Tidak usah berhitung dengan kebaikan, percaya saja Sang Maha Baik akan menghitungnya dengan caraNya

Banyak orang suka menahan tangan untuk berbagi. Ada yang tak percaya orang yang dibagi itu layak menerima, ada yang merasa sayang uang, ada yang tak merasa punya apa-apa.

Padahal apapun yang kita terima dariNya sesungguhnya Allah berikan untuk dibagi, bukan untuk diri sendiri. 

Dan Allah itu Maha Menghitung sekaligus Maha Balas Budi. Jadi tak usahlah kita menghitung, biarkan Sang Maha Baik yang menghitung.

Seperti kisah di bawah ini. Kita simak yuk.

🍐🍊🍐🍊🍐🍊

Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit. 

Seorang pemuda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu. 
Pemuda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring. Pemuda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.

Orang yang melihat pasti mengira anak itu anaknya. Padahal bukan. Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal Bapak tersebut. 

Suatu hari saat Pak Tua masih muda ia melihat anak itu menangis setelah kematian ayahnya. Bapak itu pun menghiburnya, dan membelikan permen untuknya. Setelah itu ia tidak pernah lagi berbincang dengannya.

Kemudian ketika anak itu tahu kalau tetangga yang baik hati itu hanya tinggal berdua saja dengan istrinya, ia pun berkunjung setiap hari untuk memastikan kami baik-baik saja. Ketika kondisi fisik si Bapak  mulai menurun, anak ini mengajak Pak Tua dan istri tinggal di rumahnya, lalu secara rutin membawa Bapak ini ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan.

Saat ditanya, “Nak, mengapa engkau menyusahkan diri mengurus kami?”

Sambil tersenyum anak itu menjawab, “Manisnya permen masih terasa di mulut saya, Pak.”

🍐🍏🍐🍏

Teman,

Kalau saja orang tua ini dulu banyak berhitung, atau curiga, atau apalah yang membuatnya enggan berbaik hati pada anak ini, mungkin tak akan ada teman yang menemaninya di masa tua.

Jadi, tidak perlu hitungan ya. Allah sudah baik sekali pada kita semua. Itu saja sudah cukup jadi alasan berbuat baik tanpa pamrih pada semua orang.

Balasannya, itu urusan Allah, tak perlu kita fikirkan. Dan kebaikan Allah itu lebih dari kebaikan siapapun yang ada di muka bumi, jadi percaya saja.

🍏🍐🍋🍊

Terinspirasi kisah kiriman Bu Silvani Hanara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s