Catatan Umrah 8: Serap cintaNya di segala penjuru dunia, sebarkan kembali ke segenap penjuru dunia 

  
Catatan kali ini ditulis setelah kami pulang umrah. Tanda bahwa umrah kita mabrur atau tidak adalah kedekatan yang lebih dekat denganNya, prioritas hidup yang lebih baik mengingat batas usia tak ada yang tahu. 

Selama di Madinah dan Mekah aku selalu berusaha untuk menyerap energi besar yang ada di sana. Bayangkan saja, sepanjang waktu selalu ada wajah yang dihadapkan ke Kabah, jutaan manusia berkeliling di sekitarnya, jutaan manusia juga mengirim salam pada Rasulullah saw dari segala penjuru dunia. Kisah tentang Mekah dan Madinah terucap di mulut jutaan manusia setiap hari melalui hadits dan ayat Quran. Bayangkan, bagaimana luar biasa besarnya energi di kedua kota ini.

Di hari-hari terakhir aku selalu berdoa, “Ya Allah, dengan izinMu, kuniatkan untuk menyerap energi Ar Rahman dan Ar Rahim Mu yang luar biasa besar dari kabahMu. Kuniatkan untuk mengisi semua sel tubuhku dengan energiMu, menjadikan seluruh jiwa, pikiran dan sel tubuhku berthawaf, selaras dengan cintaMu. Kuniatkan energi ini untuk menjadikanku sebagai wakil Ar Rahman dan Ar Rahim di muka bumi, menyebar kebaikan seluas-luasnya, atas izinMu.”

Doa ini kususun sesuai bimbingan Pak Guru Reva, guru SSQ ku.

Setiap thawaf mataku melekat melihat kabah untuk menyerap energinya. Kuarahkan telapak tanganku kepadanya seperti memberi salam. 

Tapi sesungguhnya energi cinta Allah ada di mana-mana. Setiap hal yang ada, termasuk udara, air, angin, makanan, anggota tubuh kita, semua adalah hasil cintaNya. Tak mungkin semua ada tanpa cintaNya.

Jadi sebenarnya kita semua bisa menyerap energi Ar Rahman dan Ar Rahim dari setiap hal yang ada di sekitar kita.

Setiap kita akan melakukan sesuatu, rasakanlah cintaNya yang membuat kita bisa melakukan hal itu, dari bernafas, berkata, makan, minum, sampai bekerja dan mencari nafkah. Tak semua orang mendapat nikmat tersebut.

Ucapkan Bismillah, dengan namaNya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, lalu rasakan kasih sayangNya yang tercurah saat itu juga. Serap kasih sayangNya sebanyak-banyaknya. Isi setiap sel dengan energi cinta itu. Sembuhkanlah setiap sel, setiap rasa sakit dan energi yang tak sesuai dengan energi kasih sayang Allah.

Ada rasa kesal? Basuh dan buanglah.
Ada rasa tidak terima? Cuci dan ganti dengan syukur.
Ada rasa tak berdaya? Ganti dengan rasa bahagia karena Allah, Sang Maha Besar, selalu mendampingi memberi kekuatan.
Ada rasa terhina? Ganti dengan kesadaran bahwa Allah memuliakan setiap hambaNya.

Energi kasih sayang tak memberi ruang untuk energi negatif apapun. Inilah fitrah kita. Kita diciptakan dengan cintaNya, dan perasaan syukur, bahagia, gembira, inilah yang menjadi ciri kehidupan dariNya.

Kasih sayangNya sudah ada sejak awal, tapi sering tak mampu kita rasakan karena berbagai kejadian. Memang itulah ujianNya. Allah ingin kita terus mensyukuri semua kejadian, menggali hikmah di balik peristiwa, sehingga tak ada tempat bagi rasa negatif. Dan inilah kunci kesembuhan, kebahagiaan, rasa lapang dan kreatifitas.

Yuk,
mulai sekarang lakukanlah segala sesuatu sambil menyerap energi cintaNya, energi Ar Rahman, Ar Rahim, dari segala penjuru. Dari udara, air, makanan, minuman, anggota tubuh, dan segala yang ada. Rasakan bedanya, rasakan indahnya hidup. Setelah itu giliran kita yang menyebar cinta tersebut ke segala penjuru.

Semoga Allah ridloi upaya kita menyebar kasih sayangNya, menjadi wakilNya di muka bumi pembawa rahmat dan karuniaNya, rahmatan lil alamin.

2 thoughts on “Catatan Umrah 8: Serap cintaNya di segala penjuru dunia, sebarkan kembali ke segenap penjuru dunia 

    • Yuk, kita mulai buat rencana:
      – Kapan mau berangkat? Kapan harus bayar DP?
      – Harus menabung berapa tiap bulan?
      – Apa saja yang harus disiapkan? Secara fisik, karena akan sangat banyak aktivitas fisik yang melelahkan. Secara mental, karena kita butuh kedekatan padaNya sebelum berangkat, agar bisa mendapat dampak maksimal.
      – Bismillah.. Dengan menyebut namaNya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, marilah kita mulai jalankan rencana ini.
      – Banyak berdoa dan mohon petunjukNya. Mintalah dipanggil ke Baitullah.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s