Mau rumah, kantor dan semua lingkungan menjadi surga? Banyaklah tulus berbagi


KISAH SUMPIT PANJANG

Ada seorang yang ingin tahu apa makna Surga dan Neraka. Ia pun bertanya pada seorang bijak.

Orang bijak itu mengajaknya ke sebuah rumah makan unik yang ada di desanya.
Rumah makan itu menyediakan semua masakan lezat dengan gratis dengan syarat hanya boleh makan dimeja khusus dengan peralatan khusus.

Meja khusus itu adalah meja yang berukuran besar, dengan segala makanan enak terhidang diatasnya dan sepasang sumpit dengan ukuran sepanjang hampir 1 meter untuk mengambil makanan yang berada ditengah meja makan besar itu.

Pria itu melihat beberapa orang yang lapar (rakus karena makanan itu gratis) mencoba mengambil makanan sebanyak-banyaknya, namun mereka kesulitan saat akan menyuapkan ke mulutnya masing-masing menggunakan sumpit panjang itu. 

Karena emosi, setiap orang yang berada dimeja itu mengeluarkan sumpah serapah dan makian sehingga ramailah ruang makan itu dengan segala macam hujatan, bahkan tak jarang mereka ada yang berkelahi satu dengan yang lain.

Kata pria tersebut, “Aku sudah mengerti seperti apa neraka itu, sekarang tunjukan kepadaku seperti apa itu surga.”

Lalu orang bijak itu mengajaknya ke ruang yang lain, dengan kondisi yang sama dengan yang sebelumnya, meja besar dan tentu sumpit sepanjang hampir 1 meter.

Namun, begitu masuk pria itu melihat semua orang yang sedang duduk makan terlihat bahagia, tertawa dan bercanda, tidak terdengar sedikitpun makian dan sumpah serapah seperti diruang sebelumnya.

Pria itu bertanya “Mengapa disini semua orang bahagia, padahal mereka mendapatkan kondisi yang sama dengan ruang yang lain? Mereka bisa makan dengan tenang dan kenyang tidak seperti ruangan yang sebelumnya.”

Lalu, pria itu melihat mereka yang duduk dimeja besar itu saling menyuapkan makanan dari yang satu kepada yang lain dengan sumpit yang panjang itu,
Saling memberi makan satu dengan yang lain, tidak terlihat sedikitpun rebutan makanan yang dihidangkan.

Orang bijak itu lalu menjawab, “Jika kamu ingin merasakan surga di bumi, berusahalah membantu mereka yang kekurangan dan mereka yang membutuhkan, karena Surga sedemikian sederhana. Syaratnya hanyalah berbagi dan melayani. 

Ya, Surga itu sangat sederhana, mau berbagi dan melayani satu dengan yang lain.

Diadaptasi dari cerita kiriman Pak Bambang WEN, group Alumni SSQ.

💐💐💐

Sahabat blog,

Sering kudengar orang yang berkata, “rumah tanggaku seperti neraka”
“pekerjaanku seperti neraka”
“aduh, surga banget kalau aku bisa sebahagia pasangan itu.”

Sesungguhnya untuk mewujudkan surga di dunia ini, kita hanya harus ikhlas dengan apapun yang Allah berikan, mensyukurinya, tulus berbagi dengan siapapun kita hidup, dan merasakan kebahagiaan dari sekeliling kita.

Memang bisa saja pasangan kita suka marah, pekerjaan tidak enak. Tapi coba lihat dari sisi lain. Allah yang sangat mencintai kita memberikan hal yang seperti itu pada kita, padahal Allah hanya memberikan yang terbaik? Kira-kira kebaikan apa yang Allah sedang berikan?
Bagaimana kita dapat mensyukurinya?

Wujud syukur salah satunya adalah dengan menerima semua pemberianNya dan tulus berbagi dengan apapun yang ada, bahagia saat yang lain bahagia. Tanpa dikotori rasa marah, dendam, khawatir, takut atau merasa diri lebih. Kalaupun pemberian kita tak membuat orang lain bahagia, minimal kita bisa bahagia bahwa kita mampu memberi. Hasil perbuatan kita bukan kita yang mengatur. Semua hasil adalah hak Allah.

Maka tak ada yang perlu membuat kita tak bahagia dan hidup pun bisa menjadi surga.

Mau mendapat surga di muka bumi?
Yuk kita banyak berbagi dengan tulus ikhlas, syukur dan berbahagia dalam kebersamaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s