Skip to content
Advertisements

Catatan Umrah 1: Anggaplah segala hal sebagai bentuk cintaNya. Hidup pun penuh dengan mujizat.

IMG_2389-0
Sahabat blog semua,

Alhamdulillah Maret 2016 ini aku berangkat umrah bersama Abang dan Hana. Umrah kali ini kami tujukan untuk memperkenalkan Hana pada rumah Allah, Baitullah.

Kebetulan Hana libur, kebetulan Hana ulang tahun, kebetulan pula kami ada rizki, kebetulan waktunya baik. Semua serba kebetulan, meskipun tak ada kebetulan di muka bumi ini. Semua telah ada dalam rencana besarNya.

Semua benar-benar telah direncanakanNya.

Tiba-tiba pula mertuaku mendapat serangan stroke. Betapa sibuk kami berupaya membantu kesembuhan beliau.

Tiba-tiba pula Hana panas tinggi diikuti dengan serangan virus. Betapa kami bingung bagaimana ia bisa pergi umrah?

Tiba-tiba pula telepon genggam ku crash, dan hilanglah banyak data dan nomor kontak. What’s app tak lagi bisa dibuka, sampai sekarang pun belum bisa recover.

Sungguh semua sudah disiapkanNya untukku.

Saat mertuaku terkena serangan konsentrasiku dan suami benar-benar tercurah meminta pertolongan Allah swt memberikan kesembuhan bagi mertua. Aku pun meminta bantuan komunitas untuk turut mendoakan beliau. Bukan hanya doa tapi kami bekerja mengirimkan upaya penyembuhan dari jauh (Distant Healing).

Siang malam kami berdoa dan bekerja melakukan Distant Healing bersama-sama. Berkali-kali terucap permohonan padaNya untuk membantu kesembuhan Umak, mertuaku. “Ya Allah kuniatkan al fatihahku untuk kesembuhan Ibu Raudlah binti Palantantain, atas izinMu” terucap di hati banyak teman, saudara dan kerabat.

Alhamdulillah Allah ijabah doa-doa kami. Umak pulih dari stroke nya dengan sangat cepat dan kini sudah bisa berjalan kembali.

Saat Hana sakit, sebagai Ibunya, siang malam hatiku mengucap doa tanpa henti. Di satu sisi kami sangat ingin membawanya umrah, di sisi lain kami tak bisa membawanya kalau ia sakit. Aku hanya bisa menyerahkan segalanya padaNya. “Apapun yang terbaik bagiMu, ya Allah. Izinkanlah aku membawa putriku hadir di BaitullahMu, mendidiknya menjadi khalifahMu yang Kau cintai,” doaku yang juga menjadi doa suamiku.

Setiap malam aku tidur lewat tengah malam membaluri Hana dengan berbagai minyak, dari magnesium oil sampai berbagai jenis essential oils.

Terapi Sentuhan Spiritual Quantum tak henti kulakukan baginya, menyebut namaNya dengan penuh harap dan keyakinan aman cintaNya pada kami sekeluarga. Maklum, aku selalu berusaha membantu Hana sembuh tanpa obat. Aku yakin virus dan bakteri tak dapat hidup nyaman dalam kondisi alkali dan frekwensi tinggi. Maka itulah yang terus kuupayakan: membantu tubuhnya alkali dan membangun lingkungan dengan frekwensi yang tinggi.

Alhamdulillah doa kami diijabah. Panas tinggi Hana hanya bertahan semalam dan Hana terus berangsur-angsur membaik. Saat mau pergi  dokter yang memeriksakannya pun berkata Hana ada dalam kondisi baik dan siap berangkat.

Saat telepon crash, Pak Stefanus, temanku, berkata, “Sedang disuruh fokus tuh, tidak boleh buka WA dulu.”

Betapa dalam makna kata-kata tersebut.

Semua yang terjadi, sakitnya Umak, sakitnya Hana, telepon yang crash, semua punya dampak satu hal: aku lebih fokus, lebih banyak konsentrasi menyebut namaNya, memujaNya, meminta padaNya, dan menjauh dari berbagai distraction, gangguan yang bisa menjauhkanku dariNya.

Semuanya seperti “ayat-ayat cintaNya” seperti kekasih yang tak ingin kekasihnya melepas bayangan darinya. Allah pun ingin aku fokus hanya padaNya.

Sesungguhnya perjalanan umrah kali ini kudedikasikan bagi Hana. Tapi aku pun hadir bagi Sang Maha Cinta, yang cintaNya kudambakan setiap detik, agar dapat kusalurkan kembali pada semesta.

Sakit, telepon crash – bencana atau mujizat?

Kupilih untuk melihat semua ujianNya menjelang Umrah ini sebagai mujizatNya, limpahan kasihNya bagiku, debu kecil dalam alam semesta ini. Ternyata debu ini pun bisa punya arti dan layak menerima ujianNya. Alhamdulillah. Terima kasih ya Rahman, ya Rahim. Izinkanlah kami menjadi penyalur Rahman dan RahimMu bagi semesta yang luas ini.

Aamiin yra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: