Awali hari dengan hati bahagia agar bahagia hadir sepanjang hari 


Ada dua gadis kembar, Marina dan Marisa. Keduanya sangat mirip sampai teman-temannya pun sulit membedakan keduanya. Mereka sama-sama cantik, suka jenis baju yang sama, pelajaran yanga sama, memiliki selera yang sama dan tak terpisahkan.

Suatu hari sebuah perusahaan riset perilaku ingin menguji dampak mood pada pengambilan keputusan mereka berdua. Maka mereka ditempatkan di sebuah hotel dalam kamar berbeda, diberikan musik dan film yang berbeda untuk memulai hari. Selama beberapa hari mereka tak boleh bertemu.

Marina diberikan film dan musik yang mellow, sendu, mendayu, mengenai pasangan-pasangan yang sedang putus cinta, broken home dan berbagai drama lain.

Marisa diberikan film dan musik yang ceria, gembira, penuh semangat, mengenai keberhasilan, kesuksesan dan motivasi.

Lalu keduanya diberikan uang untuk berbelanja dan kembali melakukan aktivitas rutin.

Ternyata Marina yang selama beberapa hari menikmati lagu dan film penuh drama, menjadi kurang “mood” saat diajak berbelanja. Ia pun tak tampak seceria biasanya. Dan dalam beberapa hari ia bingung, kenapa ia menjadi tak bersemangat. Ia merasa teman-temannya tak seperti biasanya. Ia pun merasa terkucil, dan akhirnya berkesimpulan ia “tak lagi dicintai” oleh teman-temannya.

Sebaliknya Marisa, yang mengawali hari dengan musik dan film yang gembira, merasa ceria sepanjang hari. Ia lebih menikmati proses belanja, proses bergaul dan belajar. Teman-temannya pun gembira mendapatinya begitu menyenangkan. Setelah beberapa hari ia tercengang, dan merasa menjadi manusia yang sangat beruntung.

Bicara soal keberuntungan, kira-kira yang mana yang bisa lebih menarik banyak kemungkinan berkembang, ditawari kesempatan-kesempatan belajar, dan membangun jaringan lebih baik? Yang merasa sengsara dan tidak dicintai atau yang merasa gembira, bahagia, bersyukur dan  merasa beruntung?

Biasanya Allah akan lebih memberikan karunia pada mereka yang banyak bersyukur, bukan?

Dari percobaan ini kita dapat melihat bahwa apa yang kita lakukan di pagi hari dapat menentukan suasana hati dan akhirnya keberhasilan di hari itu.

Kalau hal ini kita jadikan kebiasaan, maka hal inilah yang membangun karakter dan rejeki kita di masa depan.

Itulah sebabnya, kita usahakan yuk membuka hari dengan tahajud, subuh, menyerahkan dulu semua padaNya, berdoa untuk hari yang indah. Lalu keluarkan hormon bahagia dengan senyum dan olah raga ringan. Lalu nikmati pagi dengan hal-hal yang menggembirakan hati. Tak ada yang bisa mengendalikan apa yang ada di luar, jadi apapun yang ada, syukuri saja. Senyum, katakan “Bagus itu!” untuk segala hal dan syukuri.

Di Hanara kami diajarkan untuk mengucap janji syukur dan bahagia. Kami diajarkan pula metode-metode memenuhi janji itu. Dan dengan syukur dan bahagia itulah sel-sel tubuh kami bervibrasi secara positif, menjadi lebih sehat dan menyembuhkan.

Yuk, kita atur strategi untuk bisa terus bahagia, gembira dan penuh syukur di pagi hari agar hari kita lebih indah, karakter kita lebih baik dan akhirnya hidup kita pun penuh rejeki dariNya.

Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s