Skip to content
Advertisements

Kelapangan dan kesempitan hanya hadir sebentar. Seberapa mampu kita mensyukuri kehadirannya?


Allah sebutkan kita hanya hidup satu setengah jam di muka bumi, dengan hitungan akhirat. Sebentar sekali, relatif dibanding keabadian di sana kelak.

Maka semua nikmat dan karuniaNya, anak, pasangan, organ tubuh, harta, bahkan oksigen, semua hanya diberikan sebentar saja. Semua itu akan diambil tak lama lagi.

Apa rasanya mengisi yang sebentar dengan rasa syukur atas semua nikmat tersebut? Apa pula rasanya mengisi yang sebentar dengan rasa tidak terima terhadap ketidaksempurnaan mereka? Kalau ini hari terakhir mereka bersama kita, apa yang akan kita katakan pada mereka hari ini? Bagaimana kita bisa benar-benar manfaatkan hari terakhir ini?

Dan semua penderitaan, kesempitan, kanker, kesakitan, pengkhianatan, dan berbagai hal yang tak sesuai keinginan dan haapan kita, hadir hanya sebentar pula. Mereka semua akan segera berlalu.

Seberapa mampu kita sabar dan tabah dalam menghadapi kesulitan yang hanya sebentar itu? Dan kalau Allah berikan semua kesempitan itu sebagai ujian untuk naik kelas menuju surga keabadian, seberapa mampu kita mensyukuri semua itu?

Kita hidup hanya satu setengah jam. Satu setengah jam yang sangat berharga karena keabadian setelahnya ditentukan oleh kebahagiaan kita dalam satu setengah jam ini. Satu setengah jam yang dipenuhi rasa ikhlas, syukur, iman dan kebaikan akan menjadi batu istana surga. Sebaliknya rasa tidak terima, tak mau bersyukur, marah, dendam, akan membuat satu setengah jam ini sengsara luar biasa. Dan bukan tidak mungkin sengsara itu menjadi abadi.

Yuk, jangan buang waktu yuk. Prioritas, pilihlah strategi cari bekal yang efektif. Apa yang harus kita pikirkan, rasakan, katakan dan lakukan agar kita benar-benar mampu mengumpulkan bekal yang cukup? Apa pula yang harus kita hindari agar bekal tidak hilang di jalan?

Sudah seberapa banyak batu istana surga yang kita kumpulkan? Marilah kita saling bahu membahu mengumpulkannya, bantu semua yang kita cintai berkumpul dalam kebahagiaan dalam satu setengah jam di dunia dan selamanya di akhirat.

Apa lagi yang harus kita lakukan dengan lebih baik, lebih sering, lebih disiplin, untuk bisa manfaatkan waktu yang sedikit ini demi ridloNya dan surgaNya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: