Pesan Paman Chen: kalau mau kaya, jadikan dulu diri sebagai “penangguk berkah” 


Assalamualaikum ww

Kemarin malam saya dikirimi pesan dari Paman Chen, penasehat Li Ka Shing, salah satu orang terkaya di Asia Pasifik, dari Mbak Cuaca Suryani, sahabat saya di Bali. Kita simak yuk.

💐🌻💐🌻

Li Ka-shing, taipan Hongkong, selama bertahun-tahun berada di peringkat orang terkaya seAsia. Ia pernah berkata bahwa rezeki besar tergantung pada Tuhan. Li Ka-shing punya seorang penasehat yang selalu menjadi rujukannya, yang dikenal dengan nama Paman Chen. Kisah kedekatan murid-guru ini bagaikan sebuah legenda.

Chen Lang adalah nama asli paman Chen, ia pengikut agama Tao yang taat. Orang-orang beken Hong Kong yang pernah sowan padanya termasuk Lee Shau Kee, Cheng Yu-tung, Carina Lau, Zhang Xiaohui, Albert Yeung, Joey Yung, Nicholas Tse, Gigi, Ray Lui dan lain-lain. Selain itu ada Raja Thailand dan almarhum mantan Presiden Suharto dari Indonesia, khabarnya mereka semua pernah bertandang ke paman Chen.

Paman Chen pertama kali berjumpa dengan Li Ka-shing di sebuah perjamuan makan, ketika itu Li Ka-shing baru berusia 30 tahun dan masih berstatus pedagang kecil. Paman Chen bertanya, “Berapa banyak harta kekayaan yang Anda harapkan kelak, baru Anda merasa puas?”

Li Ka-shing menjawab, jika memiliki 30 juta HKD (50 miliar rupiah) sudah sangat puas. Paman Chen malah berkata, gudang harta dalam kehidupan Anda tidak lumrah, tapi melimpah ruah, kelak Anda pasti menjadi orang terkaya Hong Kong!

Li Ka-shing terlahir di keluarga miskin. Pada tahun 1940, di usia 12 tahun Li Ka-shing pindah dari Chaozhou, provinsi Guangdong, ke Hong Kong. Pada usia 14 tahun ia terjun ke dunia perdagangan, dan usia 22 tahun ia berbisnis secara resmi. Tahun 1958 Li Ka-shing mulai berinvestasi di pasar real estate. Melalui perjuangan dan upaya yang tak kenal lelah, ia menjadi pengusaha etnis Tionghoa yang paling sukses di seluruh dunia. Sekarang Li Ka-shing memimpin Cheung Kong Holdings, Hutchison Whampoa Group, Hong Kong Electric, CKI dan group perusahaan lainnya.

Pesan wasiat paman Chen

Paman Chen meninggal dunia di rumah sakit Yanghe pada 29 November 2003 dalam usia 78 tahun. Sebelum meninggal ada banyak konglomerat secara pribadi berkunjung ke rumah sakit, paman Chen juga dengan tulus memaparkan pada para hartawan itu bahwa ia hanya sekedar membantu mereka yang asetnya setara dengan sebuah negara, untuk memberikan rahasia kekayaan. 

Sebelum ajal paman Chen mengatakan:

“Mengapa saya mau membantu kalian, adalah karena kalianlah yang bisa memberi bantuan kepada orang yang lebih banyak.

Sesungguhnya berkah kalian orang-orang kaya ini bukan diberkahi dari satu siklus kehidupan saja, melainkan adalah kumpulan berkah dari perilaku kebajikan yang telah terakumulasi dalam banyak kali siklus kehidupan, berbakti pada orang tua, menghormati guru dan beramal pada semua makhluk kehidupan, barulah bisa meraih berkah seperti sekarang ini. 

Sekarang ini banyak sekali orang yang salah jalan, hendak menghasilkan uang dengan menggunakan cara kekuasaan atau pengetahuan iptek modern, itu karena mereka tidak tahu bahwa ini semuanya adalah ‘Yuan (緣 / jodoh, akibat, mengunduh berkah), sesungguhnya diri Anda sendiri harus memiliki dulu ‘Yin (因 / menandur sebab)’ dengan melakukan berbagai kebajikan mengumpulkan beraneka pahala. 

Apabila tidak ada unsur ‘Yin’ tersebut maka saya juga tidak bisa membantu. Mengapa sekarang ini saya harus menderita (melakukan operasi tiga kali di Hong Kong mengalami banyak penderitaan selama di RS), walaupun niatan saya baik dan telah membantu kalian mengubah ‘Yuan ’ (緣 / jodoh, akibat, mengunduh berkah), agar kalian bisa sukses lebih awal dan bisa membantu orang lebih banyak, namun bagaimanapun juga bertentangan dengan jalan atau aturan Ilahi, masih harus menerima hukuman Tuhan, karena sang Pencipta toh mempunyai rencana sendiri. 

Mau sukses, kecuali diri sendiri harus menanamkan ‘sebab’ (berkah yang berezeki), juga masih harus memiliki jodoh baik, pepatah kuno mengatakan ‘keramahan melahirkan kekayaan’ adalah kebijaksanaan yang terkumpul selama ribuan tahun, memperlakukan orang lain harus dengan tulus dan jujur, raut wajah ramah, baru bisa mengikat ‘jodoh orang baik’, kemudian adalah orang-orang tersebut yang membantu Anda mencapai kesuksesan, jangan sekali-kali setelah kaya lantas berbicara kasar dan sombong, hal itu bisa mengurangi berkah, dalam kitab kuno aliran Tao “Yi Jing” dikatakan: “Sombong itu merugikan, Rendah hati itu menguntungkan. 

Moral zaman sekarang amat buruk, semua orang demi reputasi dan keuntungan menghalalkan segala cara, masalah masih terletak pada tidak adanya ajaran suci (pendidikan budi pekerti), tiada lagi rasa malu, lebih-lebih moral kebajikan dan keadilan, kalian jika ingin mempertahankan kekayaan dan berkedudukan tinggi generasi demi generasi, hal terpenting adalah bagaimana membangkitkan ajaran suci (pendidikan budi pekerti) itu, jika semua orang memiliki rasa malu maka bencana yang dibuat manusia menjadi sedikit, apabila bencana manusia sedikit maka dengan sendirinya bencana alam akan berkurang. 

Kalian semua berpengaruh besar, dirikanlah beberapa sekolah bagus, membina guru yang baik, kembangkanlah pendidikan budi pekerti tersebut, jika Tiongkok tenteram maka dengan sendirinya orang-orang dari berbagai tempat dunia akan datang untuk belajar, melakukan hal ini adalah menanam berkah yang paling besar di dunia modern, melakukan kebajikan yang paling besar, siapa yang melakukan siapa yang mendapatkan manfaat, mendapatkan kemuliaan besar dan kedudukan tinggi generasi demi generasi.”

Pesan terakhir dari paman Chen ini tersebar luas di internet, kebenarannya tidak jelas. Namun dari wejangan itu bisa dipahami bahwa kekayaan dan kedudukan tinggi seseorang di masa sekarang adalah hasil dari pengumpulan pahala dan perilaku kebajikan dari banyak kehidupan-kehidupan masa lalu. Dan apabila ingin kekayaan dan kedudukan tinggi tersebut berkesinambungan maka harus ‘berjalan lurus’ jika tidak, akan ‘sangat cepat kehilangan berkah’ itu lagi.

💐❤️💐❤️

Terlepas dari kebenaran pesan Paman Chan ini, semua pesannya sangat baik dan berlaku dalam berbagai filosofi, termasuk ajaran agama manapun:

– Mau dapat rejeki banyak? Jadilah jalan kebaikan bagi banyak orang. Sang Pemberi Rejeki pun akan dengan senang hati memberikan pada kita, karena kita akan menyalurkannya pada banyak orang.

– Jadilah “orang yang layak menerima banyak rejeki” atau penangguk berkah, melalui banyak perbuatan kebaikan.

– Dalam jangka panjang, sombong pangkal gagal, rendah hati pangkal beruntung.

– Melakukan hal-hal yang tak sesuai aturan dan keinginanNya akan membawa bencana dan sakit.

– Sakit, kesusahan adalah bagian dari rencana Ilahi bagi kita. Ya jalani saja. 

Yuk, kita mulai terapkan yuk.

Jadi, sesuai dengan isi pesan ini, apa saja kebiasaan yang harus mulai kita bangun saat ini, untuk menjadi “penangguk berkah” yang Allah ridloi?

Apa yang harus mulai kita biasakan untuk menjadi manusia yang Allah ridloi mendapatkan banyak rejeki?

Kenapa hal ini penting?
Bagaimanakah kita dapat membangun komitmen menciptakan perubahan ini?

Selamat menjadi manusia penangguk berkah, pembawa rahmat bagi sesama.
Aamiin yra.

Image: http://m.scmp.com/news/hong-kong/economy/article/1858699/leave-li-ka-shing-alone-chinese-newspaper-says-whether-he

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s