Benarkah kita bersaksi Rasulullah saw adalah utusanNya?


Sembilan kali sehari kita bersyahadat
Mengaku bersaksi bahwa Rasulullah saw adalah utusanNya
Utusan berarti penyampai pesanNya,
Pesan Allah, Sang Pencipta, yang kita akui sebagai satu-satunya tuhan
Dan tak ada tuhan selainNya.
Yang artinya harus kita patuhi dan jalankan,
Karena kita sudah mengakui bahwa Allah lah tuhan kita.

Sebagai utusan, semua pemikirannya,
Perkataannya,
Perbuatannya,
Menjadi refleksi perintah Allah bagi kita
Semua yang harus kita ikuti.

Beliau belajar melayani dengan menjadi gembala
Dengan sabar menjaga, mengarahkan dan memastikan semua aman
Hal yang akan dilakukan untuk umatnya.

Beliau tak marah atau dendam atas penghinaan terhadapnya
Dilempar kotoran,
Dilempar berbagai hal
Diusir
Dihina
Dianggap sebagai penyihir atau penyair yang tak perlu didengar
Bahkan nyaris dibunuh
Kalau saja Ali tak menyamar menjadi dirinya
Beliau terus menyampaikan kebaikan
Dengan sabar, dengan senyum
Dengan bahagia, ikhlas dan penuh kasih

Seberapa banyak sudah kita teladani?

Beliau menyuapi seorang pengemis Yahudi tua
Yang setiap hari menghinanya
Tanpa ada rasa kesal sedikitpun

Beliau mengajarkan ilmu,
Tanpa merendahkan yang belum berilmu
Beliau bekerja dengan banyak asisten
Tanpa pernah menganggap mereka asisten atau pembantu
Semua adalah sahabat
Sederajat, dihormati dan dicintai tanpa pamrih

Beliau memastikan semua yang berbeda keyakinan
Untuk bisa aman hidup dan beribadah
Di bawah kekuasaannya
Dengan penuh keadilan
Semua merasa aman dan terlindungi,
Tanpa kecuali.

Saat ada yang menggosip,
Beliau ingatkan bahwa gossip itu buruk sekali
seperti memakan daging saudara sendiri.
Demikianlah beliau selalu mencegah keburukan
Dengan cara baik dan sabar.

Seberapa banyak sudah kita teladani?
Sudah seberapa banyak kita pelajari?
Coba bayangkan wajah beliau
Saat mengerjakan semua hal di atas
Dan bayangkan dalam kondisi yang sama,
Kita melakukan hal yang sama.
Tiru raut mukanya.
Bayangkan apa yang dikatakannya,
Tiru kata-katanya.
Tiru semua perilakunya
Kira-kira apa yang ada dalam hatinya
Ambil itu sebagai perasaan kita
Jaga hati agar selalu merasa sebaik dan sesabar itu
Jaga hati agar selalu dekat denganNya

Kirim terus shalawat padanya dan keluarganya
Bayangkan keberadaannya dan keluarganya di hadapan kita
Bayangkan muka kita, perasaan kita, pikiran kita,
Menjadi sepertinya secara total

Bayangkan semua sifatnya masuk ke dalam tubuh kita.
Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah
Merasuk ke dalam tubuh kita.
Apa rasanya?

Dan dalam tiap keadaan
Bayangkan kalau kita menjadi Rasulullah
Kira-kira apa yang akan dilakukannya saat itu?
Ambil penuh akhlak mulianya
Tirulah uswatun khasanah
Bukan hanya cara dan perilakunya
Tapi juga hatinya, ikhlasnya, sabarnya, kasihnya.

Saat semua sudah diupayakan dengan akhlak mulianya
Saat itulah kita benar-benar
Sudah bersaksi
Bahwa Rasulullah saw adalah utusanNya
Allah, yang tiada tuhan selainNya.

Semoga Allah ridlo
Dan berkahi
Mudahkan dan lindungi
Dan semoga kita dikumpulkan bersama Baginda Rasul
Dalam taman surgaNya.

Aamiin yra

💐💐💐

Metode ini adalah salah satu metode coaching untuk memasukkan nilai-nilai baru yang ingin kita adopsi.

Bayangkan, tiru expresi muka orang yang ingin kita teladani – dalam hal ini Baginda Rasul saw, gerak geriknya, dan bayangkan tubuhnya menyatu dalam tubuh kita.

Yuk, dicoba yuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s