Skip to content
Advertisements

Salah satu tanda akhir zaman: banyak kematian mendadak. Siapkah?


Rasulullah sudah mengingatkan kita bahwa kita harus selalu siap dengan kematian. Bahkan hal ini adalah salah satu tanda akhir zaman. Dan betapa kita sering menyaksikannya hadir dalam kehidupan kita sehari-hari.

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda dekatnya hari kiamat adalah . . . akan banyak kematian mendadak.” (HR. Thabrani)

Imam Masjid Nabawi berpulang dalam sujudnya saat memimpin shalat.
Mantan imam Masjid Istiqlal pun berpulang tanpa ada tanda-tanda sakit sebelumnya.
Seorang kawan berpulang saat sedang berolah raga
Sangat tiba-tiba.
Tak disangka.

Rasulullah pun mengatakan bahwa kematian mendadak itu justru nikmat bagi mereka yang cerdas dan selalu mempersiapkan hari akhirnya. Tapi bagi mereka yang terpedaya oleh waktu, kematian mendadak adalah bencana.

Aisyah radliyallah ‘anha, berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam mengenai kematian yang datang tiba-tiba. Lalu beliau menjawab,

“Itu merupakan kenikmatan bagi seorang mukmin dan merupakan bencana bagi orang-orang jahat.” (HR. Ahmad)

Siapkah? Rasulullah saw sudah mengingatkan ribuan tahun lalu. Jadi siap ga siap, harus siap, bukan?

Nah maka kita harus selalu mempersiapkan apapun yang akan terjadi. Berpegang erat hanya padaNya.
Janganlah terpedaya oleh waktu yang seakan-akan milik kita selamanya.
Hari akhir akan datang dan kita tak pernah tahu kapan.
Ini salah satu strategi yang Allah tetapkan agar kita selalu berusaha mempersiapkannya.

Bunda Yuni, sahabat kami di Lavender, sejak kecil mendengar dokter mengatakan, “Usianya tak lama lagi,” karena beliau diberkahi leukimia sejak kecil. Beliau pun selalu berusaha berbuat kebaikan. Dikumpulkannya anak dhuafa sejak kecil di rumahnya, diberinya baju, makan, tempat tinggal dan sekolah.
Sampai sekarang, di usia 63, beliau masih sehat bugar, dan sudah mendirikan sekolah bagi anak dhuafa. Beliau sampai sekarang terus mempersiapkan hari akhirnya, berusaha yang terbaik setiap hari.

Dua hal yang kita harus siapkan;

1. Hari akhir kita sendiri.
Teruslah memperkuat iman dan perbanyak kebaikan, amal sholeh.
Banyak sedekah, banyak tobat, minta maaf pada sebanyak-banyaknya manusia. 

2. Hari akhir siapapun yang ada di sekitar kita.
Jangan anggap orang tua kita akan selalu ada. Suatu hari bisa jadi kita menyesal karena belum membahagiakan mereka.
Jangan tunda kebaikan sama sekali. Terus berbuat baik. Karena mereka bisa dipanggil setiap saat.
Nikmati setiap waktu bersama mereka.
Jangan pedulikan yang tidak penting. Fakta bahwa mereka ada di samping kita, itulah yang harus kita syukuri.
Mereka ladang amal dan kunci surga bagi kita. Kita pun kunci surga bagi mereka. Saling bantulah menuju surga.

Jadi,
Sahabatku, apa saja yang dapat kita lakukan lebih baik hari ini agar bata-bata rumah di surga mulai dapat kita susun?
Bagaimanakah agar kita konsisten, disiplin mempersiapkan hari akhir kita setia hari dalam hidup kita?

Bagaimana agar kita bisa memberi makna lebih banyak bagi kehidupan orang-orang tercinta kita? Bagi masyarakat? Bagi umat?

Untuk apakah Allah ciptakan kita sekian puluh tahun lalu? Sudah kita jalankan kah tugas itu?

Mengapa semua itu penting?
Bagi kita sendiri, dan semua yang kita cintai?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: