Skip to content
Advertisements

Punya masalah? Jangan mengeluh, atau curhat. Masalah malah makin besar. Ganti dengan Alhamdulillah.

img_0656

Saat kita punya masalah, biasanya pikiran kita memutar sebuah film drama dalam pikiran kita. Kadang drama ini ditambah bumbu saat ini. Yang tadinya tidak besar, makin besar saat drama ini kita bahas di dalam pikiran kita. Pikiran kita bisa lho menjadi sutradara sinetron yang sangat hebat. Seringkali sinetron di TV kalah dengan pikiran kita.

Dan begitu kita mengeluh dan curhat pada orang lain, drama ini kita mainkan kembali. Bahkan seringkali drama ini kita bumbui dan pendalaman penghayatan, perasaan, yang makin nyata terasa. Sinetron akan makin kaya dengan bumbu. Dan seringkali orang yang menjadi tempat kita curhat pun menambah lagi bumbu sehingga drama kita makin yahud.

Coba lihat kehidupan orang yang suka mengeluh dan curhat mengenai masalahnya yang luar biasa hebat. Bahagiakah mereka? Jarang sekali.
Menurut mereka hidup mereka penuh dengan masalah. Setiap kali mereka mengeluh penderitaan mereka makin besar. Lihat wajahnya. Tidak ada pengeluh yang terlihat segar, bahagia, cantik cerah ceria. Lihat badannya, tidak ada pengeluh yang benar-benar sehat segar bugar. Setiap keluhan membuat mereka makin tertunduk, bungkuk ke bawah.

Coba cek dengan tes kinesiologi. Saat orang mengeluhkan masalah atau curhat, ototnya akan melemah, organ tubuhnya pun makin lemah. Cek paru-paru, kesedihan mempengaruhi paru-paru. Dan tes orang yang mendengarkan keluhan. Tubuh mereka pun akan melemah. Ada pula riset yang mengatakan mengeluh dan mendengar keluhan itu menurunkan IQ. Nah lho.

Coba sekarang setiap kali kita punya masalah, kita stop dramanya sejak ada dalam pikiran. Langsung ganti semua keluhan dengan “alhamdulillah, bagus itu.”

Pulang dari dokter, yang bilang kita kanker? “Wah, alhamdulillah banget, bagus itu. Allah sedang menyiapkan program training khusus bagiku, agar aku lebih suci, dosaku dihapus, dan aku bisa makin pintar soal kanker. Alhamdulillah.”

Didzalimi di kantor? “Wah, alhamdulillah, bagus itu, aku bisa merasakan kedzaliman. Doaku makin makbul sekarang. Semoga Allah berikan apapun yang terbaik bagi kantor ini, bagi seluruh karyawannya dan bagiku. Kabulkanlah ya Allah, karena Kau selalu mengabulkan doa orang yang terdzalimi.”

Suami di PHK? “Alhamdulillah, bagus itu, sekarang kesempatanku memberi sedekah pada keluarga. Wah, orang yang sudah meninggalpun ingin kembali ke dunia untuk bersedekah. Kini aku sedekah banyak sekali untuk keluarga.”

Ganti drama dalam pikiran dengan Alhamdulillah dan doa. Begitu kita bilang “alhamdulillah, bagus itu,” otak akan mengikuti dengan mencari berbagai kemungkinan yang bisa disyukuri.

Syukuri dulu masalah itu. Kalau sudah yakin bahwa masalah sudah berubah jadi berkah, karunia yang kita syukuri dalam pikiran, baru bisa cerita ke orang lain. Kita tidak mendzalimi tubuh dengan keluhan kita dan tidak mendzalimi pendengar keluhan kita. Kita akan menginspirasi siapapun pendengar kita. Tubuh kita akan makin tegak dengan semua syukur kita. Wajah kita makin sumringah, makin cerah, bersinar, ceria, makin cantik atau ganteng. Pintu rejeki makin besar terbuka, keberuntungan makin banyak. Alhamdulillah. Indahnya dunia. Besarnya nikmat dan karuniaNya. Masya Allah…

Yuk, ah, keluhan apa yang bisa kita ganti dengan syukur hari ini?

Advertisements

3 Comments »

  1. Dicerai suami dan menjadi singgle parent?? Alhamdulillah,, waktunya untuk sepenuhnya membahagiakan orang tua yang sudah terabaikan saat kita berstatus sebagai istri,, dan rejeki Alloh akan semakin berlimpah karena waktunya untuk besedekah untuk keluarga

    Like

  2. Dicerai suami dan menjadi singgle parent?? Alhamdulillah, bagus itu. Saatnya fokus untuk membahagiakan orang tua yang sudah terlupa disaat kita berstatus sebagai istri, dan waktunya bersedekah untuk keluarga. Rejeki Alloh yang diberikan akan semakin besar disaat kita menjadi tulangpunggung dan Alloh akan memenuhi semua kebutuhan kita. Aamiin,,,,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: