Jadi manusia cerdas di tengah riuh rendah media yuk


Demokrasi media membuat manusia menjadi seperti orang-orang buta yang mengelilingi seekor gajah. Ada yang bilang gajah kecil karena pegang ekornya. Ada yang bilang gajah panjang seperti ular karena pegang belalainya. Ada yang bilang gajah itu tembok karena pegang badannya. Semua yakin dengan pendapatnya dari apa yang dipegangnya, Tak banyak yang mau berfikir sejenak untuk melihat dari berbagai sisi sebelum buat kesimpulan. Apalagi yang benar-benar ikhlas, menjaga ketenangan jiwa dengan menikmati, mensyukuri tanpa merasa harus pusing menganalisa.

Itulah manusia saat ini.

Apapun tulisan, video, gambar yang sesuai emosi pribadi sering dipercayai 100% bahkan kadang memang diciptakan sendiri, disebar tanpa berfikir lagi. Semua orang harus percaya pada apa yang ia percayai, padahal belum tentu benar.

Dan bahaya sekali kalau si buta berteriak-teriak gajah itu seperti ular yang punya bisa beracun dan membahayakan. Orang-orang buta lain bisa membabi buta menembaki si gajah yang anteng diam tak bersalah.

Hati-hati dalam membaca, mendengar, mengkonsumsi berita. Tanpa tahu benar dengan pendalaman yang baik mengenai suatu masalah kita adalah orang-orang buta di sekeliling si gajah. Kita tak tahu persis jadi jangan sok tahu. Kalau kita belum pernah mundur sebentar untuk mendengar dari pakar yang obyektif, menguasai permasalahan tanpa punya kepentingan dalam hal itu, kita belum layak menyebar cerita atau berita dan membangun opini yang belum tentu benar.

Opini bisa menyeret seseorang menjadi tersangka dan akhirnya mati. Mati di tiang gantungan, mati dengan hancur namanya di ruang-ruang gossip, mati karena tamat karirnya, hancur keluarganya. Dan belum tentu ia bersalah. 

Hati-hati dengan “kebenaran” versi berbagai pakar sekalipun karena kebenaran bisa berbeda bagi mereka yang punya kaca mata berbeda.

Teruslah bertanya sebelum menyebar berita, apakah benar? Apakah baik? Apakah dapat dipertanggungjawabkan? Apakah dengan melakukan hal ini aku bisa menabung pahala? Yakinkah hal ini tidak membuatku menjadi pembunuh? Pemfitnah?

Hati-hati dengan dosa jariah dari semua yang kita sebar. Suatu hari kita harus pertanggungjawabkan kebenaran, kebaikan, manfaat dan kebaikan dari semua kata-kata kita, chat kita, broadcast kita.

Kira-kira yakinkah yang kita katakan dan kita sebar membawa ridloNya?

Kalau tidak, cari yang sudah pasti Allah ridlo sajalah. Yang pasti bawa manfaat dan berkah. Yang bisa menginspirasi pembacanya dan membantu mereka jadi manusia yang lebih baik. Yang mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Yang menyembuhkan dan menenangkan jiwa, yang membawa cahaya dan keberkahan.

Karena banyak sekali manusia rugi dalam hal waktu. Semoga kita tidak rugi waktu dengan menyebar hal-hal yang tidak membawa kita ke dalam surgaNya.

Aamiin.

4 thoughts on “Jadi manusia cerdas di tengah riuh rendah media yuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s