Hati-hati berburuk sangka pada orang lain, karena nikmatNya melalui orang itu bisa dicabutNya.

IMG_5069

Lima orang bersaudara hidup dengan tentram di sebuah kaki gunung. Orang tua mereka yang sudah meninggal, mewariskan 1.5 ha sawah dan ladang untuk diolah. Sawah dan ladang itu terletak agak jauh dari rumah sehingga mereka harus berangkat bekerja di sawah pada pagi hari.

Atas kesepakatan bersama, si sulung memerintahkan kepada si bungsu untuk tinggal dirumah selama mereka bekerja di sawah. Si bungsu menyetujui dan menyambut gembira keputusan tersebut. Setiap kali kakak-kakaknya pulang dari bekerja, mereka pasti sudah menemukan rumah mereka yang sudah bersih, rapih dan terasa nyaman. Diatas meja makan sudah tersedia makanan dan minuman untuk mereka semua, tempat tidur rapih semuanya dan pakaian-pakain kotor sudah dicuci dan digosok semuanya.

Tetapi rupanya salah seorang kakak berpikiran jelek dan curiga terhadap si bungsu. “Si bungsu curang, dia tidak mau ikut kesawah dan hanya mau bermalas-malasan saja di rumah,”pikir seorang kakaknya. 

Setelah berhasil mempengaruhi saudara-saudaranya yang lain, diputuskanlah bahwa mereka semua harus berangkat ke sawah termasuk si bungsu, Ketika kembali kerumah mereka menemukan rumah yang berantakan, tidak terurus, meja makan kosong.

Mereka menyadari bahwa adik bungsu mereka yang selama ini dianggap tidak berguna, kini baru terasa bahwa dia memiliki peranan penting. 

Kiriman Willy MS, group WA SS 

🌷🌲🌷🌲🌷🌲

Jagalah perasaan dan pikiran baik kepada siapapun. Setiap rasa baik membawa hasil baik. Setiap rasa buruk membawa hasil buruk. Dalam cerita di atas karunia Allah berupa rumah yang rapih, menyenangkan tak lagi didapat akibat prasangka buruk. Syukurilah dan hargailah segala sesuatu yang kita dapat termasuk kehadiran siapapun yang ada di sekitar kita. Mereka dihadirkan dengan sebuah maksud dari Allah.

Prasangka baiklah kepada semua orang karena kita pun ingin orang lain prasangka baik pada kita.

Hargailah semua orang dan bantu mereka untuk bisa lebih baik lagi, karena seperti itu jugalah kita berharap orang lain bersikap pada kita.

Jangan curiga pada orang lain karena kita tak ingin dicurigai apalagi digossipkan dengan berbagai keburukan.

Jadi bagaimanakah kita perlu mensucikan diri dari hal ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s