai akhir zaman agar Allah ridlo membuka pintu (unlock) gerbang surga bagi kita. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s