Skip to content
Advertisements

Enggan berdoa itu bentuk sombong pada Allah, lho. Sudah benar-benar berdoa belum?


Sahabat,

Banyak teman yang mengeluh panjang kali lebar, tak habis-habis, berhari-hari, tapi saat diajak berdoa dan meminta pada Sang Pemberi, malas-malasan. Malah ada juga yang bilang, “Mana mungkin Allah rubah segala kondisi ini?”

Atau “Saya sudah mati-matian berdoa tetap saja begitu. Nggak ada gunanya, Mbak,” nah lho.

Hati-hati kalau bicara. Siapa kita merasa lebih tahu apa yang Allah bisa lakukan atau tidak. Sombong sekali perkataan ini.

Di bawah ini adalah sharing sahabat saya, Mbak Novie, pendiri dan pemilik perusahaan batik yang keren, cantik dan solehah. Beliau membuktikan kita tidak pada tempatnya sombong untuk berdoa. Jangan sok tahu dan menganggap tidak mungkin. 

Yuk kita simak sharing nya.
πŸŒΈπŸƒπŸ’πŸƒ

Sahabatku tersayang,

Sesungguhnya segala kesulitan itu ada digenggamannya Allah. Saya termasuk orang yang gak percaya bahwa kesulitan itu bakal lama hilangnya. Malah saya termasuk yang meyakini bahwa insya Allah bilamana kita yakin akan keesaan Allah, kita yakin akan kebesaran Allah, kita yakin akan pertolongan allah kemudian kita mau mendekatkan diri pada Allah. Kita perbaiki apa yang salah, kita tingkatkan apa yang kurang, maka semudah Allah mengganti malam menjadi siang, semudah itu pulalah insya Allah kesulitan kita akan hilang!

Pertolongan itu hanya milik Allah. Segala kekuasaan yang dilangit dan dibumi semuanya juga milik Allah. Dan apa saja urusan semua kembalinya juga kepada Allah. Cuman kadang-kadang kita lebih demen cari yang sulit. Solusi didepan mata yang dikasih sama Allah kita nggak pakai. Semua ikhtiar dunia dilakukan, namun pokoknya yaitu meminta pertolongan Allah kita lupakan.

Beberapa waktu yang lalu saya sedang ada masalah secara finansial. Cash adalah darah bisnis dan saya lagi butuh cash untuk memenuhi permintaan barang mitra kami dan scale up bisnis serta membayar beberapa tagihan. Sebagai manusia yang banyak khilafnya solusi saya adalah menyekolahkan sertifikat tanah perkebunan saya di Tembilahan. Kendalanya sawitnya di tembilahan dan bisnisnya di pekanbaru menyebabkan proses cair kreditnya agak lama. Padahal saya butuh cash cepet. Disamping itu saya sebenernya juga sudah janji sama Allah gak pengen riba lagi.

Iseng-iseng saya buka youtube Ustad Yusuf Mansur dan topik pembahasannya adalah keajaiban doa dan Shalat Tahajud. Segera malam itu juga saya geber Tahajud 8 rakaat ditambah Witir 3 rakaat. Saya menangis sejadi-jadinya. Merengek-rengek sama Allah. 

“Ya Allah, Engkau sudah ambil suamiku. Sekarang aku sedang berjuang untuk membesarkan putra putriku titipanMu. Aku yakin Engkau tidak akan pernah meninggalkan aku. Aku yakin Engkaulah tempat aku bersandar dan memohon pertolongan. Tolong selesaikan semua urusanku. Cukupi segala keperluanku.”

Setelah selesai witir saya sambung dengan membaca surat Yassin. 

Saya ingat banget nasihat bunda Dewi Motik bahwa bacalah surat Yassin. “Setelah bacaan kun fayakun di dua ayat terakhir ungkapkan apa yang menjadi hajatmu. Kamu akan menemukan begitu banyak kemudahan setelahnya, Novy.” Nasehat itu terngiang-ngiang dan segera saya praktekkan. 

Masya Allah..

Paginya saya mendapat telepon dari sahabat saya broker Century21 mencari properti yang disewakan. Subhanallah, Alah telah menjawab doa saya. Saya nggak perlu berhutang di Bank dan melakukan riba yang tidak sesuai dengan nuraniku. 

Segera hari itu closing salah satu properti saya di sewa oleh perusahaan cangkang sawit. Allah dulu..Allah lagi.. Allah terus.

Saya bener-benar merinding. Allah menepati janjinya. Ketika kita mintanya sama Allah, jawabannya gak pake lama. Langsung solusi datang sesegera mungkin. Allah senantiasa melindungi saya.

Saat ini saya hanya bertanya dan bersandar pada Allah saja. Karena dia benar-benar around tidak pernah mengecewakan hambanya.

I am Novie

Mompreneur

πŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈ

Memang belum tentu semua doa langsung dibalas, karena Allah menjawab dengan berbagai cara. Bisa langsung terkabul persis sesuai keinginan seperti Mbak Novi, bisa diganti dengan yang lebih baik, bisa jadi ada musibah yang dijauhkan. Semua baik dan harus disyukuri. Yang pasti berdoa sajalah, jangan bilang Allah ga mungkin kabulkan atau ga mungkin kondisi berubah.

Sabar dan prasangka baik dalam berdoa. Minimal kita akan mendapat ketenangan dalam menghadapi masalah, eh .. tantangan. Ayahku tak pernah izinkan aku ucap kata masalah. “Ganti dengan ‘tantangan’ maka kamu akan lebih kreatif mencari solusi,” pesan beliau. Benar sekali.

Jangan merasa sombong dengan masalah yang besar sehingga kita menjadi orang paling menderita sedunia. Dan terlalu sombong pula untuk berdoa. Kikis sombong dan berdoalah.

Bismillah…

πŸƒπŸŒΈπŸƒπŸŒΈ

Tulisan ini kubuat di waktu Tahajud, dan di akhir tulisan aku pun terhenyak, Allah sedang menegur melalui ilham tulisan ini. Ada beberapa kebingungan yang memang belum kubawa dalam tahajud. Masya Allah… Aku sampai tertawa di akhir tulisan di atas.

Begitu banyak cara Allah menegur. Saat kumenulis pun tulisanku bukan dariku. Semua itu dariNya. Bukan hanya untuk yang membaca, tapi juga untukku yang dijadikan penaNya untuk menulis. Menegurku, penulis pesanNya dan menegur pembacanya. Indah sekali caraNya mengur. Subhanallah…

Jadi jangan mengira sebagai penulis aku sudah sempurna dan bebas dari kesalahan. Tidak. Semua yang kutulis pun adalah teguran untukku. Kita sama-sama belajar dan kita sama-sama tumbuh. Sama-sama berlari menujuNya. Semoga Allah ridlo usaha kita mencari ridloNya.

Sudah ah, aku berdoa dulu ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: