Teruslah Bekerja Untuk Indonesia Yang Jaya Di Dunia. Selamat Hari Sumpah Pemuda

Sumpah pemuda

Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda


Selamat hari Sumpah Pemda

Bisakah kita bayangkan, kalau Bahasa Indonesia menjadi bahasa dunia? Kalau orang Jepang yang taat katakana menghafal ucapan dan sambutan dalam bahasa kita? Kalau orang Arab berlomba-lomba memasang petunjuk jalan dalam Bahasa Indonesia? Kalau orang Perancis memasang penjelasan barang dan harga gantungan kunci mereka dalam bahasa kita dan tanda ‘Rp’? Kalau anak-anak Amerika bisa menyanyikan Nina Bobok? Bisa terbayangkah?

Pada saat itu kota-kota besar dunia telah dipenuhi oleh orang-orang Indonesia yang makmur gemah ripah loh jinawi, untuk berdagang, berbisnis, berinvestasi, atau sekedar belanja dan membangun hidup. Rupanya orang-orang ini tidak semuanya bisa bahasa Inggris, Jepang atau Perancis, sehingga para pedagang, para pengusaha, para pencari modal yang berebutan ingin didatangi dan ditoleh oleh orang Indonesia berupaya keras untuk bisa bahasa Indonesia.

Pada saat itu universitas-universitas Indonesia menjadi pusat rujukan kemajuan peradaban dunia. Dan mata pelajaran diajarkan dalam bahasa Indonesia, sehingga penting sekali belajar bahasa Indonesia dan belajar berbagai sistim yang diciptakan kakek nenek kita.

Pada saat itu prestis sekali kalau anak kecil bisa bahasa Indonesia, karena artinya mereka adalah anak masa depan… penerus generasi yang sadar globalisasi, siap menyongsong peradaban dunia yang berpusat di Tanah Indonesia.

Pada saat itu nasi kapau, sayur asem dan ayam rica-rica ada di ginza, Champs Elisees, 42nd st dan berbagai pusat gengsi lainnya, ditulis oleh penulis kuliner top dunia, dan makan karedok adalah bagian dari gaya hidup dunia.

Twin Towers dulu dibangun oleh sekelompok orang yang membayangkan dua buah tower sebagai pusat perdagangan dunia. Dan ‘bayangan’ tersebut menjadi kenyataan. Eifel dapat kita nikmati berkat sekelompok orang yang ingin Paris menjadi pusat atraksi dunia. Dan keinginan tersebut menjadi kenyataan.

Kemapuan kita membayangkan adalah awal dari mimpi kita, dan mimpi adalah awal segala daya upaya kita di dunia fana ini.

Impian tersebut dapat diwujudkan oleh kita, yang sedang membaca tulisan ini. Jangan gantungkan impian pada orang lain. Bukan pada para pejabat yang kerap kita jadikan kambing hitam dari diamnya kita, bukan pula para koruptor yang kerap kita caci maki dan membuat waktu kita habis untuk mulai bermimpi dan berupaya memulai kerja mulia.

Tidak mungkin?
Mustahil?
Angan-angan?
Coba lihat bagaimana anak-anak Australia faseh menyanyikan Indonesia Raya:

Dan film-film Indonesia yang sukses di luar negeri:

Dan orang-orang Swiss bernyanyi Desaku:

Siapalah kita untuk menentukan masa depan dan berkata mustahil? Kita semua hanyalah hamba Allah yang disuruh untuk membawa rahmat bagi segala umat. Dan hasilnya Allah jugalah yang menentukan. Telah diciptakanNya galaksi yang makro sampai atom yang mikro, yang semua berputar hanya untukNya. Mengubah nasib suatu bangsa hanya seperti membalik telapak tangan bagiNya, apabila bangsa tersebut mau bekerja dan berdoa menengadah padaNya. Apa yang tak mungkin bagiNya? Beranikah kita berkata tak mungkin?

Tanpa usaha kita semua itu memang tidak mungkin. Tanpa kegigihan kita sendiri mengangkat harkat martabat bangsa, memang semua mustahil. Kalau lebih banyak masyarakat yang pesimis dan terus menerus meragukan banga sendiri, memang tak akan terwujud.

Tinggal mulut kita yang menjawab, otak kita yang berputar dan tangan kita yang bekerja. Hidup kita tak lama lagi di dunia ini. Sudahkah kita menjadi rahmat bagi alam? Setidaknya bagi bangsa?

Marilah kita mulai membayangkan, mulai bermimpi, mulai mengajak orang lain turut bermimpi, dan kalau tak ada yang lain yang ingin bermimpi, mari kita mulai kerja mulia kita. Karena setiap detik kita berusaha membawa kebaikan, Allah akan mencatat ponten akhirat kita…. Dan hidup kita tak lama lagi.

Berhenti berkata tak mungkin dan mulai katakan, “Ya, itu semua mungkin. Yuk kita wujudkan.” Karena keyakinan kitalah yang akan mewujudkan realita masa depan, dengan izinNya.

Selamat membayangkan! Selamat bekerja.. selamat menyampaikan pesan ini sampai cukup banyak orang membuat tulisan ini menjadi kenyataan. Hanya anda yang bisa!

Catatan Sumpah Pemuda 2008-2016.
Catatan ini pertama kali kutulis tahun 2008 dan kusempurnakan di tahun 2016.
Impian ini akan terus kunyalakan, selama hayat dikandung badan. Demi cintaku pada ibu pertiwi, dan demi pertemuan denganNya.
Bismillah.
Image: http://m.bintang.com/lifestyle/read/2351011/13-tokoh-penting-sumpah-pemuda-yang-harus-selalu-kamu-ingat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s