Istirahat yuk. Keterbatasan kita adalah karuniaNya, saatnya untuk stop dan istirahat.

Sahabat,

Dulu aku fikir aku harus kerja keras untuk menjadi bahagia. Sebagai pemimpin harus paling depan dalam bekerja.
Pulang paling malam.
Lewat tengah malam masih kirim email.
Cuti tak pernah diambil.
Berwisata pun kalau ada waktu
Disela perjalanan dinas

Tanpa sadar aku menuntut diri bekerja lebih dari kemampuannya.
Mendzalimi organ tubuh
yang selalu siap kapanpun kita minta
Organ tubuh mengeluh pun aku tak sadar
Kupaksa terus mengikuti mauku
Kudikte mereka untuk selalu tampil prima.

Padahal tiap organ ada batas kemampuannya.
Tiap manusia punya jam istirahatnya
Allah ciptakan siang dan malam
Agar kita nikmati enaknya tidur lelap.

Dan kalau kerja tak membuahkan hasil seperti yang kuinginkan,
Aku kecewa.
Bahkan kalau berhasil baik pun
Aku naik lagi ingin mencapai yang lain
Tanpa sempatkan mensyukuri apa yang ada
Tanpa berhenti untuk menikmati bunga-bunga yang indah.
Dan menyadari bahwa hidup bukan hanya kerja.

Inilah dia High Achiever Syndrome. Kadang merasa maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai, tapi terus memaksa tubuh dan pikiran.

Kanker membantuku untuk sadar diri dan ikhlas, untuk Ikhlas menerima segala keterbatasan yang ada sebagai nikmat dan karuniaNya. Allah ingin aku menikmati hal-hal lain, tidak hanya kerja, kerja dan kerja.

Ternyata menikmati keterbatasan itu nikmat. Menerima keinginan Allah untuk istirahat dan tenang dalam suasana santai itu menyenangkan. Terbatas itu indah.

Yuk teman,
Marilah kita selalu sempatkan untuk beristirahat,
Saat waktu istirahat tiba.
Sempatkan untuk bersyukur,
Apapun hasilnya.
Karena semua hasil adalah hadiahNya
Bukan hak kita.
Kita kerja hanyalah sebagai wakilNya
KhalifahNya, menjalankan ketentuanNya
Bukan kita pemain utamanya.
Kita hanyalah alat Sang Pencipta
Menciptakan kebaikan
Mencegah keburukan
Mengingatkan dan berbagi
Itu saja.
Bukan menentukan hasil.
Kalau berhasil sukses,
Itu bukan hasil kita.
Itu hasil kerja Allah,
Kebetulan menggunakan tubuh kita
Syukurilah. Tapi jangan akui itu
Sebagai hasil kita pribadi.
Dibalik keputusan Allah menggunakan kita
Ada doa ibu,
Ada harapan leluhur
Ada kontribusi guru.
Bukan hasil karya kita sendiri.
Syukuri semuanya
Apapun itu,
Bagaimanapun hasilnya.

Kalau gagal,
Itupun bukan melulu karena kita
Allah hanya inginkan sebesar itu
Syukuri saja
Mungkin Allah ingin kita terus belajar
Terus menggali
Terus evaluasi
Terus merendah dan meminta padaNya
Terus berusaha sambil berdoa
Terus mendekat padaNya.
Belum tentu karena kita bodoh
Atau tak mampu.
Bukan.
Jadi nikmati saja kegagalan tersebut.
Karena kesuksesan ada pada proses
Bukan hanya pada hasil

Dengan proses yang baik,
insya Allah di mataNya akan ada hasil yang baik.

Yuk istirahat yuk.
Alhamdulillah untuk semuanya hari ini.
NikmatNya yang mana lagi yang hendak kita ingkari?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s