Skip to content
Advertisements

Kasihilah mereka yang menghinamu seperti Rasulullah mengasihi pengemis Yahudi 


Sahabat,

November ini Jakarta menyaksikan sebuah demo yang amat sangat damai dan tertib. Teman-teman dan suamiku yang kebetulan hadir mengatakan bahwa suasananya seperti haji. Berkumpulnya para saudara dari berbagai makhtab. Memang menjelang malam sempat ada insiden yang tidak mengenakkan. Tapi secara keseluruhan tetap lebih dominan damai dan tertibnya.

Indah.

Kita tak bisa tinggal diam apabila ada yang harus ditegakkan. Yang harus diperhatikan adalah caranya. Bagaimana kita sebagai bangsa beradab bisa tegas dalam kebaikan, keras dalam keadilan, dan tetap mejadi pembawa rahmat Allah ke seluruh penjuru semesta.

Kita simak yuk kisah pengemis Yahudi yang setiap hari menghina Rasulullah dan dilayani penuh kasih oleh Rasulullah saw sampai akhir hayat.

💐❤️🇮🇩💐❤️🇮🇩

Setiap hari Rasulullah saw selalu memberi makan seorang pengemis Yahudi di pasar deket rumah beliau. 

Yahudi itu buta dan ompong, maka sebelum disuapkan oleh tangan, Rasulullah saw mengunyah kurma itu sampai dirasa kurma itu dapat ditelan Yahudi itu dengan segenap kasih sayang.

Sang pengemis tak kenal siapa yang menyuapinya. Setiap hari, ia menghina Rasulullah saw, juga saat Rasulullah saw menyuapinya. 
Hingga suatu hari Rasulullah saw meninggal dunia. Sayidina Umar bertanya pada Siti Aisyah, amalan apa yang sering dilakukan beliau?  Aisyah menjawab Rasulullah selalu memberi makan kurma pengemis Yahudi di sudut pasar. 
Segeralah Umar membeli kurma dan menghampiri pengemis Yahudi itu. Tapi saat mendengar pengemis itu mencaci maki Rasulullah saw sedemikian kasarnya, Umar berfikir pasti bukan pengemis yang ini.

Setelah dicari tak ada lagi pengemis lain, maka dengan langkah gontai Umar pun mendekati pengemis itu. Saat merasa ada yang mendekati, pengemis itu berujar “kemana aja kamu beberapa hari ini tak datang. Aku sudah lapar.”

Tanpa bicara, Umar menyuapi pengemis itu. Alangkah kagetnya Umar saat pengemis itu membuang kurmanya sambil berkata “Kamu bukan orang itu. Sebelum menyuapiku ia selalu mengunyah dulu kurmanya karena tahu aku tak punya gigi.” 

Dengan sedih Umar berkata, “Ya benar aku bukan yang biasa menyuapimu, aku hanya ingin meneruskan amalan yang biasa dilakukannya, karena ia sudah meninggal. ”

“Lalu siapakah dia?” tanya pengemis itu. Umar menjawab “Dialah Muhammad yang selalu kau cacimaki setiap hari, nabi Dan rasul terakhir yang diutus Allah swt.”

Mendengar jawaban Umar, seketika pengemis itu histeris, sampai Umar pun kewalahan untuk menenangkannya. Setelah pengemis itu tenang, ia pun mengucapkan 2 kalimat syahadat.

🇮🇩💐❤️

Sahabatku,

Marilah kita terus menyebar kebaikan. Dari kebaikan dan rahmat itulah kita bisa memenangkan banyak hal, seperti yang dikisahkan di atas.

Yuk, kita sebar terus keberkahanNya ke segenap penjuru semesta yuk. Karena itulah tujuan Allah menciptakan kita, sebagai penerus rahmatNya, rahmatan lil alamin.

Tegaslah, tegakkan keadilan, dan jangan lupa lakukan semua dalam kerangka Rahmatan lil alamin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: