Kebaikan kita hanya dapat terjadi atas karuniaNya. Jangan sombong karenanya


Sebuah nasehat dari Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyah rahimahullah (7 Rajab 691 H – 13 Rajab 751 H) 

Jika Allah mudahkan bagimu mengerjakan sholat malam, maka janganlah memandang rendah orang-orang yang tidur.

Jika Allah mudahkan bagimu melaksanakan puasa, maka janganlah memandang orang-orang yang tak bepuasa dengan tatapan menghinakan.

Jika Allah memudahkan bagimu pintu untuk berjihad, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan.

Jika Allah mudahkan pintu rezeki bagimu, maka janganlah memandang orang-orang yang berhutang dan kurang rezekinya dengan pandangan yang mengejek dan mencela. Karena itu adalah titipan Allah yang kelak akan dipertanggungjawabkan.

Jika Allah mudahkan pemahaman agama bagimu, janganlah meremehkan orang lain yang belum faham agama dengan pandangan hina.

Jika Allah mudahkan ilmu bagimu, janganlah sombong dan bangga diri karenanya. Sebab Allah lah yang memberimu pemahaman itu.

Dan boleh jadi orang yang tidak mengerjakan qiyamul lail, puasa (sunnah), tidak berjihad, dan semisalnya lebih dekat kepada Allah darimu.

Sungguh engkau terlelap tidur semalaman dan pagi harinya menyesal lebih baik bagimu dari pada qiyamul lail semalaman namun pagi harinya engkau merasa TAKJUB dan BANGGA dengan amalmu.

Sebab tidak layak orang merasa bangga dengan amalnya, karena sesungguhnya ia tidak tahu amal yang mana yang Allah akan terima?

🍃💦🍃💦

Sahabatku,

Semua amal yang berhasil kita lakukan bukanlah semata hasil kerja kita. Semua hanya dapat terjadi atas bantuanNya. Jadi jangan sombong atas amal baik. Bersyukur atas izinNya menjadi tanganNya berbuat kebaikan dan membantu yang lain melakukan hal yang sama dengan kerendahan hati lebih baik bagi kita.

Saat kita terhindar dari keburukan pun bukan semata karena kehebatan kita. Allah pula yang menghindarkan kita darinya. Syukuri dan jadilah tanganNya melakukan hal yang sama bagi orang lain dengan segala kerendahan hati.

Semoga kita semua dikaruniai hati yang selalu bersujud, menyatukan diri dengan tanah, mensucikan jiwa dari ujub, sombong, riya, agar semua tubuh, pikiran dan jiwa kita siap digunakanNya menjadi penyebar kebaikan dan kesejahteraan bagi seluruh makhlukNya di alam semesta sampai akhir zaman.

Aamiin yra.

💦🍃💦🍃

Terima kasih untuk Mbak Marlina Widiyanti yang telah menyampaikan pesan Ibnu Qoyim di atas pada group WISE. Semoga dibalas Allah berlipat-lipat ya, Mbak. Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s