Skip to content
Advertisements

Serahkan semua pada Allah dan ajak badan, pikiran dan jiwa istirahat yuk 


Sahabat,

Banyak orang yang tanpa sadar tak pernah lagi kenal istirahat yang sesungguhnya. Semua orang merasa makin dituntut untuk mencapai tujuan dan impiannya tanpa melihat kemampuan tubuh untuk mencapainya.

Ibarat tangan menjangkau bintang, tapi badan terkoyak di tengah. Hal ini tak akan menghasilkan kesuksesan yang hakiki dalam jangka panjang. Banyak yang kemudian sakit dan akhirnya berpulang di usia muda karena penyakit-penyakit kronis.

Usia ada di tangan Allah, dan kewajiban kita adalah menjaga amanahNya yang terindah, yaitu tubuh, pikiran dan jiwa kita. Dengan menjaga semua itu insya Allah impian jadi lebih mudah dicapai secara berkesinambungan sepanjang hayat dikandung badan.

Kita simak tulisan Pak Gede Prama yuk.

– Seni Istirahat –

Kapan saja binatang di hutan mengalami luka, mereka mengobati diri mereka hanya dengan istirahat. Anehnya, tidak sedikit binatang di hutan yang sembuh melalui langkah istirahat secara sempurna dalam kesendirian dan dalam keheningan hutan. Itu salah satu pesan simbolik yang terlihat terang benderang di keheningan hutan.

Jika pesan ini dipadukan dengan pengalaman berjumpa ribuan sahabat di sesi-sesi meditasi, pesan simbolik ini ada benarnya. Setiap kali berjumpa sahabat-sahabat dengan penyakit yang sangat menakutkan, luka jiwa yang sangat dalam, bahkan ada yang sudah mencoba bunuh diri berkali-kali, di sana terlihat melalui mata mereka kalau mereka tidak pernah istirahat.

Jangankan saat berjumpa orang-orang yang melukai, bahkan saat tidur pun mereka masih dikejar oleh mimpi buruk yang berisi marah dan dendam. Sebagian bahkan bercerita kalau mereka tidak bisa tidur sama sekali. Ini semua menjadi masukan, betapa pentingnya belajar seni istirahat dalam kehidupan.

Dalam bahasa sederhana namun dalam, kenapa manusia di zaman ini suka mengira dirinya paling benar karena mengukur diri sendiri dengan ukuran diri sendiri. Alasan utama kenapa banyak orang sering terlihat salah, karena manusia mengukur orang lain dengan ukuran diri sendiri.

Ringkasnya, kegagalan untuk istirahat salah satu alasannya disebabkan karena kebiasaan tua untuk mengukur orang lain dengan ukuran diri sendiri. Perceraian, kekerasan, konflik, keluarga yang bertumbuh ke arah berbahaya, bunuh diri hampir semuanya bermuara dari sini.
Oleh karena itu, mari belajar mengukur orang lain dengan ukuran orang lain. Bukan memperkosa orang lain dengan ukuran diri sendiri. Perhatikan rumput liar di taman. Bagi tukang taman, rumput liar sangat mengganggu. Namun bagi kelinci, rumput liar adalah makanan enak.

Hal yang sama terjadi dengan anak-anak yang oleh sebagian orang tua disebut nakal. Bagi sebagian orang tua, anak-anak yang aktif dengan kegiatan begini dan begitu diberi sebutan nakal. Namun dari kaca mata anak-anak, itu cara jiwa mereka untuk belajar bertumbuh agar bisa semakin dewasa.

Suatu hari para binatang ingin mendirikan sekolah sebagaimana manusia. Mata kuliah berenang diajarkan oleh ikan. Pelajaran lari dibimbing serigala. Kursus terbang dikoordinir oleh burung. Dan setelah sekian tahun lewat, sekolahnya ditutup. Yang bisa berenang hanya ikan, yang larinya kencang serigala, yang bisa terbang hanya burung.

Pelajarannya sederhana, untuk bisa istirahat sepenuhnya dalam kehidupan sangat-sangat penting untuk menemukan ilmu “tahu diri”. Jika keinginan jauh lebih tinggi dari kemampuan, ia mudah membuat kehidupan jadi roboh. Bila keinginan lebih rendah dari kemampuan, itu namanya malas.
Dan titik istirahat yang mendekati sempurna bisa ditemukan kalau seseorang belajar menemukan keseimbangan antara keinginan dan kemampuan. Sebagaimana keseimbangan menaiki sepeda, titik keseimbangan lebih mungkin ditemukan kalau seseorang terus menerus berlatih untuk bertumbuh ke depan. Dan ciri jiwa yang sudah istirahat sederhana, semuanya terlihat sebagai tarian kesempurnaan yang sama.

(Gede Prama)

Dikirim oleh Linawati, Go Vibrant

💐❤️💐❤️

 Yuk teman-teman,

Marilah kita kenali lagi jiwa, pikiran dan tubuh kita. Jalankanlah missi hidup kita sesuai tujuanNya menciptakan kita sambil terus menjaga karunia terindahNya bagi kita: tubuh, pikiran dan jiwa kita.

Semoga Allah ridlo. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: