Allah memanggil kita melalui orang yang sakit, lapar dan haus. Seberapa banyak kita jawab panggilanNya?


Sahabat,

Hadits ini bagus sekali untuk kita renungkan:

Rasulullah saw bersabda: 

Allah Taala bertanya, “Hai anak Adam! Aku sakit, mengapa kamu tidak menjengukKu?” 

Jawab anak Adam; “Wahai Rabbku, bagaimana mengunjungi Engkau, padahal Engkau Tuhan semesta alam?” 

Allah Ta’ala berfirman: “Apakah kamu tidak tahu bahwa hambaKu si Fulan sakit, mengapa kamu tidak mengunjunginya? Apakah kamu tidak tahu, seandainya kamu kunjungi dia kamu akan mendapatiKu di sisinya?” 

“Hai, anak Adam! Aku minta makan kepadamu, mengapa kamu tidak memberiKu makan?” 

Jawab anak Adam; “Wahai Rabbku, Bagaimana mungkin aku memberi engkau makan, padahal Engkau Tuhan semesta alam?” 

Allah Ta’ala berfirman: “Apakah kamu tidak tahu, bahwa hambaKu si Fulan minta makan kepadamu tetapi kamu tidak memberinya makan. Apakah kamu tidak tahu seandainya kamu memberinya makan niscaya engkau mendapatkannya di sisiKu?” 

“Hai, anak Adam! Aku minta minum kepadamu, mengapa kamu tidak memberi-Ku minum?” 

Jawab anak Adam; “Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi Engkau minum, padahal Engkau Tuhan semesta alam?” 

Allah Ta’ala menjawab: “HambaKu si Fulan minta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum. Ketahuilah, seandainya kamu memberinya minum, niscaya kamu mendapatkannya di sisiKu.”

HR Muslim

Sahabatku,

Dunia diciptakan dengan kondisi manusia berbeda-beda. Banyak orang bilang tidak adil. Mereka bahkan marah kenapa Allah membeda-bedakan kondisi?

Bukan tidak adil, tapi Allah ingin menjadikan sekelompok orang sebagai jalan surga bagi yang lain.

Allah ingin menguji hambaNya melalui sekelompok manusia istimewa di sisiNya. Dalam hadits ini mereka adalah orang yang sakit, lapar dan haus.

Nah jadi, marilah kita menjadi manusia yang sehat kuat lahir batin, agar kita mampu menyambangi mereka yang sakit.

Kalau kita sendiri sakit, lemah, galau tak henti, banyak mengeluh, bagaimana kita bisa banyak bermanfaat membantu yang sakit? Salah-salah kita membuat mereka makin sakit.

Capailah kesejahteraan, sehingga kita bisa memberi makan dan minum sebanyak-banyaknya mereka yang kelaparan kehausan. Kalau tak sejahtera, sulit. Prioritas tetap ada di keluarga sendiri.

Nah, dengarkan panggilan Allah ini sebelum kita dipanggil di akhir hayat nanti. Bangun kesehatan dan kesejahteraan untuk menjawabnya. Dekati Allah dengan berlari, maka Allah pun akan mendekati kita dengan lari tang lebih kencang.

Bismillah ya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s