Sumber karunia Tak pernah disyukuri. Sumber masalah dicari-cari 

img_2572

Teman-teman,

Ada seorang dermawan yang dari atas gedung menebar uang. Di bawah gedung, berkerumun banyak orang yang sibuk. Mereka saling berebut memunguti uang yang berserakan tanpa ada yang peduli dari mana uang itu berasal. Boro-boro terima kasih.

Suatu saat, Sang Dermawan naik lagi ke atas gedung tersebut dan kali ini beralih menebar kerikil-kerikil kecil ke dalam kerumunan orang yang ada di bawah. Sontak terjadi keramaian. Ada yang terkena di kepala, bahu, tangan, punggung dan anggota tubuh lainnya. Mereka panik dan marah, menengadah ke atas berusaha mencari tahu siapa yang menjatuhkan kerikil.

Itulah sikap dari kebanyakan manusia, karunia jarang disyukuri, bahkan tidak disadari, dan ucapan terima kasih menjadi barang langka. Sementara masalah benar-benar diperhatikan, dicari sumbernya, dibesarkan. Manusia hanya mau menerima yang baik dan tak mau menerima yang buruk.

Padahal hidup ini satu paket, baik dan buruk, senang dan susah, menjadi satu kesatuan tak terpisahkan. Hal buruk menjadi syarat terjadinya hal baik, hal baik pun menjadi asal muasal hal buruk. Semua seperti roda. Yang mau dapat yang baik harus mau pula mendapat yang buruk.

Mintalah padaNya jalan orang-orang yang dicintaiNya, yang dilimpahkan rahmat dan karunia olehNya. Maka jangan kaget kalau Allah berikan jalan yang sungguh sangat sulit, sangat penuh cobaan, sangat besar tantangannya.

Mintalah padaNya kebesaran dan kebaikan dunia akhirat. Maka jangan kaget kalau Allah berikan musuh yang banyak, kedzaliman bertubi-tubi, pengkhianatan di mana-mana. Karena itulah syarat menjadi “besar” yang sesungguhnya.

Mintalah padanya keluarga yang membahagiakan. Jangan kaget kalau sebelumnya kita diuji dengan banyak teman yang egois, yang seenaknya sendiri, yang tak bisa diberi tahu. Memang itu pelajarannya agar kita menjadi orang tua dan pasangan yang mampu membangun keluarga bahagia.

Syukurilah semua ujian dan bencana karena syukur adalah kunci agar semua ujian dapat menjadi berkah karunia yang manis di dunia dan akhirat.

Mulailah dengan yang ada dalam diri:
-jantung yang berdetak
-paru-paru yang kembang kempis
-tangan yang bisa ambil gelas

Dan yang ada di luar diri:
-angin sepoi-sepoi
-udara yang nikmat
-matahari yang hangat

Dengan menyadari bahwa semua itu tidak diberikan kepada semua orang, apa yang kita harus katakan kepadaNya?

Dan semua sel dalam tubuh akan sangat berterima kasih, karena rasa syukur menyehatkan mereka dan keluhan kita menyakiti mereka.

Jadi, apa lagi yang masih harus kita syukuri hari ini?

💐💐💐

Terinspirasi kiriman pesan dari Bu Irawati SSQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s