Justru karena ia miskin dan masa kecilnya sengsara kini ia begitu hebat 


Banyak orang yang mengeluh hidupnya tidak beruntung karena perilaku orang tuanya.
“Orang tua saya bercerai, jadi saya begini.”
“Ibu saya terlalu sibuk.”
“Ayah saya brengsek.”
“Jelas dia bisa berhasil. Dia kan anak orang kaya. Saya?”
Seorang anak bernama Tony lahir di Kalifornia dari seorang ibu yang pecandu alkohol. Ibunya menikah empat kali dan semua ayah kandung dan ayah tirinya tinggal di rumah yang sama.

Sebagai pecandu alkohol ibunya sangat kasar. Tony berkali-kali merasakan dipukul, bahkan kepalanya beberapa kali dibenturkan ke tembok sampai berdarah. Sebagai anak kecil ia harus mengurus rumah, masak, mencuci, memandikan saudara-saudaranya, dan mengurus mereka. Tony kecil dipaksa menjadi seorang psikolog untuk bisa memahami ibu dan ayah-ayah tirinya agar saudara-saudaranya tidak kena pukul atau korban kekerasan apapun.

Mereka sangat miskin. Pada suatu Malam Thanksgiving mereka tak punya makanan. Ada yang ingin memberi makanan tapi ditolak oleh ayah tirinya yang tersinggung diberi makan. Sejak saat itu Tony bertekad untuk bisa memberi makan banyak orang.

Tony banyak membaca san dari sanalah wawasannya terbuka untuk bisa hidup lebih baik. Buku “As A Man Thinketh” dan “Man’s Search for Meaning” dari Viktor Frankl banyak membuatnya berfikir dan membangun tekad mengubah hidup.

Pada suatu malam Natal saat Tony remaja ibunya marah padanya dan memburunya dengan pisau sampai ke jalan. Tony memutuskan untuk mencari tempat tinggal sendiri. Ia bekerja pada Jim Rohn, seorang trainer kenamaan saat itu. Dari Jim Rohn ia banyak terinspirasi untuk mengubah hidupnya.

Ia belajar Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Erickson coaching serta hypnosis. Dari sanalah ia belajar lebih jauh mengenai program otak manusia. Ilmu tersebut membawanya menjadi coach bagi milyuner-milyuner kenamaan dunia.

Tony menulis beberapa buku yang sangat laku di dunia, di antaranya Unlimited Power dan Awaken the Giant Within. Klien-kliennya bukan hanya milyuner kelas dunia tapi juga presiden Amerika.

CEO dari Salesforce.com, Marc Benioff, mengatakan, “Belum pernah ada orang yang mempengaruhi dan menginspirasi saya untuk menggali potensi saya untuk sukses dan untuk berbagi seperti Tony.”

Tony menyumbangkan semua hasil penjualan bukunya ke Feeding America, organisasi sosial yang memberi makan orang-orang miskin di Amerika. Kini ia sudah memberikan makan bagi 150.000.000 (seratus lima puluh juta) orang, sebagai perwujudan tekadnya di sebuah malam Thanksgiving saat keluarganya tak bisa makan. Ia merencanakan untuk memberi makan 500.000.000 (lima ratus juta orang) beberapa tahun mendatang.

Inilah Tony Robbins, seorang guru pengembangan pribadi dunia, milyuner dan coach dari para milyuner, dengan masa kecil sangat miskin, melarat, sengsara dan tak tentu arah. Oh 

Tony mengatakan bahwa, justru karena ia sangat miskin dan sangat sengsara ia bisa membangun semangat dan dorongan sukses yang begitu besar. Ia merasakan pahitnya miskin, dan ia tak ingin kemiskinan terjadi pada orang-orang lain di dunia.

Punya ibu yang pemabuk dan rajin memukul? Justru itu yang membuatnya seperti sekarang. Justru mungkin itu modal dari Allah baginya untuk bisa membantu banyak orang membangun hidup yang penuh arti.

Jadi kalau kita punya masa lalu kelam, orang tua berantakan, masa kecil tak tentu arah, kira-kira apa keunggulan yang sedang Allah berikan sebagai modal untuk menjadi manusia hebat di masa kini dan masa depan?

Kira-kira kenapa Allah yang Maha Pengasih Penyayang memberikan orang tua dan masa kecil seperti itu pada kita untuk kebaikan kita?
Sumber:

No. 1 best-selling author Tony Robbins gives a deeply personal interview for Jan. 2015 issue of SUCCESS magazine

Toy Robbins Opens Up About His Rough  Childhood

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s