Skip to content
Advertisements

Umur kita bukan ditentukan ramalan bintang, ramalan Bintang atau prediksi dokter.

  
Ada seorang teman bertanya padaku, “Aku diramalkan berumur pendek, garis tanganku katanya begitu, Mbak. Apa benar?” Suarnya terdengar galau.

Nah lho, hanya Allah yang tahu umur orang. Allah mengatakan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum tanpa usaha kaum tersebut.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka. (13:11)

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan [apa yang Dia kehendaki], dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab [Lauh Mahfuzh]. (13:39)

Artinya, nasib bisa berubah, tergantung ketetapan Allah dan usaha kita.

Karena kita belum tahu, ya usaha, berprasangka dan doa sebaiknya saja, yang terbaik yang kita bisa. Allah selalu menjawab sesuai prasangka kita terhadapNya.

Ibu Yuni, salah seorang anggota Lavender, sejak kecil mendengar bahwa umurnya tak lama lagi. Sejak kecil memang beliau hidup dengan leukimia.  Maka ia selalu berusaha berbuat baik membantu anak-anak duafa. Sampai sekarang beliau masih hidup, punya anak, menantu, cucu cakep dan cantik. Siapa yang bisa membatasi umur selain Allah?

Jangan percaya pada siapapun yang mengatakan umur kita pendek, apakah itu garis tangan, peramal, astrologi, atau apapun itu. Hati-hati musyrik. Lagipula apa gunanya percaya dan kemudian kecil hati.

Umur hanya ditentukan oleh Allah swt dan sudah tertulis di Lauh Mahfudz bahkan sebelum alam semesta diciptakan.

Yang perlu kita lakukan adalah;

1. Selalu ingat kita akan berpulang, cepat atau lambat.

Makin kita ingat umur tak diketahui, makin kuat kita menjaga diri agar ada di jalanNya. Tak ada lagi “nanti” karena kita bisa dipanggil “sekarang” kan?

Mau menunda berbuat baik?
Mau menunda meminta maaf atau memaafkan?
Mau menunda bertaubat?
Jangan tunda, karena Allah bisa memanggil sekarang dan tak ada lagi waktu menunda.

Berbuat baik, bertaubat, mensucikan diri, beramal sholeh, sedekah, silaturahmi, telah banyak diindakasikan oleh Allah sebagai upaya-upaya memanjangkan umur.

Makin banyak kita ingat umur ada batasnya, makin banyak kita produktif berbuat baik, makin banyak pula kita berbuat hal-hal yang bisa “mengambil hati” Allah untuk memanjangkan umur.
Seandainya pun umur kita pendek, kita sudah siap.

2. Berdoalah untuk umur yang berkah, bukan hanya panjang.

Apa gunanya umur panjang kalau isinya tak diridloiNya? Kalau isi umur penuh dengan sakit hati, benci, amarah, dan dosa. Malah makin banyak bekal keluar dari surga, bukan? Ih, seram ah.

Berdoalah untuk umur yang berkah. Umur yang penuh kebahagiaan yang hakiki, perasaan yang indah, ikhlas akan apapun ketentuanNya, penuh syukur, penuh ibadah di jalanNya.

Banyak-banyaklah mengambil “promo ibadah” Allah, yang bisa memperbanyak kebaikan di umur yang terbatas.
Beribadah di malam Lailatul Qadr, kebaikannya sama dengan ibadah 1.000 bulan.
Shalat di Masjidil Haram nilainya sama dengan 100.000 kali shalat di tempat lainnya.

Hidup di dunia bukan masalah panjang-panjangan umur, tapi mengumpulkan bekal masuk surga. Umur pendek yang berkah dan penuh kebaikan jauh lebih baik daripada umur panjang tapi penuh rasa negatif dan dosa. Itu namanya efektif efisien.
Tapi panjang umur dan berkah,
penuh dengan kebahagiaan dan berbagi kebagiaan,
penuh ikhlas dan berbagi keikhlasan,
penuh syukur dan berbagi syukur,
agar terus hidup sampai akhir zaman,
itulah yang benar-benar beruntung.

Semoga Allah memberikan kita semua keberkahan umur.
Aamiin yra.

Jadi, teman-teman, apa yang dapat kita lakukan sekarang untuk membangun “berkah umur” dalam hidup kita?

Apa kebiasaan baik yang bisa mulai kita bangun hari ini?

Kenapa hal itu penting?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: