Seringkali untuk membawa kita sukses, Allah harus hadirkan tantangan dan ujian maha berat. Kesuksesan adalah kelulusan yang bertingkat.


Sahabat blog,

Di bawah ini adalah sebuah renunangan dari sahabatku, Mbak Novi, yang sangat bagus dan memotivasi. Kita simak yuk.

 ğŸ’ğŸŒ»ğŸ’ğŸŒ»

Malam ini saya menonton video SBDKK (Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika). Ibu Kartika adalah owner dari baju muslim anak2 dengan brand Keke.

Luar biasa hikmah yang saya lihat lewat wawancaranya dengan Dewa Eka Prayoga, seorangg Affiliate Marketting yang juga penulis delapan buku laris. Yang terakhir buku yang langsung terjual 15.000 buku sebelum di launch. Bukunya belum ada, orderannya sudah 15.000. Masya allah
Pencapaian yang sangat dahsyaat.

Dibalik kecemerlangan Dewa Eka Prayoga, hutang 7.7 milyarlah yang menyebabkan ia bisa cemerlang seperti sekarang. Niat kuat untuk membayar hutanglah yang membuatnya fokus pada solusi terhadap masalah. Luar biasa. Dengan hanya media sosial ia berhasil mengumpulkan 1.300 reseler dan apapun yang dijual pasti laku.

Demikianlah Allah ingin mengajarkan hambanya untuk mengeluarkan kekuatan terbesar yang selama ini tidak dimanfaatkan. Dipecut terlebih dahulu dengan musibah berupa tertipu 7.7 M dan harus menanggung hutang tersebut untuk diselesaikan.

Billionaire Store terjadi karena ada hutang 7.7 M. Itulah alasan terdahsyat kenapa Dewa Eka Prayoga bisa menghasilkan 3 buku setiap tahun. Begitu produktifnya. Energi berkarya sebegitu besar terjadi karena ada masalah.
Masalah 7.7M yang Allah hadirkan tersebut mendidik dan menggerakkan seorang Dewa Eka Prayoga, untuk kemudian menjadi lebih baik. Untuk kemudian menemukan jalannya.

Itu juga tidak terlepas dari doa orangtua dan istrinya. Saya banyak belajar dari kisah ini. Saya jadi bisa menerima apa yang terjadi 3 tahun lalu ketika Allah memanggil suami saya, membuat saya harus mikir tujuh keliling untuk menjalani hidup ke depan. Apa yang harus saya lakukan, apa yang saya usahakan. Sementara sebelumnya hidup sangat nyaman. Dirumah mewah dengan kendaraan mewah yang membawa saya dan anak kemana saja. Punya tiga anak, baby sitter juga tiga. Supir pribadi ada dua yang bisa antar anak-anak sekolah. Setiap tahun liburan keluar negri. Dimudahkan langkah ke Baitullah melaksanakan ibadah haji.

Tiba-tiba tahun 2014 Allah memanggil suami saya dan saya tak tahu cara mengendalikan perusahaan. Ditipu karyawan kepercayaan sendiri, bisnis bangkrut meninggalkan hutang Milyaran. Saya merinding jika mengingat itu semua.

Itulah cara Allah untuk menggerakkan saya menjadi seorang enterpreneur, yang membuat saya bangkit dari kemalasan dan mulai banyak belajar. Banyak berteman dan mempelajari pola-pola sahabat-sahabat saya yangg telah berhasil.

Saya berjuang dan minta maaf pada Allah. Karena selama ini saya sombong dan kurang bersyukur. Padahal hanya Dialah yang berhak untuk sombong. Saya menyadari bahwa Allah menakdirkan ini semua agar menjadikan saya manusia yang lebih baik.
Bekerja lebih banyak dari Orang lain memang perih. Dan saya siap menjalani semua keperihan itu. Mengakar, bertumbuh dan bermafaat. Filosofi yang di sampaikan Kang Rendy tentang sahabatnya, Dewa Eka Prayoga, sangat luar biasa menurut saya. Ketika kita bisa menerima apa yang terjadi dan berdamai dengan keadaan itulah triger dalam pencapaian yang kita inginkan. Tehnik selling, koneksi, semua bisa menyusul untuk di pelajari.

So, mulai saat ini saya bertekat untuk menerima keadaan yang terjadi padaku. Semua ini sudah garis dari Allah. Karena aku sadar bahwa Allah ingin aku memperbaiki diriku menjadi lebih baik. Dan eksekusi bisnis secara total. Siap dengan harga yang harus dibayar.

Iam Novy

Mompreneur

 ğŸ’ğŸŒ»ğŸ’ğŸŒ»

Luar biasa, ya sahabat blog.

Sekali lagi, seperti juga pesan Paman Chen kemarin, untuk bisa sukses ada harga yang harus kita bayar terlebih dahulu. Kita harus menjadi manusia yang menangguk berkah, yang mampu menjalani ujian yang Allah berikan.

Kalau kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat, berbagi kasih tanpa kondisi, besar kemungkinan Allah akan membawa kita menuju rejeki yang kita butuhkan. Kalau belum kita lakukan sebelumnya, Allah akan hadirkan jalannya, seperti hutang 7M yang terjadi pada Dewa Eka Prayoga. Ibarat di sekolah, sukses adalah kelulusan yang harus dibayar oleh perjuangan keras, pembelajaran dan akhirnya ujian. Makin berat ujiannya, insya Allah kelulusannya pun makin berharga.

Jadi bagaimanakah kita menjalani ujian kita saat ini, agar Allah ridlo dan berkenan membukakan apapun jalan menuju impian kita di depan?

Apa saja impian dunia kita untuk bisa meraih impian akhirat di surga?

Apa saja kebiasaan yang perlu mulai kita bangun sekarang untuk mulai menjalankan pelajaran dan kurikulum dari Allah dengan baik, agar kita lulus ujian dengan nilai memuaskan?

Mengapa itu semua penting? Untuk siapa saja hal itu penting?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s