Kita pikir waktu milik kita. Padahal waktu adalah milikNya yang terus diambil olehNya


Manusia sering merasa waktu adalah miliknya. Seenaknyalah waktu diperlakukan.

“Daftar haji yuk.”
“Ah nanti saja kalau sudah tua.”
“Bantu tetangga lagi kesusahan, yuk.”
“Nanti deh, lagi sibuk nih.”
“Dia lagi sakit, berkunjung yuk.”
“Masih ada waktu besok, kan? Besoklah.”
“Hafalkan Quran yuk.”
“Wah, berat amat. Nanti kalau sudah pensiun deh. Sekarang mah sibuk kerja.”

Nanti, nanti, nanti.
Masih ada waktu.
Sekarang lagi sibuk.

Seakan-akan kematian tak bisa datang mendadak.
Seperti Allah selalu kasih kesempatan.
Padahal belum tentu “nanti” masih ada.
Belum tentu “besok” masih bangun.
Belum tentu masih ada waktu.

Sibuk selalu ada.
Tapi apakah sibuk kita membawa surga?
Memang asyik sekarang,
tapi apakah bekal sudah cukup?
Karena ini satu-satunya waktu untuk bangun rumah di surga.

Kalau ada yang meninggal,
Jangan kita malah menjadi demotivasi,
Takut, sedih, ketakutan.
Kematian orang lain adalah pengingat.
Tambah amal,
Tambah sedekah,
Bantu lebih banyak orang
Tambah bacaan Quran
Pelajari lagi Quran lebih baik
Jangan sampai kewajiban dariNya dikorbakan
Banyak-banyaklah tobat dan minta maaf.

Karena kita tak pernah tahu kapan waktu diambil oleh pemilikNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s