Musuhmu adalah sparring partner mu dari Allah

  

 Waktu kita kecil teman sekelas kita yang merebut mainan kita bisa membuat kita menangis. Saat itu ia adalah sparring partner kita. Perlahan-lahan kita tumbuh lebih dewasa dan lulus dari ujian sejenis itu. Kalau teman sekelas kita ingin mendapatkan mainan kita, kita pun dengan senang hati berbagi mainan kita.

Saat beranjak remaja ada teman bilang jerawat kita membuat muka kita buruk sekali, kita galau luar biasa, dan bisa jadi menangis. Saat itu ialah sparring partner kita. Perlahan-lahan kita dewasa dan naik kelas. Kalau ada yang bilang jerawat kita buruk kita tertawa saja.

Menjelang dewasa ada laki-laki yang meninggalkan kita, kita galau lagi, bukan main. Makin lama tak ada lagi yang bisa menyakiti kita. Kita bisa tersenyum bijaksana. Kita lulus ujian tersebut dan naik kelas.

Hidup adalah universitas dari Allah. Serangkaian pelajaran, sejumlah ujian, hadiah dan perayaan diberikan dalam perjalanan hidup kita. Saat kita bisa menghadapi satu ujian, kita naik kelas dan ujian tersebut biasanya tak akan muncul lagi dalam hidup kita. Seandainya muncul, perasaan kita tak akan terganggu, kita akan bisa tersenyum dan berkata, “I’ve been there and done that.” Dan seperti layaknya mereka yang naik kelas, kita harus siap dengan pelajaran berikutnya dan ujian berikutnya, yang lebih tinggi.

Kalau kita galau karena satu masalah yang terus menerus, artinya kita belum mengambil pelajaran yang dihadapkan Allah dengan memberikan masalah tersebut. Kita belum lulus, dan belum bisa merayakan kemenangan. Kita masih harus banyak belajar. Pelan-pelan kalau kita sudah bisa menghadapi masalah tersebut dengan senyum dan rasa syukur, rasa syukur dan bahagia yang menyertainya adalah perayaan yang Allah berikan pada kita.

Dan pada tiap tahap tersebut, kita diberikan sparring partner, teman belajar. Ia pun sedang diberikan pelajaran oleh Allah dengan menghadapi kita. Bisa jadi ia belum lulus juga saat itu, bisa jadi kehadiran kita pun membuatnya galau.

Tiap manusia diberikan sparring partner yang sepantar, sesuai dengan kelasnya pada saat itu. Rasulullah diberikan sparring partner pamannya sendiri, Abu Lahab, dan para pemimpin Quraish, Yahudi dan raja-raja yang menentangnya saat itu. Semua dibalasnya secara proporsional dengan senyuman. Bahkan tawanan perang pun diperlakukan dengan sangat baik hati.

Nah saat ini, kalau ada yang membuat kita sebal, kesal, sakit hati, merasa didzalimi, ingatlah bahwa ia adalah sparring partner kita di tahap ini. Ialah pelajaran yang Allah sedang berikan pada kita untuk bisa naik kelas. Bisakah kita memahami pelajaran yang dihadirkanNya melalui orang yang kita tak sukai itu? Atau pelan-pelan kita bisa memahaminya, senyum padanya, memaafkannya atau minta maaf padanya, dan bersyukur padaNya yang telah memberikan kurikulum yang berharga bagi hidup kita sehingga kita bisa naik kelas?

Kirimkan 5 vibrasi pada siapapun sparring partner kita.

1. Ikhlaskan.
Apa yang sudah terjadi di antara kita dengan sparring partner kita adalah kuasa Allah Yang Maha Kuasa. Kita tak bisa rubah. Yang akan terjadi pun bukan kuasa kita. Kita ikhlaskan saja. Ikhlas membuat kita lega dan merdeka dari rasa tidak enak yang melemahkan tubuh dan menutup kalbu.

2. Terima tanpa menilai.
Terima semua ketentuannya, karena Allah adalah Allah Yang Maha Besar. Semua ketentuanNya adalah hal yang besar. Kita tak punya kekuatan mengalahkannya, mendebatnya atau meniadakannya. Jadi terima saja. Percaya ini adalah yang terbaik. Enjoy the moment and the lesson. Enjoy your sparring partner. Nikmati kehadiran mereka yang sedang dikirim Allah untuk menguji kita.

3. Syukuri.
Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang hanya memberikan yang terbaik. Syukuri meskipun kita yang akalnya terbatas ini belum bisa menangkap kebaikan di baliknya. Percaya semua adalah wujud cintaNya.

4. Senyum pada diri sendiri.
Yakinkan seluruh anggota tubuh kita yang turut menghadapi sparring partner dan berbagai pelajaran ini bahwa kita sangat berterima kasih pada mereka. Galau kita mungkin telah membuat energi tak bisa jalan sehingga anggota tubuh kita lemah. Mungkin kita jadi tak bisa tidur dan membuat semua lelah. Atau mungkin kita sudah berkata kasar karena sakit hati dan marah, sehingga kalbu kita tertutup kabut hitam dan mulut kita terkena dosa yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Minta maaflah. Ucapkan sayang pada semua organ tubuh tersebut.

5. Senyum pada semua orang lain dan sparring partner kita.
Limpahkan cinta pada semua yang kita cintai, mungkin mereka pun terganggu karena kegalauan atau rasa marah kita. Pada rumah, kantor yang mungkin terkena energi negatif kita. Juga pada sparring partner kita. Sampaikan cinta kita pada mereka, rasa syukur karena kita menjadi lebih dewasa, lebih bijaksana, dan naik kelas berkat kehadiran mereka. Pada saat ia menerima kebaikan dan kegembiraan, ikutlah bergembira bersama mereka.

Kalau tahap kelima sudah bisa kita rasakan, kita akan merasakan perasaan lega, terbebas dari rasa kesal, benci dan berbagai rasa negatif lainnya. Semua terganti dengan rasa cinta dan syukur. Rasa keberlimpahan dan keinginan untuk selalu memberi. Inilah wujud hadiah naik kelas dari Allah. Rasa bahagia inilah hadiahnya.

Jadi, siapakah sparring partner anda saat ini?
Sudahkah anda ikhlas dan menerima kehadirannya?
Sudahkah anda syukuri?
Sudahkah anda kirim rasa syukur tersebut padanya?
Sudahkah anda memaafkan atau minta maaf padanya?
Sudahkah anda ucapkan syukur padaNya untuk membantu anda naik kelas?
Apa rasanya bahagia?
Kenapa rasa ini penting?
Bagi siapa saja rasa bahagia anda ini penting?

 

Hasil pelajaran dari Hanara bersama dr. Hanson dan dr. Maya, dan Quantum Magnet-nya Pak Reva SB.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s