Apa perasaan terhadap uang? Sumber masalah atau karunia? Itulah yang akan terjadi.

  
Coba kalau ada kata “uang” kira-kira apa yang ada di pikiran kita?

Apakah yang ini?
“Susah dapat uang.”
“Uang sumber masalah.”
“Uang sumber sengsara.”
“Cari uang susah, berat, perjuangan.”
Kalau ini yang muncul, artinya inilah prasangka kita terhadap keberadaan uang dalam hidup kita. Ini jugalah prasangka kita pada Allah sebagai sumber rejeki kita, bahwa Allah sedang menghadirkan kesulitan dengan memberikan uang.

Ataukah yang di bawah ini?
“Uang itu sarana berbagi, mensejahterakan umat manusia, membangun amal jariah untuk mensejahterakan sesama.”
“Uang datang setiap kali kita berbagi cinta.”
“Uang itu menyenangkan.”
“Uang itu alat Allah untuk kita menjadi sumber keberkahan.”
Kalau ini yang muncul, artinya ini jugalah prasangka kita terhadap keberadaan uang dalam hidup kita, sebagai karuniaNya mewujudkan kebaikan dalam hidup kita.

Allah adalah seperti prasangka kita. Tinggal kita pilih, kita mau yang mana? Uang sebagai karunia, atau uang sebagai sumber masalah?

Kalau kita merasa seperti ini:
“Aduh saldo saya makin dikit.”
“Berat banget nih urusan pendapatan saya.”
“Sebentar lagi juga uang habis.”
Artinya uang tidak menjadi sumber kenyamanan.
Maka akan sulit pula uang datang.

Kalau ini perasaan yang ada:
“Asyik, bisa berbagi.”
“Lebih banyak lagi kegembiraan yang bisa aku berikan pada keluarga.”
“Rejeki untuk teman-temanku makin banyak nih.”
“Uang datang kalau aku makin banyak berbagi cinta. Asik kan?”
“Allah menjamin hidup saya. Saya mah percaya saja. Sekarang saya fokus membantu orang. Allah pasti bantu saya dari sumber yang tak disangka-sangka.”
Artinya uang itu nyaman bagi kita, akan mudah masuk dan datang.

Cinta dan perasaan nyaman terhadap uang adalah “prasangka baik kita terhadap rejeki dari Allah.”

Ada orang kerja dari subuh ke subuh dan bolak balik bilang “Cari kerja susah banget. Tuhan tidak adil. Rejekiku seret.” Nah lho.. Sudah susah-susah kerja dikunci sendiri rejekinya dengan doa yang negatif.

Setiap kata kita adalah doa dan setiap syukur akan membawa keberlimpahan yang lebih banyak lagi. Itu rumusnya. Kenapa tidak kita terapkan untuk membawa keberlimpahan pada hidup kita? Katakan hanya kebaikan mengenai urusan uang, dan syukuri setiap rupiah yang masuk ke dalam hidup kita.

Abu Bakar yang sangat kaya raya selalu berdoa, “Ya Allah jadikan uang di tanganku, bukan di hatiku.”

Dengan menempatkan uang pada tangan, kita tak akan pernah galau soal uang yang datang atau pergi. Kita percaya bahwa Allah lah sumber segala rejeki dan Allah lah tujuan kita menggunakan uang. Uang hanyalah alat. Bukan penghancur kebahagiaan, bukan pula sumber kebahagiaan. Kebahagiaannya adalah apa yang kita lakukan dengan uang tersebut, bukan uang itu sendiri.

Rasakan cinta yang tulus setiap kita menerima dan membayarkan uang.
Saat memberi uang untuk anak, keluarga, syukuri sepenuh hati.
Saat bayar sesuatu syukuri, dan bayangkan kita bisa membuat pegawai perusahaan yang kita bayar bisa menafkahi anak-anaknya, bisa sedekah, dan lain sebagainya.
Saat menerima uang, syukuri dan bayangkan siapa saja yang bisa kita bantu.

Bayangkan betapa banyak jalan surga yang dapat dibukanya dalam hidup kita. Perhitungkan bagaimana surga dapat dibuka melalui apa yang kita lakukan terhadapnya.

Jadi bagaimana anda dapat mensyukuri uang yang anda terima?
Bagaimana anda akan menggunakannya, sebagai wujud syukur kita padaNya?
Pelajaran Quantum Magnet Pak Reva SB dan training Money Blueprint dari Mbak Auk Murat.

Saya sangat menganjurkan teman-teman ikut langsung pelatihan SSQ. Tidak rugi sama sekali deh. Untuk daftar pelatihan berikutnya, kontak Bu Suhaemi +62 813 11442734.

Untuk ikut training Mbak Auk, silakan kontak Mbak Indah di +62 812 12767477.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s