Jangan sibuk salahkan orang atau kondisi, ambil inisiatif mengatasi masalah dan belajar dari setiap masalah


Dulu waktu aku muda (aih, sekarang juga masih muda kan? Hehe), aku suka masak mie rebus telor. Nah apa yang harus dilakukan kalau sampai kelamaan dan air pun luber?

Lap luberan air nya atau matikan api nya?
Jelas matikan api nya kan?
Atasi masalah dari sumbernya.

Nah lucunya, dalam mengatasi berbagai permasalahan, kita suka sibuk dengan hal yang bukan sebab utama.

Ada masalah, kita cari orang lain yang bisa disalahkan. Kita jadi tidak tahu dalam hal apa kita bisa belajar dari permasalahan itu dan menjadi lebih baik.
Kita juga suka denial, menolak bahwa ada masalah. “Nggak apa-apa kok, rugi juga gapapa,” sekali lagi kita jadi tidak belajar.
Dan satu lagi, cari-cari alasan. “Ini gara-gara krisis kita jadi rugi begini. Maklumlah, lagi krisis.” Padahal banyak yang dalam kondisi krisis malah sukses.

Coba kita cari sumbernya di diri kita sendiri. Bertanyalah:
Apa yang bisa kita lakukan dalam hal ini?
Apa yang ada dalam kontrol kita untuk bisa membuat kondisi lebih baik?
Kira-kira siapa saja yang bisa aku mintakan bantuan atau aku berdayakan untuk mengatasi masalah ini?

Jadi dengan mencari solusi langsung dalam diri kita, kita bisa tumbuh bersama masalah, belajar mengatasi masalah dari dalam, dan akhirnya menjadi lebih baik, berkat adanya masalah.
Itulah dia “mematikan api” sehingga kita bisa mengatasi masalah karena mencari apa yang ada dalam kontrol kita, bukan menyalahkan orang, atau cari alasan.

Kata Stephen Covey, itulah beda orang sukses dan orang gagal. Orang sukses punya rumus OAR: Ownership, Accountability, Responsibility.
Mereka ambil masalah menjadi milik mereka, ambil tanggung jawab dan inisiatif mengatasi masalah tersebut sehingga masalah teratasi dengan baik dan mereka pun jadi belajar. Masalah pun berubah menjadi berkah.

Orang gagal punya rumus BED: Blaming, Excuses, Denial. Terlalu berat bagi mereka untuk mengambil tanggung jawab dari apa yang ada. Mereka tidak merasa mampu maka mereka menyalahkan orang lain, menyalahkan kondisi dan mencari alasan.

Yuk, kita pilih jadi orang sukses yuk.
Apalagi masalah yang perlu kita jadikan berkah dengan mengambil tanggung jawab dan mencari solusi yang ada dalam kontrol kita?
Kalau ada mentor di sebelah kita, kira-kira apa pesannya?
Siapa yang pernah juga menghadapi kasus serupa dan berhasil mengatasinya dengan baik?
Kalau ia ada di sini, apa masukan yang akan ia berikan?
Apa yang bisa kita pelajari dari apa yang ia lakukan?
Bagaimana kita bisa melakukannya dengan lebih baik?

Bismillah ya.
Semoga Allah ridlo memberikan kita kesuksesan ke depan.
Aamiin.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s