Hati-hati mengkafirkan orang lain. Siapa tahu ia lebih baik di mataNya daripada kita


Seorang remaja putra marah-marah di group WA”Kafir semua, kafir. Kalian semua tak ikut demo, di mana iman kalian? Agama sendiri diinjak-injak dan kalian diam-diam saja, tidak ikut demo?”

Anggota group yang kebetulan tidak seagama mulai jengah. Group ini kebetulan group yang isinya bermacam-macam agama. Tidak enak rasanya disebut-sebut “kafir” seperti itu.

Kakaknya kebetulan ada dalam group yang sama. Ditariknya adiknya, “Maksudnya siapa yang kafir? Seberapa besar kemungkinan orang yang tidak ikut demo artinya kafir dan kurang iman? Kalau ada dokter yang sangat beriman dan sedang mengoperasi pasien yang sekarat, sehingga tidak ikut demo, pasti tidak beriman? Bagaimana dengan ibu yang harus mengurus anaknya sekolah?”

“Ya belum tentu sih. Tapi mereka diam saja,” jawabnya terus.

“Apakah kamu tahu persis mereka diam? Kakakmu ini juga banyak diam saja lho. Seberapa besar kemungkinan kakakmu ini kurang iman?”

“Capek aku bicara sama kakak. Huuh, pengecut,” serunya kesal, tapi ia tak bisa jawab karena kakaknya lebih rajin ibadah daripadanya.

“Coba kamu jadi kakak, pekerjaan tidak bisa ditinggal, istri sakit. Kalau kamu seperti kakak, apakah kamu juga kurang iman?”

Adiknya diam bersungut-sungut.

“Aksi damai sudah berjalan dengan sangat baik dan damai. Mereka mewakili semua umat. Ustad-ustad yang ikut pun tidak banyak marah-marah dan tidak mengkafirkan siapapun. Mereka sangat santun dan tertib selama menjalankan aksi damai. Berapa besar kemungkinan mereka kurang iman?

Coba kamu bayangkan kamu jadi seorang ulama Mekah, melihat ada orang seperti kamu yang mengkafir-kafirkan orang lain, dan menyaksikan para ustad menggelar aksi damai dalam kondisi yang sangat tertib tanpa marah dan mengkafirkan orang lain. Kira-kira apa kata mereka? Seberapa besar kemungkinan mereka merasa ustad-ustad ini kurang iman dan mendukung kamu mengkafirkan mereka yang tidak ikut demo?”

Si adik mulai terdiam. Mukanya berubah.

“Seandainya.. seandainya Rasulullah saw ada di sini. Rasulullah saw yang setiap hari menyuapi pengemis Yahudi, yang menjaga agar semua penduduk Mekah tidak diganggu saat kota Mekah berhasil diduduki, pemimpin perang yang lemah lembut pada lawan-lawannya, bahkan tak mau menurunkan keburukan para mereka yang menghinanya di Thaif. Kira-kira apakah Rasulullah saw akan mengkafirkan mereka yang tak berdemo?”

Kini si adik benar-benar tercenung.

“Dan bayangkan di Hari Pembalasan, kalau kamu harus pertanggung jawabkan hal ini di hadapanNya, kira-kira bagaimana kamu dapat membela pengkafiran ini, sementara Rasulullah saw sudah mengingatkan untuk tidak melaknat saudaranya? Bukan tidak mungkin mereka bersih dari kekafiran di mata Allah.

Bagaimana kalau banyak orang yang percaya padamu dan ikut mengkafirkan mereka di kemudian hari, bahkan sampai kamu meninggal? Apakah kamu mau menanggung dosa mereka yang terinspirasi hinaanmu timbulkan?”

Kini si adik memeluk kakaknya. “Astaghfirullah.”

Sahabatku,

Janganlah mudah mengkafir-kafirkan orang lain. Bahaya sekali. Rasulullah sudah mengingatkan:

“Kalau orang mengkafirkan sesamanya, maka kekafiran itu kembali kepada yang mengatakannya.” HR Muslim

“…barangsiapa yang memanggil seseorang dengan panggilan “kafir” atau “musuh Allah” padahal dia tidak kafir, maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh.” HR Bukhari

“Dan melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhnya, dan menuduh seorang mukmin dengan kekafiran adalah sama dengan membunuhnya.” HR Bukhari

Yuk, kita hormati orang lain. Saling ingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Jangan sampai melaknat orang lain. Bisa jadi perhitungannya berat di mata Allah.

Semoga kita bebas dari hal-hal seperti itu. Aamiin.

Sumber:

Jangan Mudah Mengkafirkan Sesama Muslim,. Resikonya Sangat Berat

Larangan Mengkafirkan Sesama Muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s