Skip to content
Advertisements

Harapan sepertinya mustahil tercapai? Berdoa saja, karena bagiNya langit pun bukan batasan


Suatu hari kudengar seorang Ibu mengeluh panjang lebar mengenai anaknya yang kurang ajar. “Aku sih sakit hati, tapi kujalankan semua tugas sebagai ibu, ini ibadah untuk Allah.” Wah kalau sudah sakit hati, kasihan anaknya. 

Tak berapa lama setelahnya aku menerima kiriman doa ibu untuk anak. Kukirimkan untuk beliau. “Bukan kebetulan aku menerima doa ini di what’s app ku. Allah ingin aku kirim ini untuk Ibu. Ridlo Allah untuk anak itu tergantung ridlo ibu. Ridloi anak ibu ya.”

Beberapa minggu kemudian aku berjumpa kembali dengannya. “Alhamdulillah setelah mengamalkan doa itu anakku banyak sekali berubah. Ia cepat minta maaf kalau salah dan cepat berterima kasih padaku. Dulu aku belum ridlo dan sakit hati mungkin ya. Alhamdulillah setelah rutin kudoakan banyak sekali perubahan.”

Alhamdulillah. Bahagia sekali mendengarnya.

Office Girl di kantorku kemarin shalat bersama di mushalla. Setelah shalat ia berkata,”Bu, Alhamdulillah doa yang saya titip Ibu waktu Ibu umrah diijabah Allah. Adik saya menikah.” Alhamdulillah. Bahagia sekali mendengarnya.

Waktu aku di Nagasaki beberapa bulan lalu, aku berkunjung ke sebuah rumah indah di atas bukit, memandang pelabuhan Nagasaki. Lalu aku berdoa, “Ya Allah, ingin sekali punya rumah dengan pemandangan seindah ini. Aku tak tahu bagaimana. Tapi bagiMu tak ada yang tak mungkin. Kuserahkan semua padaMu, ya Allah. La hawla walla quwwata Illa billah (tiada pertolongan selain pertolongan Allah).” Aku pun tak lagi mengingatnya.

Ramadlan lalu Alhamdulillah kami mendapat rumah dengan pemandangan sangat indah. Proses dari pertama kali datang sampai menempatinya sangat cepat. Lalu aku pun teringat doaku di Nagasaki. Masya Allah, aku pernah minta rumah dengan pemandangan indah seperti ini. Alhamdulillah ya Allah. Sujud syukur.

Sepulang dari haji dua tahun lalu, sebelum masuk pesawat aku berkata pada Allah, “Ya Allah, kalau Kau berkenan, aku ingin sekali bisa duduk di depan agar bisa tidur enak, ya Allah. Aku tak tahu bagaimana tapi tak ada yang tak mungkin bagiMu. Aku Ikhlas apapun yang Kau berikan.” Ternyata aku tak mendapat kursi di depan. Tapi tak lama kemudian suamiku datang setelah berjalan-jalan melihat isi pesawat, “Di belakang banyak tempat kosong. Kita bisa ambil satu baris masing-masing supaya tidur selonjor.” Masya Allah. Tidurku pun nyaman sekali waktu itu. Alhamdulillah.

Banyak lagi kejadian lain yang membuktikan Allah benar-benar menjawab doaku sebagai hambaNya. Banyak juga yang tidak, hehe. 

Jadi apapun yang kita inginkan, berdoa saja. Apapun harapan orang lain, doakan saja. Melihat ada yang tak baik, kelakuan orang yang tak berkenan, tak sesuai dengan hati yang berkata, “Seharusnya kan dia begini dan begitu,” lebih baik didoakan daripada kita menggosip atau memelihara rasa tidak suka yang membuat kita sakit. 

Tidak mungkin? Itu kata kita. Kata Allah, tak ada yang tak mungkin.

Terkabul? Alhamdulillah. Ucapkan syukur. 

Tidak terkabul? Alhamdulillah juga. Artinya bukan itu yang terbaik. Siapa tahu kita sedang diselamatkan dari keburukan yang ada di baliknya. Yang pasti ada jawabannya. Kalau tidak di dunia ya di surga. Di surga pasti jauh lebih baik. Sabar saja.

Yang pasti doa yang ada dalam jalanNya selalu baik dan dibalas dengan kebaikan yang terbaik, yang belum tentu sesuai dengan keinginan kita. Tetap itu yang terbaik.

Yuk berdoa yuk. Apa doa terbaik hari ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: