Saat dokter angkat tangan, Allah akan turun tangan

  
Dear Sahabat Blog,

Kemarin ada sahabat Lavender Yogya Mbak Yayuk, yang ternyata mempraktekkan sentuhan quantum yang saya share juga di blog ini, untuk adiknya, Angger, yang sudah koma.

Ini kata mbak Yayuk:

Ilmu quantum yang di share Bu Indi sangat bermanfaat untuk dipelajari dan diterapkan. Kemarin adik saya, Angger, 4 hari masuk lagi ke rumah sakit, tidak membuka mata sama sekali dan tidak merespon. Dokter bilang ada masalah di paru-parunya, terdapat penumpukan lendir yang tak mampu dikeluarkan karena tak ada reflek batuk. Adik saya mengalami penurunan kesadaran, bernafas dengan bantuan oksigen.

Saat itulah itulah Bu Indi share tentang Sentuhan Spiritual Quantum (SSQ) dan transfer energi. Malam itu saya pelajari dan paginya saya ke rumah sakit. Saya praktekan ilmu itu. Dari mulai matanya yang bengkak saya pegang sambil baca doa seperti yang ditulis Bu Indi dilanjutkan oleh ibu saya.

Malam jam 7 matanya berangsur membaik. Ia membuka mata dan berkedip. Saya pegang mata, kepala, dada, tangannya yang lumpuh. Waktu itu air mata saya menetes ke tangan adik saya yang saya pegang. Setelah itu jari jemarinya pada tangan yang lumpuh bergerak menggenggam tangan saya.

Allah SWT memberikan mukjizat lewat jalan manapun. Hari ini Angger kembali bisa menelan air putih lagi setetes demi setetes. Setiap waktu, setiap detik kami berusaha. Setelah jatuh koma ini, akhirnya kehendak Allah yang bekerja. 

Hari ini reflek batuk kembali keluar, ke luar riak yang luar biasa, nafas mulai lega dan alhamdulillah lepas oksigen.  Juga biasanya Angger sebentar-sebentar kejang. Alhamdulillah semalam sampai pagi ini dia tampak tenang dan tak menunjukan adanya kejang.

Ketika saya lakukan ini dengan sepenuh hati, saya merasakan ada yang mengalir hangat dalam tubuh saya. Rasanya damai dan terasa dampak positif untuk keluarga saya. Akhirnya saya sendiri merinding dan kepala Angger berkeringat. Entah itu apa saya tak ingin tahu saya sebatas ikhtiar pada Allah swt. 

Dalam hati saya kami hanya berikhtiar sekuat tenaga kami selama nafas masih berhembus selama jantung masih berdetak selama itu harapan akan tetap ada. Soal hasilnya Allah yang menentukan. Jika Allah masih mengizinkan Angger untuk berada di dunia ini maka Allah yang akan merawat dia menjaga dia dan memenuhi apa yang dibutuhkan menurut kehendakNya.

Jika Allah ingin Angger kembali ke padaNYA maka kami harus belajar ikhlas.

Yang penting untuk saat ini ikhtiar tak akan pernah berhenti. AllahuAkbar.

Seperti kata Pak Reva, kanker itu hanyalah titik kecil di alam semesta. Allah maha besar. Berdoa sekuat tenaga sekencang-kencangnya. 

Dokter bukan segalanya, ketika dokter angkat tangan maka kami menyerahkan Angger sepenuhnya pada Allah SWT.

Biarkan tangan Allah merawat Angger sesuai kehendakNya. 
Allahu Akbar maha besar Allah, semoga yang lain tak mengabaikan sedikitpun ilmu ini, semua ada manfaatnya.

Sebulan yang lalu saya cuma bisa menangisi setiap kejadian demi kejadian.

Kadang ada perasaan menganjal, ada penolakan. Tapi sejak bergabung di sini di Taman Lavender dan Komunitas Kopi Enema, banyak yang support berbagi ilmu berbagi pengalaman yang luar biasa baik secara moral dan spiritual. Akhirnya saya sadar ini adalah sebuah anugrah, bukan hukuman, bukan cobaaan, bukan pula kutukan.

🌹🌻🌹🌻🌹

Masya Allah, hati siapa yang tak tergetar membaca tulisan Mbak Yayuk di atas. Ada beberapa pelajaran yang bisa saya ambil di sini:

🌹 Allah membuka hati hambaNya yang dicintaiNya. Allah membuka hati Mbak Yayuk untuk amalkan ilmu SSQ ini dan menyalurkan bantuanNya melalui ilmu ini. 

Berapa banyak orang yang menerima tulisan yang saya share tapi berapa orang yang benar-benar digerakkan hatinya oleh Allah swt? marilah kita terus meminta padaNya agar membuka hati untuk dapat menerima petunjukNya

🌹 Ikhtiar, ikhtiar, ikhtiar, jangan menyerah. Prasangka baiklah bahwa Allah akan menjawa doa dan ikhtiar kita.

🌹 Jangan pikirkan hasil. Itu bukan urusan kita. Tugas kita hanya ikhtiar, lakukan hal ini sebaik mungkin.

Apalagi pelajaran yang teman-teman dapat dari kisah ini? apakah yang bisa dipetik dan benar-benar dibawa dalam keseharian teman-teman?

Bagaimanakah agar kita dapat lebih banyak mensyukuri semua karuniaNya? bahkan yang dibungkus dalam bentuk sakit, termasuk kanker sekalipun?

Untuk yang ingin membaca catatan saya dari pelatihan SSQ silakan cek di sini:

Pelatihan SSQ untuk Lavender hari 1

Pelatihan SSQ untuk Lavender hari 2

Semoga berkah dan menjadi investasi kebaikan dunia akhirat bagi Pak Reva, yang mengajarkan, bagi semua alumni SSQ yang hadir dan turut membantu proses belajar, yang mempraktekkan dan menyebarkannya. Aamiin yra.

2 thoughts on “Saat dokter angkat tangan, Allah akan turun tangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s