Kekuatan cinta mampu mengubah tanpa harus menuntut seseorang untuk berubah 

IMG_5003
Seseorang bisa berubah menjadi lebih baik justru melalui cinta kita.

Cinta itu ikhlas
Tanpa niat ingin mengubah
Tanpa kesal karena “ia berulah”
Sadar bahwa semua punya jalannya

Cinta itu tulus tanpa pamrih
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai surya menerangi bumi
Tak berhitung, tak berkalkulasi

Cinta itu rendah hati
Tak merasa paling benar sendiri
Tanpa rasa “ia harusnya begini”
Karena “aku paling tahu dan pandai”

🌷🌻🌹🌷🌻🌹

Seorang Bapak merasa bahwa anaknya tidak cantik. Ia sering membandingkan anaknya dengan orang lain, dan merasa malu melihat anaknya tak secantik perempuan-perempuan lain yang dilihatnya.

Anaknya, karena sejak kecil diberi label “tidak cantik,” tanpa sadar mewujudkan “doa” Bapaknya tersebut. Ia tak pernah berusaha menjadi cantik karena merasa dirinya tidak cantik, untuk apa berusaha cantik.

Ayahnya sangat kecewa. Ia pun khawatir anaknya tak mendapat jodoh. Makin banyak pula doa-doa keburukan yang tanpa sadar ia lemparkan pada anaknya setiap kali ia mengeluh kepada siapapun yang ditemuinya.

Anaknya merasa bahwa ia tak cantik, ia sulit dapat jodoh, seperti kata-kata ayahnya. Tapi ada satu hal yang ia senangi dan tak dikomentari ayahnya, ia sangat senang belajar. Maka ia pun menghabiskan waktunya untuk belajar. Ayahnya pun makin takut ia menjadi perawan tua, karena tak dilihatnya anaknya banyak bergaul.

Suatu hari anaknya diterima di sebuah universitas bergengsi di luar negeri. Ia pun pindah ke luar negeri.

Di sana tak lagi ia mendengar keluhan ayahnya. Dan tanpa disangka-sangka, ada seorang teman sekelasnya yang berkebangsaan lain, yang jatuh hati padanya.

Pria ini berkali-kali mengatakan betapa cantiknya perempuan ini di matanya. Ia pun membelikan baju, perhiasan dan sering menyampaikan kekagumannya pada perempuan cerdas, tekun, rajin dan – yang di matanya – cantik ini.

Pria ini pun tak menunggu lama menyatakan keinginannya menikahi perempuan ini. Mereka pun pergi ke kampung halaman si gadis yang berbahagia ini.

Sesampainya di sana, ayahnya kaget bukan kepalang. Anaknya berubah menjadi cantik bukan kepalang. Ia mau berdandan, karena calon suaminya sering mendorongnya untuk berdandan. Ia tampil memikat dengan baju dan perhiasan yang dibelikan calon suaminya ini.

Ayahnya pun sangat bahagia, karena ketakutannya selama ini terbukti tak terjadi. Ia pun merestui lamaran tersebut dan menikahkan putrinya dengan pria yang percaya akan kecantikan anaknya ini.

Sahabatku,

Ternyata bukan kecaman, bukan keluhan, apalagi kekhawatiran dan ketakutan yang bisa mengubah seseorang secara mendasar.

Cinta membuat kita menerima siapapun apa adanya, dan percaya akan kebesaran Allah yang ada dalam jiwa, pikiran dan tubuh orang tersebut. Kepercayaan, penghargaan, keyakinan akan potensi tersebutlah yang akan membantu orang tersebut untuk mampu mewujudkan kebaikan dan kehebatan yang ada padanya.

Pernah dengar mengenai Nick Vujicic, motivator dunia yang tak punya tangan dan kaki sejak kecil?

Orang tuanya menerima penuh anaknya apa adanya dan percaya bahwa anaknya punya kemampuan yang hebat. Nick yang tak bertangan berkaki tak pernah disekolahkan di sekolah anak cacad. Ia selalu masuk sekolah normal. Dan Nick pun tumbuh sebagai manusia yang merasa bahwa ia bisa menjadi seperti mereka yang punya tangan kaki. Tak tanggung-tanggung ia maju di panggung dunia memotivasi jutaan manusia di berbagai negara. Tak semua manusia normal bisa sehebat itu.

Bangunlah manusia dari segi kekuatannya. Bukan karena mereka tak punya kelemahan, tapi karena kekuatannya itulah yang pelan-pelan akan membantu mereka mengatasi kelemahan tersebut.

Hati-hati kalau kekhawatiran kita didasari pada kekhawatiran kita akan kekuarangan diri sendiri?
Anak tak cantik? Nanti aku dianggap ga mampu?
Anak tak bisa jadi dokter? Apa kata dunia, padahal aku dokter hebat.
Hati-hari, karena ini bukanlah cinta.
Ini adalah bukti kekurangan cinta terhadap diri sendiri.
Kita tak merasa cukup akan apa yang kita miliki dan merasa anak kita harus memberikannya pada kita.
Kita menjadikan kesuksesan anak sebagai identitas kita.

Saling ingatkan karena cinta,
Bukan karena ego.
Limpahkan cinta yang terbaik,
Dan ikhlaslah menerima bahwa semua hasil adalah murni HAK ALLAH.

Bahkan Nabi Nuh pun punya anak yang kafir.
Bahkan istri Nabi Luth pun dianggap pembawa kehancuran.
Kurang apa Nabi Nuh as? Nabi Luth as?

Nah, marilah kita evaluasi,

Seberapa besar cinta kita pada anak kita?
Pasangan kita?
Seberapa besar kita yakin akan kehebatan Allah yang ada dalam diri mereka?
Seberapa sering kita menyampaikan penghargaan dan mendorong mereka untuk memanfaatkan berbagai kehebatan tersebut?
Masih adakah kekhawatiran kita akan kelemahan mereka dan menyatakannya di depan mereka?
Seberapa besar fokus kita pada “kesuksesan” mereka dibanding “kegagalan” mereka?
Seperti apa kata-kata kita terhadap mereka di belakang punggung mereka? di dalam hati kita?
Doa apa yang kita panjatkan tanpa sadar melalui kata-kata tersebut?

Bagaimanakah kita dapat lebih baik lagi menghargai dan mensyukuri kehadiran semua orang yang ada di sekitar kita?

Bagaimanakah kita dapat melepas ego dab menggantinya dengan cinta?

Bagaimanakah agar kita dapat membangun komitmen terhadap hal-hal di atas dan menjadi manusia yang bersyukur secara total?

Ya Allah,

Aku ikhlas menerima semua yang Kau hadirkan padaku.
Aku yakin mereka yang membenci dan mendzalimiku pun membawa hikmah pesan cintaMu padaku.
Aku syukuri kehadiran mereka karenaMu.
Aku cintai mereka semua karenaMu.
Kuniatkan semua doa dan dzikirku
Untuk kesejahteraan,
Kebahagiaan,
Kesembuhan,
Kemuliaan mereka semua
Di bumi dan langit.
Kuterima semua cintaMu padaku melalui mereka semua.
Dan kusampaikan kembali Rahman dan Rahim Mu kepada mereka semua.
Ridloilah aku ya Allah.
Aamiin.

Bismillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s