Skip to content
Advertisements

Keluhan adalah sampah di taman bunga dunia indah yang Allah berikan pada kita. Hentikan keluhan.


Di Hanara ada kelas Meridien Release Integration (MRI), pelepasan stress atau trauma masa lalu. Di kelas itu tanpa harus mengucap, kita bisa membuang semua keluh kesah kita. Semua peserta duduk membentuk sebuah lingkaran, membayangkan berbagai sakit hati, keluh kesah, keresahan, curiga, marah dan lain-lain, lalu membuangnya dengan tangan ke tengah lingkaran. Setelah sekian lama semua orang membuang keluh kesahnya, tes kinesiologi pun dilakukan. Ternyata tes kinesiologi menunjukkan bahwa lingkaran di tengah yang penuh keluh kesah tersebut melemahkan semua yang ada di sekitarnya, dan yang berjalan melaluinya.

Bayangkan rumah kita, kantor, ruangan dan apapun tempat di mana banyak orang mengeluh di dalamnya. Keluhan kita ibarat sampah yang mengotori ruangan, melemahkan semua yang ada di dalamnya. Energi negatif yang terbuang bersama keluhan akan membawa keburukan bagi semua yang mendengarkannya, menerimanya, bahkan sekedar melalui ruangan di mana keluhan pernah terucap. Itulah bukti bahwa setiap keluhan adalah sampah, mengotori hati, membuat sakit tubuh, dan meresahkan jiwa.

Makin banyak keluhan terucap, makin besar masalah terasa, makin intens bencana yang ada, makin banyak yang menjadi korban. Jadi hentikanlah keluhan apapun. Dunia ini indah sekali diciptakan Allah, sayang kalau dikotori oleh keluhan dan pikiran negatif yang menyertainya.

Bahkan Harv Eker, seorang wealth coach dunia, menyebut keluhan sebagai “magnet kesengsaraan.” Pengeluh akan terus menerima keburukan dalam hidupnya, karena setiap keluhan menarik datangnya keburukan baru. Matanya pun hanya mampu melihat dengan kaca mata negatif, maka akan sulit bagi mereka untuk menikmati kebahagiaan. Sayang kan?

Jangan terlalu sombong merasa bahwa semua derita tak ada ujungnya, bahwa dunia tak berpihak pada kita, bahwa Allah tak adil dan tak mau mendengar doa. Allah itu Maha Pengasih Penyayang, hanya kasihNya yang diberikan pada kita. Bukalah hati, jangan sombong menutup hati.

Dalam kelas MRI di atas, setelah semua melepas keluhan, maka semua peserta menggantinya dengan penyerahan pada Sang Pencipta, maaf memaafkan, memohon ampun, menyembuhkan semua dampaknya, mengucap cinta, dan menutup dengan doa dan harapan. Penyembuhan ini dilakukan mengaktivasi meridien-meridien tertentu yang terkait dengan stress dan trauma. Setelah sesi selesai, memaafkan selesai, healing selesai dan doa terucap, ruangan dicek kembali dengan tes kinesiologi. Ternyata ruangan kembali menjadi kuat dan tak lagi melemahkan.

Jadi kalau sampai ada tempat di mana keluhan dan energi negatif sering tercurah, cepat-cepat dan banyak-banyak isi dengan maaf memaafkan, cinta kasih, penyembuhan, dan doa. Serahkan semua hanya padaNya, selesaikan semua urusan masa lalu, belajar darinya dan tatap masa dengan dengan penuh doa dan harapan terbaik. Jaga prasangka baik padaNya, jagalah sifat kasih sayangNya dalam jiwa kita, untuk bisa mengobati apapun dampak dari keluhan, amarah, kekecewaan, kecurigaan dan energi negatif apapun yang pernah ada. Pelan-pelan sampah keluhan akan terhapus dan rumah, kantor, dan gedung tempat kita tinggal, bekerja dan hidup pun perlahan-lahan dapat kembali menjadi taman bunga indah seperti yang Allah ciptakan sejak awal untuk kita semua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: