Sukseskah kita di mata anak kita?

  
Ayah Bunda tercinta,

Banyak di antara kita yang merasa “sukses” kalau jabatan kita tinggi, uang kita banyak, pengaruh kita besar dan kita berkuasa atas banyak hal.

Mungkin bagi banyak orang benar, itulah kriteria sukses bagi mereka. Tapi sesungguhnya untuk siapakah kita hidup? untuk mereka kah? atau untuk Pencipta kita dan keluarga kita, yang dititipkan Sang Pencipta pada kita.

Apakah kita sukses di mata mereka?

Kita simak yuk percakapan tiga anak ini:
A : “Ayahku hebat. Ia pilot pesawat terbang. Tiap hari ayahku mengelilingi Indonesia dengan pesawatnya.”

B : “Ayahku lebih hebat. Ia bisnis eksport import. Tiap hari ia mengurus bisnisnya ke berbagai negara, bukan hanya Indonesia.”

C : “Ayahku lebih hebat. Ia bekerja di PBB. Tiap hari ia keliling dunia, bukan hanya ke berbagai negara.”

D : “Ayahku lebih hebat lagi. Ia bekerja di sini saja, di SD ini, sebagai petugas kebersihan.”

A, B dan C tertawa bersama. “Apanya yang hebat dari ayahmu, kalau ia hanya bekerja menjadi petugas kebersihan di sini?”

D : “Ayahku selalu ada untukku. Aku berangkat dan pulang sekolah bersama ayah. Waktu di rumah, aku bisa bermain bersama ayah. Di sekolah pun, aku selalu melihat ayahku bekerja. Aku senang di dekat ayah”.

D sangat merasakan kehadiran ayah di dekatnya. Ia bangga memiliki ayah yang terus ada untuknya. Inilah ayah hebat baginya. 

Bukan ayah hebat yang tidak pernah di rumah.
Bukan ayah hebat yang tidak pernah sempat mengantarkan anak ke sekolah.
Bukan ayah hebat yang tidak pernah dirasakan kehadirannya oleh anak-anak, karena kesibukan kerja.

Tapi ayah hebat yang selalu dirasakan kehadirannya lahir batin oleh keluarganya.

(Kiriman Bang Asad Alwi, SS group).

Seberapa besar kita dipandang sukses oleh anak, pasangan, orang tua dan keluarga kita yang lainnya?

Seberapa banyak kita bisa memberikan arti dalam hidup mereka melalui kehadiran kita secara lahir dan batin?

Seberapa banyak nilai-nilai hidup mereka telah terbangun berkat kehadiran kita?

Seberapa yakin kita bahwa mereka akan menjadi generasi penerus yang mewarisi impian dan cita-cita kita?

Seberapa besar kemungkinan mereka akan terus mendoakan kita apabila kita sudah berpulang nanti?

Seberapa besar mereka akan menjadi teman di surga nanti, dan bukan pemberat ke arah sebaliknya?

Semoga kita sukses menjalankan amanah Allah menjadi pembawa berkah, penerus Rahman dan RahimNya bagi keluarga kita.

Semoga semua anggota keluarga kita dapat menjadi sumber kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.

Aamiin yra.

2 thoughts on “Sukseskah kita di mata anak kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s