Kita Bukan Masa Lalu Kita. Ciptakanlah Hidup Yang Kita Inginkan Dengan Prasangka Dan Niat Baik

IMG_8867

Hidup tidak hanya ditentukan oleh awal kondisi yang tak bisa kita kendalikan. Nasib kita ditentukan juga oleh apa yang kita sadari, percayai, kerjakan, katakan berulang kali.

Apa yang kita rasakan, katakan dan lakukan berulang kali, sekecil apapun, akan membentuk hidup kita. Jam terbang menentukan kemampuan dan kehebatan kita. Kalau kita terus bilang “Aku bisa karena diciptakan Allah yang Maha Bisa,” maka dengan izinNya hidup akan terwujud seperti itu.

Prasangka kita menjadi doa.
Pikiran kita menjadi perintah bagi trilyunan sel dalam tubuh kita.
Semua mengikuti tanpa berfikir lagi.

Demikianlah cara bagaimana kita mewujudkan kesehatan, kesejahteraan dan kesembuhan kita.

Hukum Allah begitu simpel. Kita hanya akan menerima sesuai dengan apa yang kita berikan. Sesederhana itu. Maka berikanlah perasaan, pikiran, perkataan dan perbuatan sesuai yang kita inginkan.

Hidup kita sudah tercatat di Lauh Mahfudz. Kita tak pernah tahu apa yang tercatat. Justru karena kita tak tahu, itulah peluang kita. Berikan potensi yang terbaik, sangka yang terbaik, katakan hanya yang terbaik.

Allah menyatakan bahwa Allah adalah seperti prasangka hambaNya. Jadi prasangkalah yang terbaik, itulah yang akan terjadi.

Tidak tahu apa yang akan terjadi kan?
Ya sudah, sangka baik saja.
Katakan, “Aku berdoa semoga esok menjadi sangat baik, penuh cinta, keindahan dan impianku tercapai. Kalau belum juga tercapai, mungkin masih banyak yang harus aku pelajari. Aku akan belajar. Bismillah.
Kita akan punya harapan, bahagia,
penuh syukur dan semangat.
Semua ini mengarah ke kesuksesan.

Bayangkan kalau kita sangka buruk. Kita khawatir, cemas dan ketakutan.
Aduh, kalau ini terjadi bagaimana?”
“Kalau dia tak menerima bagaimana?”
“Kalau aku meninggal anak-anak bagaimana?”
“Kalau sakitku membebani semua orang bagaimana? Aduuuuuuuuhhh…”

Rasakan bedanya dengan kalimat sangka baik di atas. Yang ini penuh dengan keputusasaan,
ketidakpercayaan akan kebesaran Allah
pusing, sakit, badan tidak enak.
Bayangkan kalau hidup terus menerus diisi dengan perasaan seperti ini. Bagaimana sehat dan sejahtera bisa hadir?

Kirim cinta pada masa depan kita. Dasari dengan doa yang terbaik. Kesempatannya unlimited, tak terbatas, karena Allah tak punya batas.

Apa yang tercatat di Lauh Mahfudz bisa berubah dengan doa.

Jangan pernah salahkan orang lain atau berfikir buruk mengenai orang lain, karena semua akan kembali pada kita. Sebaiknya pikir yang baik saja dan syukuri semua orang. Akan kembali pula semua syukur dan sangka baik tersebut pada kita.

Allah berkata bahwa Allah tak akan mengubah nasib sebuah kaum kalau kaum tersebut tak berusaha mengubahnya. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memberi petunjuk: nasib – termasuk umur dan jodoh yang tercatat – BISA BERUBAH.

Seluruh sel akan mengikuti apapun yang kita rasakan, pikirkan dan katakan. Semua akan berbuah pada perbuatan. Perbuatan yang dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan, menjadi karakter dan akhirnya karakter yang baik akan mempengaruhi nasib yang baik.

Jaga rasa yang baik, maka nasib akan menjadi baik.

Latihan membangun rasa baik

Setelah kemarin melakukan latihan menulis rasa syukur, kini marilah kita melakukan latihan mengubah kata-kata yang kita gunakan agar kita bisa lebih baik lagi menjaga rasa.

Pada sehelai kertas buatlah dua kolom.
Pada kolom pertama, tulislah semua rasa negatif yang kita rasakan. Di kolom kedua gantilah kata-kata tersebut dengan:
– ikhlas dan terima apa adanya
– doa
– keyakinan akan kebesaran Allah
– perbaikan apa yang kita janji akan lakukan untuk masa depan yang lebih baik
– kenapa yang diinginkan itu penting di mata Allah

🌻Ikhlas dan terima dulu semuanya. Akui bahwa Allah Maha Pengasih Penyayang dan hanya memberikan yang terbaik pada kita semua. Akui ini.

🌻Doa. Ini penting. Inilah yang bisa mengubah takdir. Dengan dilandasi ikhlas dan penerimaan, doa kita tidak akan ada beban “wajib tercapai” karena kita tahu apapun yang diberikan adalah yang terbaik.

🌻Keyakinan akan kebesaran dan cintaNya, membangun penerimaan dan syukur yang lebih dalam.

🌻Perbaikan: Allah tak akan mengubah nasib tanpa kita sendiri berjanji berubah.

🌻Kenapa hal itu penting dan baik; ini niat dan intensi mulia kita yang kita ucapkan di hadapanNya, bahwa keinginan kita benar-benar adalah untuk beribadah di jalanNya, sesuai dengan tujuan kita diciptakan.

Misalnya di kolom kiri kita tulis;
– Aku tidak cantik. Aku takut tak ada yang mau menikahiku.

Gantilah dengan:
– Terima: Ya Allah, kusyukuri semua yang Kau berikan padaku. Aku ikhlas, ridlo dan bahagia atas apa yang Kau berikan.
– Doa: Ya Allah berikanlah aku rupa dan akhlak yang baik.
– Keyakinan: Aku yakin Engkaulah yang Maha Besar dan Maha Bisa.
– Perbaikan: Aku berjanji akan membangun akhlak yang baik
– Menikah penting bagi Allah: Aku ingin menjadi wakilMu dalam membangun kehidupan di muka bumi ini, agar Engkau ridloi aku untuk menikah, ya Allah.

Misalnya di kolom kiri kita tulis;
“Aku takut kalau tidak sembuh kanker. Bagaimana anak-anakku?”

Gantilah dengan:
– Terima, ikhlas: Ya Allah, aku ikhlas, ridlo, bahagia dan menerima sakit yang kau berikan ini. Pasti banyak kebaikan yang Kau berikan di baliknya.
– Doa: Ya Allah, sembuhkanlah aku.
– Keyakinan: Engkaulah satu-satunya Maha Penyembuh, Engkaulah yang bisa menyelamatkanku dan keluargaku. Engkau Maha Menjaga keluargaku.
– Sembuh penting bagi Allah: Kalau Kau izinkan aku sembuh, aku akan menjadi wakilMu membangun keluargaku, mendampingi dan membahagiakan pasangan dan anak-anakku. Aku ridlo pada apapun yang Kau berikan, ya Allah. Ridloilah permohonanku ini.

Lalu bayangkan kalau semua itu sudah terwujud. Kirim salam cinta dan sayang pada bayangan masa depan yang indah itu sepenuh hati. Syukuri dari sekarang. 

Yuk mulai kita tulis semua ketakutan, kekhawatiran kita yang ada saat ini di hati kita. Tuliskan sedetil mungkin.

Lalu ganti dengan kata-kata doa dan niat baik. Dengan demikian kita mengganti ketakutan dan kecemasan masa depan dengan cinta dan harapan baik.

Selanjutnya, ke depan, setiap kali menemukan kata yang negatif, langsung ganti dengan semua yang positif seperti di atas.

Teruslah berlatih, bangun terus kesadaran diri.

Semoga Allah ridlo dan mengabulkan semua doa kita. Aamiin yra.

4 thoughts on “Kita Bukan Masa Lalu Kita. Ciptakanlah Hidup Yang Kita Inginkan Dengan Prasangka Dan Niat Baik

  1. Thank’s ya …blognya slalu menginspirasi. Salam kenal Pada 7 Mar 2016 23:24, “Indira Abidins Blog” menulis:

    > indiraabidin posted: ” Hidup tidak hanya ditentukan oleh awal kondisi yang > tak bisa kita kendalikan. Nasib kita ditentukan juga oleh apa yang kita > sadari, percayai, kerjakan, katakan berulang kali. Apa yang kita rasakan, > katakan dan lakukan berulang kali, sekecil apapun, aka” >

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s