Uang hanyalah alat mewujudkan cintaNya melalui kita untuk alam semesta. Fokus di cintaNya, bukan uang.

thank you.jpg

Pada saat kita diciptakan, Allah telah menetapkan missi hidup kita. Kita pun dapat mengetahuinya dengan mengenali passion, semangat, hobi dan kegemaran kita, dan bagaimana hal-hal tersebut dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. Inilah kecintaan kita dalam hidup. Wujud cinta padaNya dan caraNya mencintai kita.

Untuk menjalankan missi itulah kita membutuhkan uang. Uang adalah alat mencapai tujuan hidup dalam rangka ibadah, bukan tujuan hidup itu sendiri.

Jadi janganlah fokuskah hidup pada uang. Fokuskan hidup pada missi hidupnya, pada cinta yang ingin kita wujudkan. Ciptakan impian setinggi langit, impian yang dapat menjadi wakil cintaNya di muka bumi. Ciptakan impian yang Allah ridloi. Saat impian itu terwujud, terwujud pulalah kasih sayangNya pada ciptaanNya.

Jadi apa impianmu?

Rumah yang bagus, sebagai wujud cinta pada keluarga? Juga cinta Allah pada keluarga? Atau wujud kebanggaan dan kesombongan, ingin dilihat?
Mengasuh anak-anak dhuafa, wujud cinta kita pada mereka yang kekurangan? Wujud cinta Allah juga pada mereka? Atau wujud ingin dipandang dermawan?
Menjadi dokter yang membantu proses kesembuhan sebanyak-banyaknya orang? Sebagai tangan Allah, Sang Maha Penyembuh? Atau sebagai alat mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya?

Hati-hati dengan impian. Jangan sampai impian hanya sekedar memenuhi ego, ketiadaan cinta padaNya.

Apa yang sesungguhnya sahabat inginkan?

Kenapa itu penting bagi sahabat? Bagi keluarga? Bagi Indonesia?

Apa rasanya saat membayangkan impian itu? Siapa yang terlintas saat kita membayangkan impian tersebut? Membawa berkahkah? Akan mendapat ridloNya kah?

Bayangkan kebahagiaan ORANG LAIN yang menjadi obyek cinta kita dan cinta Allah yang kita wakili. Rasakan kebahagiaan mereka, dan rasakan kebahagiaan kita melihat kebahagiaan mereka.

Sucikan niat, bersihkan impian, saat bermimpi. Saat itulah kita bisa libatkan Allah. Mintalah padaNya atas nama kebahagiaan tersebut. Mintalah sambil membayangkan dan merasakan kebahagiaan yang akan terwujud nanti. Berbahagialah saat ini juga. Syukuri bahwa kita bisa punya impian seperti itu, karena berdoa pun sudah mendapat kebaikan dan pahala. Tak semua orang bisa merasakan bahagia saat orang lain bahagia.

Rasakan bahagia yang mendalam tersebut. Prasangka baiklah pada Allah, Sang Maha Sumber Terwujudnya Impian. Karena Allah adalah sebesar prasangka kita.

Jangan fokus pada uangnya. Apapun yang ada sekarang, syukuri dan salurkan cintaNya dengan apa yang ada. Karena kebahagiaan tak selalu butuh uang. Saat ridloNya hadir untuk mewujudkan cinta kita, uang hanyalah alat yang akan dikirimnya.

Uang dan karunia pun akan diberikan sesuai dengan kemampuan kita mengelola. Karena uang yang melebihi kemampuan tersebut justru akan membawa bencana. Jadi bangun terus kemampuan dan keahlian untuk bisa berkembang sesuai dengan besarnya impian kita.

Sekali lagi,
Jangan fokus di uangnya. Fokus di cintanya.
Jangan pernah menempatkan uang di atas cinta.
Uang hanyalah sarana untuk mewujudkan cinta, untuk keluarga, umat manusia, anak-anak duafa, dan lain sebagainya.
Makin banyak anda memberi dengan penuh ikhlas dan cinta, makin banyak anda akan menerima. Dan satu-satunya cara bisa banyak memberi cinta adalah dengan mengisi diri dengan cinta melalui pikiran, doa, perasaan baik.

Jadi apa impian anda?
CintaNya yang mana yang ingin anda salurkan?

Kenapa itu penting?

Kenapa itu benar-benar penting?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s