Skip to content
Advertisements

Hargai semua orang, karena semua bisa menjadi bagian dari kesuksesan kita bersama.


‎Seorang pemain golf  profesional, Paul W. M Cummings, bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. 

Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton.
Bagaimana ia bisa lanjut memukul bola itu dengan baik? 

Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman.
Tetapi jika ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. 

Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. 

Apa yang harus dilakukannya?
Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir semuanya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. 

Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi. 

Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. 
Namun, pemain profesional ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu. 

Dia memilih bertanya kepada caddynya apa yang sebaiknya dilakukan

‎Tiba-tiba caddynya merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak rokok kretek. Dibukanya kotak rokok itu yang ternyata didalamnya ada korek api. Lalu ia membakar kantong kertas itu sehingga habis terbakar dan menyisakan bola golf itu. Segera Paul Cummings memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wuuss…  bola terpukul dan jatuh persis di dekat hole (lobang) di lapangan hijau.  ‎

Bravo.!! 

Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.   

Kiriman Julia Soesmiati, Fortune Alumni

🌿❤️🌿❤️

Teman-teman,

Dari Paul Cummings kita belajar bahwa situasi sulit bisa menjadi momentum kemenangan. Seringkali kita tidak bisa berfikir menemukan sendiri solusi dan butuh bantuan ide orang lain. 

Bagi banyak pemain professional, caddy hanyalah pelengkap penderita. Asisten yang keejanya cukup jelas tanpa perlu dilirik untuk dimintai ide dalam situasi sulit. Paul mengajarkan kita bahwa seringkali orang yang tak diperhatikan dan dianggap remeh bisa memiliki ide yang membawa kemenangan.

Setiap manusia di sekitar kita bisa jadi diberikan Allah untuk membantu kita, untuk mengajarkan kita mengenai berbagai hal, untuk membawa kita pada kemenangan.

Apalagi yang dapat kita lakukan lebih baik lagi hari ini untuk bisa menghargai semua manusia yang ada di sekitar kita?

Apalagi yang dapat kita lakukan lebih baik lagi hari ini untuk lebih banyak memberdayakan orang-orang di sekitar kita untuk menang dan bahagia bersama?

Dan mengapa hal itu penting bagi kita? Bagi mereka?

Akan menjadi manusia seperti apakah kita kalau kita bisa terus konsisten menjalankannya, lebih baik setiap hari?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: