Lawanlah perilaku yang salah, tapi tetap cintailah pelakunya

  
Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-‘Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i (Imam Asy Syafi’i) saat beliau mengajar di Masjid. Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keadaan marah.
Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk. Ia berkata, “Siapa di pintu?”

Orang yang mengetuk menjawab : “Muhammad bin Idris.”

Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi’i.

Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i berkata, “Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah?

Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat. Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya.

Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali.

Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, tetapi jangan pernah engkau membeci orang yang melakukan kesalahan itu.

Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah atas para pelaku kemaksiatan.

Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati orang yang berbeda pendapat.

Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah menghilangkan penyakit, dan bukan membunuh orang yang sakit.

Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan.

Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya.

Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadamu.

Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu.

Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga.

Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Dermawan jauh lebih baik dari balasan apapun yang mampu diberikan oleh manusia.”

Kiriman Lina Link’s, Go Vibrant

🌷🌹🌻🌺🌷🌹🌻🌺

Jangan fokus pada hal kecil.
Korbankan hal kecil untuk dapatkan hal besar.
Korbankan perdebatan untuk menjaga persahabatan.
Korbankan ego untuk menggapai kebaikan bersama.
Korbankan kepentingan golongan untuk membangun kepentingan publik yang lebih luas.

Karena tugas kita adalah untuk menjadi khlaifahNya di atas muka bumi.
Wakilnya dalam menciptakan kebaikan dan mencegah kemunkaran.

Dalam hal apakah kita harus mundur selangkah untuk bisa maju seratus langkah hari ini?
Bagaimanakah agar kita dapat melakukannya dengan penuh ikhlas, kesadaran sebagai khalifahNya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s