Skip to content
Advertisements

Bukan “take and give” tapi “accept, give, give and give” – terima dan berbagi saja


Orang bilang hidup itu take and give, mengambil dan memberi.
Tapi…
Mengambil itu seakan-akan kita memilih
Mengambil hanya apa yang diinginkan.
Lalu marah dan mengeluh kalau yang tak diinginkan tak ada.
Suami berantakan complain
Ibu lebih senang ke rumah kakak mengeluh
Anak jarang mau cium tangan nggak suka.
Didiagnosa kanker marah
Ada penyakit jantung galau
Mobil dicuri resah gelisah tak tentu arah
Mengambil itu penuh tuntutan,
Menuntut orang untuk begini dan begitu
Menuntut Allah mengikuti kemauan hati
Take and give kesannya “hanya memberi kalau aku menerima yang aku inginkan.”
“Kalau suami baik, aku juga baik.”
“Itu orang judes banget. Aku judesin saja lagi.”
Nah lho.

Hidup tidak selalu membuat kita bisa memilih
Tanpa kita sadar
Tanpa kita ingin
Kadang tanpa kita minta
Allah tahu apa yang terbaik bagi kita
Dan diberikanNya hanya yang terbaik
Seringkali yang terbaik itu terasa buruk
Dan seringkali yang terbaik itu dianggap bencana
Yang sesungguhnya buruk menjadi impian
Berani-beraninya kita.
Siapa kita sebagai makhluk?
Kok kita berani mengatur dan menolak pilihan Allah?
Astaghfirullah

Hidup adalah menerima, memberi, memberi dan memberi
Apapun yang Allah berikan, terima saja
Karena semua pasti baik
Dan berikan apapun yang kita punya
Untuk kebaikan setiap sel tubuh
Untuk kebaikan semua makhlukNya

“Ada kanker? Oh, artinya selama ini ada yang salah.
Alhamdulillah tubuhku kasih sinyal
Yuk, kita perbaiki pola hidup.”

“Kerampokan? Oh, mungkin Allah sedang siapkan simpanan untuk akhirat
Kurang sedekah kah selama ini?
Yuk, lebih banyak sedekah
Terima kasih ya Allah.”

“Suami selingkuh? Mau dimadu?
Wah, Allah sedang siapkan jalan surga untuk yang sabar.
Dia bohong, itu urusan dia denganNya.
Urusanku adalah beribadah, melayani, bersyukur, takwa dan bahagia.”

“Boss galak luar biasa?
Oh mungkin ini jalan untuk bisa membantunya jadi lebih baik.
Apa yang bisa kubantu agar ia lebih baik?”

Dengan menerima, kita jadi lebih happy
Dengan tidak menuntut kita tidak ada beban
Dengan tidak menolak pemberianNya, apapun itu, hidup lebih bahagia
Menerima semua yang Allah berikan,
Baik atau buruk
Sakit atau sehat
Karena semua pemberianNya indah
Dan sudah sepantasnya kita bagi lagi
Seluasnya, tanpa berhitung
Karena limpahan karuniaNya pun berlimpah ruah
Tanpa bisa dihitung

Alhamdulillah.

Sahabat,
Apakah pilihan Allah bagi kita yang masih harus kita terima dengan baik?
Yang sesungguhnya dapat membuka jalan bagi kita untuk berbagi lebih banyak?
Hikmah apa di balik bencana dan ujianNya yang baik bagi kita?
Untuk menjadi hikmah pula bagi keluarga dan orang banyak?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: