Catatan Umrah 5: Tidak ada pencipta di muka bumi. Semua hanya tanganNya menciptakan dunia sebagai wujud cintaNya

  
Kabah… Adalah hasil karya luar biasa. Masterpiece dari Nabi Ibrahim as dana Nabi Ismail as. 

Sebentar… Apakah benar?

Dari mana Nabi Ibrahim bisa tahu poisisi kabah ini adalah pusat bumi? 

Bagaimana beliau bisa meramal bahwa Mekah yang saat itu kosong melompong akan menjadi tempat jutaan manusia berkumpul setiap hari?

Sesungguhnya Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as tak pernah claim kabah adalah hasil karya mereka. Kabah adalah karya Allah swt. Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as ditetapkan sebagai manusia-manusia alatNya yang membantuNya mewujudkan Kabah sebagai tempat kita semua berkumpul, mengarahkan wajah lima kali sehari dan mencurahkan segala doa hari ini.

Kabah adalah wujud cintaNya, karuniaNya yang sangat besar pada kita. Tak cukup tempat ibadah, disuguhkanNya pula zam zam agar kita tak kehausan di sini, yang bisa pula menyembuhkan berbagai penyakit.

Luar biasa…

Dan sesungguhnya demikian pula segala hasil karya besar di muka bumi. Seperti juga kabah, tulisan ini pun bukan hasil karyaku. Kata demi kata adalah kataNya yang mengalir melalui tanganku. Kuizinkan ZatNya memanduku mengetik apapun yang kuharapkan dapat membawa manfaat bagi umat manusia, bagi seluruh makhlukNya di bumi dan langit. Kubawa namaNya dalam setiap helaan nafas saat aku bekerja. Kurasakan cintaNya memandu aliran pemikiranku.

There’s nothing new under the sun. Tak ada apapun yang baru di bawah Matahari. Semua sudah ditentukanNya. Ia hanya menunggu manusia yang punya cinta besar untuk menjadi tanganNya mewujudkan cintaNya bagi umatNya.

Semua yang membawa manfaat dan kebaikan adalah hasil karya cintaNya dan semua yang merusak dan tak bermanfaat adalah ciptaan-ciptaan yang kekurangan cintaNya, diizinkanNya terjadi tanpa melibatkan kasihNya. Setanlah yang bekerja melalui tangan mereka yang membuatnya dan menghadirkannya di semesta.

Sekarang kita tinggal pilih, apakah kita mau menjadi tanganNya mewujudkan cintaNya atau tangan setan menjerumuskan manusia melalui gosip, fitnah, dan segalanya yang bisa menimbulkan kerusakan dan menjauhkan siapapun yang terlibat, dari surgaNya.

Doa yang terus kulontarkan di sini adalah, “Ya Allah, bekerjalah melalui diriku dalam mensejahterakan seluruh makhlukMu sampai akhir zaman.” Kutempatkan diriku serendah mungkin, kubiarkan Allah yang bekerja melaluiku. Karena saat Allah bekerja, tak ada yang tak mungkin. Aku tinggal membersihkan diri dan bekerja sesuai dengan intuisiku mengarahkanku. 

Aku ikhlas, aku ridlo dan aku bersyukur. Aku sendiri tak bisa apa-apa, tapi denganNya, tak ada yang tak bisa dilakukan. Bahkan langit pun bukan batasan.

Jadi, master piece apa yang ingin anda hasilkan? Apa warisan yang ingin ditinggalkan? 

Resep kue enak paling sehat pengikat tali kasih rumah tangga?
Pola asuh anak yang bisa dijadikan contoh?
Sistem akuntansi yang bisa dijadikan model pengawasan usaha?
Sistem pembangunan human capital yang memberdayakan?
Semua adalah hasil karyaNya, biarkan Allah bekerja melalui tangan kita. Jangan bekerja sendiri karena siapalah kita, sebesar apalah kemampuan kita?

(Silakan save gambar di atas dan simpan sebagai wall paper handphone anda. Izinkan diri anda menjadi tanganNya mewujudkan hal-hal di atas).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s