Skip to content
Advertisements

The blind spot: kita butuh orang lain melihat yang tak terlihat untuk menjadi lebih baik

  
Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju legendaris  sehebat Moh Ali sekalipun memiliki pelatih. Angelo Dundee lah yang membantu Ali menjadi juara dunia 3 kali. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding, sangat jelas Angelo Dundee tidak akan pernah menang.

Mungkin kita bertanya mengapa Moh. Ali butuh pelatih kalau jelas dia pasti menang melawan pelatihnya? 

Ketahuilah bahwa Moh Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, tapi karena ia membutuhkan seseorang untuk melihat hal-hal yang “tak dapat dilihatnya sendiri.”

Hal yang tidak dapat kita lihat dgn mata sendiri itu yg disebut: “blind spot” atau “titik buta”. Kita hanya bisa melihat “blind spot” dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.
Kita butuh orang lain yang:

  •  Menasihati
  •  Mengingatkan
  •  Menegur jika kita mulai melakukan sesuatu hal yang keliru, yang mungkin tidak kita sadari.

Kita butuh kerendahan hati untuk :

  •  Menerima kritikan
  •  Menerima nasihat
  •  Menerima teguran

itulah yang justru menyelamatkan kita.
Kita bukan manusia sempurna.

Jadi, biarkan orang lain menjadi “mata” kita di area ‘Blind Spot’ kita, sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dengan ‘pandangan’ kita sendiri.

Mari kita saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

Kiriman Bu Adiyati, Komunitas Rumah Pencerah

🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻

Sahabat blog,

Inilah pentingnya seorang coach. Seorang coach memprovokasi seseorang dengan berbagai pertanyaan yang bisa membuatnya berfikir hal-hal yang tak terbayangkannya sebelumnya. Sejak belajar menjadi coach di tahun 2013 sangat banyak hal yang saya dapat untuk bisa membantu teman, penerima anugerah kanker, team di kantor, bahkan orang yang baru kenal sekalipun untuk bisa menggali potensi mereka dan keluar dari blid spot nya.

Kita seringkali menemukan diri dalam kondisi “benang kusut” – tak lagi tahu apa yang harus difikirkan, dilakukan. Akhirnya karena pusing kita pun tak melakukan apa-apa. Karena tak melakukan apa-apa kita tak mencapai apa-apa.

Seorang coach mulai dengan menegaskan apa yang sesungguhnya diinginkan. Dengan melihat jelas apa yang diinginkan, seseorang akan mampu mengurai benang kusut tadi. Masalah yang terasa sangat besar dan tak ada solusinya tiba-tiba menjadi simpel, sederhana dan tak lagi bikin pusing. Semua karena adanya seorang coach yang mampu membantu memperjelas impian dan keinginan.

Setelah semua itu jelas akan lebih mudah untuk menentukan apa yang harus dilakukan.

Seseorang yang faham ilmu coaching dapat pula melakukan coaching terhadap dirinya agar bisa memperkecil area blid spot nya. Inilah yang dinamakan self coaching.

Marilah kita belajar menjadi coach, baik bagi diri sendiri maupun untuk membantu orang lain meraih impian-impiannya.
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s