Skip to content
Advertisements

Seberapa layak kita mendapatkan apa yang kita inginkan?

img_2735

“Saya mau punya suami yang pengertian, cakep, dan mampu membahagiakan saya,” celoteh seorang gadis kepada ibunya.

“Sudah seberapa layak kamu menjadi gadis yang layak mendapatkan suami seperti itu?” jawab ibunya sambil membaca buku.

“Saya mau kaya,” tambah anaknya lagi tanpa mempedullikan jawaban ibunya. Ia sibuk dengan berbagai bayangannya.

“Seberapa layak kamu untuk menjadi kaya?” jawab ibunya lagi.

“Kok Allah tidak juga mengabulkan doaku?” tanya anaknya lagi.

“Seberapa layak Allah mengabulkan doamu?” Kali ini ibunya meletakkan bukunya dan duduk persis di depan anaknya sambil memandanginya dengan serius. “Ingat kata-kata Allah, Allah mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila mereka berdoa kepadaNya, dan memenuhi semua perintahNya, beriman dan selalu ada dalam kebenaran. Ada di Al Baqarah 186. Sekarang, pertanyaannya sudah seberapa banyak kamu benar-benar sujud padaNya, minta dalam kondisi benar-benar berharap, dan melakukan apapun permintaanNya? Allah bilang waktu tahajud adalah waktu paling baik untuk meminta. Sudah setiap malamkah kamu tahajud? Allah bilang saat kamu terdzalimi itu adalah juga saat paling makbul untuk berdoa. Saat terdzalimi kamu banyak berserah diri dan doa atau menghabiskan waktu untuk marah-marah? Allah bilang orang yang puasa itu tak mungkin tak dikabulkan doanya, apalagi saat berbuka. Sudahkah kamu rajin melakukan puasa sunnah? Bagaimana dengan berbagai ibadah lainnya? Sudah dijalankan belum?

Kamu mau punya suami hebat, sudah jadi calon istri hebat belum? Suami yang hebat itu butuh istri yang perhatian, yang rajin ibadah, yang penuh syukur, yang mendahulukan kepentingan keluarga dari kepentingannya sendiri? Nah, sudah seberapa siap kamu menjadi seperti itu?

Kamu mau kaya? Sudah seberapa banyak kamu pandai mengelola uang dan siap berbagi dengan banyak orang, agar Allah mau mempercayakan rejeki padamu untuk kamu kelola dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh sebanyak-banyak orang?

Jadilah dulu orang yang layak mendapatkan apapun yang kamu mau, lakukan apapun yang dibutuhkan, dan berserah dirilah hanya padaNya, karena Allah tahu apapun yang terbaik bagimu. Yang kamu mau belum tentu baik, malah mungkin menjerumuskanmu, tapi semua kebaikan tak mungkin tak dibalas. Pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Kamu tinggal usaha terus menjadi orang yang lebih baik lagi, berbuat lebih baik lagi dan syukuri apapun yang datang,” jawab ibunya.

Si anak termangu-mangu di pelukan ibunya. “Panjaaaaaang jalanku, Bu. Bimbing aku ya,” jawabnya dengan pelukan yang lebih erat lagi.

💐💐💐

Sukses punya rumusnya sendiri, yaitu:

BE x DO = HAVE

MENJADI x MELAKUKAN = MEMILIKI

Untuk bisa mendapatkan, kita harus menjadi orang yang layak mendapatkan hal itu dulu. Jadi “BEING” atau berusaha menjadi orang yang layak mendapatkan inilah tugas kita. Dan menjadi orang yang layak dimulai dari pikiran bahwa kita layak, kita cukup, kita berkelimpahan.

Semua dimulai dari pikiran, bahwa kita bisa, bahwa Allah sudah memberikan segalanya yang kita butuhkan untuk bisa bahagia. Kita tinggal syukuri dan bagi dengan cinta tanpa pamrih.

Inilah bagian “BE x DO” atau “MENJADI x MELAKUKAN” – yakini bahwa kita sudah punya semuanya, syukuri dan bagikan kepada alam semesta. Maka alam semesta pun akan memberikan kembali sesuai dengan apa yang kita berikan sepenuh hati kita.

Dan tugas kita selanjutnya adalah menerima dengan penuh syukur pula, tak perlu menganalisa apakah kita “mendapatkan bayaran yang layak” dari suami, pekerjaan, dan lain-lain, karena “bayaran yang layak” seringkali bukan dalam kapasitas kita untuk menilai. Allah punya penilainnya sendiri, apa yang paling kita butuhkan. Jadi kita tinggal duduk manis menerima dengan penuh syukur. Itu saja. Enak kan? Simpel?

Yuk, kita yakini dulu, kita cukup, kita bahkan sudah dilimpahiNya dengan segala karunia untuk berbagi, dan kini, bagilah. Limpahkan pula cinta tanpa pamrih kita bagi semua manusia dan alam yang dihadapkan Allah pada kita. Kalau Allah hadirkan yang menyebalkan, ya itu tugas dariNya karena Ia telah melimpahkan kita dengan berbagai karunia. Cintai saja.

 ðŸ’ðŸ’ðŸ’

Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.  QS2;186

Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832)

Referensi: Jadilah Pemimpin Kelas Formula One, Agar Anda Layak Memiliki Anggota Tim Kelas Formula One

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: