Skip to content
Advertisements

Merasa sudah baik: saat kekuatan menjadi kelemahan dan pengalaman menjadi musuh


Seekor kelinci berlomba lari dengan seekor kura-kura. Kelinci, si pelari cepat, tentu merasa ia tak mungkin kalah. Maka si kelinci pun lari jauh mendahului si kura-kura sampai ia merasa lelah, lalu ia pun dengan santai tidur sejenak, merasa aman akan posisinya sebagai pemenang.

Si kura-kura memang pelan, dan ia tahu benar kelemahannya. Maka ia sangat gigih mengejar ketertinggalan. Ia sadar benar ia tak boleh kehilangan semangat dan tenaga. Maka ia dengan tekun terus menjaga stamina sampai akhirnya ia melihat si kelinci tertidur di pinggir jalan. Si kura-kura yang pelan pun berjalan melalui si kelinci, dan akhirnya kura-kura pun memenangkan lomba lari, karena si kelinci tak juga kunjung bangun saat ia melalui garis kemenangan. Kesombongan si kelinci menjadi titik kelemahan dan sumber kekalahannya, sementara kelemahan si kura-kura menjadi akar kemenangannya.

Kisah ini tak hanya terjadi di hutan, atau di buku fabel Aesop. Kisah ini terjadi di dunia kita, dunia orang dewasa. Kisah ini pula yang terjadi padaku.

Tahun 2012 aku didiagnosa kanker. Tahun 2013 alhamdulillah aku menemukan metode jaket listrik ECCT (Electro Capacitative Cancer Therapy), dan menjalaninya selama satu setengah tahun. Di pertengahan tahun 2014 angka aktivitas sel ku pun kembali di tingkat aman. Aku pun merasa aman, persis si kelinci yang merasa tak mungkin kalah. Kujalani terus berbagai metode self healing untuk terus menjaga kondisi. Makanan kujaga, tiap hari aku berlatih pernafasan dan tafakur. Namun ada satu masa aku lalai, seperti kelinci yang terlena di pinggir jalan. Meskipun tetap vegetarian dan tetap menjaga clean eating, aku mulai suka cheating dan tak lagi disiplin. Itu tidak seberapa, karena makanan hanya menyumbang 20% dari terjadinya penyakit. Yang paling parah adalah kedekatanku denganNya tak lagi seperti saat kanker ada. Tahajud bolong-bolong. Tafakur dan latihan pernafasan pun minim, tak pernah mencapai satu jam setiap hari. Hal itu tak banyak membantuku menjagai emosi, pikiran dan jiwa. Proses pertahanan kebugaran tubuh pun tak lagi sekuat sebelumnya.

Di pertengahan Desember 2015, metode jaket listrik yang sebelumnya membantuku pulih dari kanker, atas izinNya, digugat oleh pemerintah. Aku pun dilanda kecemasan. Bagaimana nasib teman-temanku? Bagaimana nasib mereka yang tak bisa lagi mendapatkan metode penyembuhan lain dari kanker?

Pertahanan diri yang semula sangat kuat, dan penyerahan diri total pada Allah yang semula menjadi kekuatanku, runtuh tak berbekas. Kanker tak mampu membuatku stress, tapi kejadian digugatnya jaket listrik ECCT membuatku sangat stress.

Dan aku tak sendiri, banyak sekali teman yang ikut stress lebih parah lagi daripadaku. Mereka yang selama ini merasa tertolong oleh ECCT kini kehilangan pegangan. Dan aku pun berjuang untuk teman-temanku, mereka yang mungkin tak merasa mampu berjuang di lini depan.

Di sisi lain aku pun harus menyesuaikan diri dengan posisi baru, situasi baru, kondisi baru di kantor. Itu pun tak mudah. Aku pun lupa menjaga keseimbangan tubuh, jiwa dan pikiran, dan pertahananku pun runtuh. Aktivitas sel ku naik hampir 20%. Meskipun angka itu tetap angka aman, tapi angka itu adalah angka paling tinggi yang pernah ada sejak pertengahan 2014. Kuputuskan untuk bangkit kembali. Dan itulah yang membawaku ke Hanara dan program V28.

Ternyata inilah kurikulumku di kelas yang lebih tinggi daripada kelas kanker. Ini lebih sulit, lebih menggoda pertahanan jiwaku, lebih meruntuhkanku. Dan kuterima ujian baru ini dengan bahagia. Terima kasih untuk ujian demi ujianMu, ya Allah. Ujian inilah yang bisa membuatku terus naik kelas dalam universitas kehidupanMu.

Sahabat,

Dunia boleh kacau dan memang kekacauan akan terus ada selama dunia berputar. Berbagai hal yang mengecewakan bisa terus terjadi. Allah akan terus mengirim ujian. Bencana bisa selalu datang. Tapi itulah ujian bagi kita semua. Mampukah kita menjadi seperti si kura-kura yang tidak sok tahu, sok kuat dan sombong? Mampukah kita terus menjaga daya tahan, kekuatan stamina tubuh, pikiran dan jiwa untuk terus menjadi makhluk yang tahan banting, berserah diri total padaNya, tak khawatir karena yakin akan penjagaanNya?

Tidak ada sehat selamanya, tak ada kesembuhan yang tak tergoyahkan, tak ada sukses yang permanen, tak ada kepintaran yang tak teruji, tak ada pula iman yang tak naik turun. Semua sementara. Sembuh bisa sakit lagi, sehat bisa selalu terganggu, sukses pun selalu ada kemungkinan jatuh. Iman naik turun, pintar pun relatif pada masanya. Semua harus diasah, dijaga dan ditingkatkan. Karena Allah ingin kita naik kelas setiap saat, tidak berdiam di satu tempat, apa lagi turun kelas.

Pada saat kita terlalu yakin akan kekuatan kita, dan tak lagi mengasahnya untuk terus kuat dan makin kuat menghadapi ujian yang juga makin tinggi tingkatannya, saat itulah kekuatan kita menjadi kelemahan kita, dan pengalaman kita menjadi musuh kita. Good is always the enemy of great.

Ingatlah, bahwa kelemahan setan hanya satu, ia sombong dan merasa lebih dari manusia. Itu saja. Sekarang maukah kita menjadi temannya dan merasa diri sudah OK, sudah kuat dan sudah baik?

Bagaimanakah agar kita dapat terus kuat menghadapi ujianNya yang makin besar? bagaimanakah agar kita dapat terus naik kelas? Bagaimanakah agar kita dapat menjadi pemenang di akhir hidup seperti si kura-kura yang sadar benar dengan segala kelemahannya? Dan tidak menjadi si kelinci yang merasa kuat tapi tak mampu mencapai garis kemenangan?

Yuk kita terus berpegang pada taliNya. Kita tak akan pernah mampu, tak akan pernah kuat. Karena Allah Maha Besar dengan segala ujianNya. Dengan berserah diri kita libatkan Allah dalam hidup kita dan usaha kita. Dan saat Allah terlibat, bahkan langit pun tak lagi menjadi batasan.

Bismillah ya. Yuk, kita terus menuju kasih dan ridloNya, dengan segala kekurangan dan kelemahan kita, kita terus bangun diri, belajar tak kunjung henti untuk minimal menjadi lebih baik daripada kemarin, lebih dekat denganNya daripada sebelumnya.

Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: