Ingatkanlah, ajarkanlah, didiklah. Selebihnya, biarkan Allah yang menentukan


Demi masa,
sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian,
kecuali mereka yang beriman, beramal shalih,
saling mengingatkan
dengan kebenaran dan kesabaran.”
QS Al-Ashri 1-3

Saling mengingatkan itu sangat penting.
Bahkan menjadi salah satu syarat agar kita tidak rugi
Tapi ada syaratnya,
Mengingatkan harus dilakukan dalam kebaikan
Dan dalam kesabaran.
Aha.. ini dia tantangannya.

Sering kita merasa lebih tahu, lebih bisa, lebih pandai
Daripada orang yang ingin kita ingatkan
Seringkali kita kesal dan marah
Mengapa ia tak mau menerima apa yang kita ingatkan
Atau menerima, tapi tak juga faham benar
Atau tak bisa mencerna seperti kita bisa mencernanya
Dan tak menunjukkan perubahan seperti yang kita inginkan.

Di sinilah sombong bermain
Merasa lebih bisa
Merasa lebih hebat
Merasa lebih tahu
Merasa lebih mampu berbuat baik
Merasa lebih bersyukur
Merasa lebih taat
Tak mau menerima ketentuan Allah terhadap siapapun yang kita ingatkan
Memasang target pribadi,
Yang belum tentu sama dengan target Allah

Setiap orang punya perjalanan masing-masing
Setiap orang punya masanya masing-masing untuk berubah
Atau tidak berubah sama sekali
Setiap orang punya caranya sendiri
Dan belum tentu waktu, cara dan apapun yang terjadi
Sesuai dengan harapan kita
Tapi itulah yang terbaik baginya
Sesuai dengan ketentuan Allah

Kita hanya ditugaskan mengingatkan
Kita tidak diminta mengubah
Kita tidak punya hak untuk menentukan
Waktu, cara, atau apapun yang akan terjadi
Kita hanya ditugaskan untuk mengingatkan
Dan hanya Allah yang berhak mengubah hati

Tak perlu kecewa
Karena memang bukan hak kita
Berbahagialah bahwa kita punya kesempatan
Dan kesadaran untuk mengingatkan
Itu saja cukup
Itu pun sudah menjadikan kita sebagai wakilNya
Dan marilah kita mensyukuri
Apapun yang terjadi sebagai hasil dari usaha kita

Rasulullah pun tak mampu menjadikan pamannya beriman
Nabi Nuh harus merelakan anaknya mendapat adzab
Begitu juga nasib istri Nabi Luth
Bahkan Nabi dan Rasul pun tak mampu
Lalu siapa kita?

Jaga rasa, jaga pikiran, jaga kata, jaga perlakuan
Jangan sampai kita harus diingatkan pula oleh yang lain
Bahwa semua harus dilakukan dalam kebaikan
Dalam kesabaran
Bahwa bukan kita yang berhak menentukan hasil
Dan bahwa tak mau menerima keunikan orang lain
Termasuk anak, pasangan atau mereka yang kita cintai
Dalam menerima pesan yang kita sampaikan
Adalah bentuk kesombongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s